
FLASH BACK ON.
POV ZARA ANNE
Namaku adalah Zara Anne, aku adalah anak petani, waktu kecil aku selalu ikut ayah mensuplai hasil panen rumah besar, pemilik kerajaan bisnis di negeri Chiber.
Aku selalu menunggu Ayah di taman bunga sambil bermain mengejar kupu kupu di taman rumah besar tersebut itu. Di sana ada anak laki laki usil, dia suka menjahiliku tapi terkadang dia juga baik, selalu memberikan aku makanan. Namanya Khekan. Setiap aku pergi ke rumah besar, anak itu selalu menemaniku ku.
Beranjak dewasa aku sudah tidak pernah lagi ke rumah besar. Aku bekerja sebagai tukang jahit di rumah. Hampir setiap hari teman masa kecilku Khenan menemui ku di rumah, selalu saja ada pakaian yang robek. Dan dia akan menyuruh ku untuk menjahitnya. Pernah aku memergokinya, merobek pakaian yang ia pakai lalu membawanya padaku. Aku hanya tersenyum melihatnya.
Setelah sekian lama, kami akhirnya menjalin kasih, menjadi sepasang kekasih.
Pada suatu hari aku memergoki dia, sikapnya berwibawa penuh kharisma. Dia memerintah pemimpin keamanan dari kerajaan bisnis orang terkaya nomor satu di Chiber, untuk pulang dan tidak mengikutinya lagi.
Setelah kejadian itu aku mendesaknya untuk jujur, akhirnya dia mengakui bahwa dia adalah Khekanan Chiber, putra tunggal dari Syahir Chiber. Satu satunya pewaris kerajaan bisnis nomor satu di Chiber.
Hal itu membuatku syok, karena keluarganya memiliki aturan, bahwa pewaris hanya boleh menikahi perempuan bangsawan. Selain itu adalah pelanggaran.
Dia melakukan pemberontakan terhadap peraturan itu, dia sudah meminta izin pada sang Ayah namun di tolak mentah-mentah olehnya, akhirnya dengan sembunyi-sembunyi dia menikahiku.
Setelah Syahir Chiber wafat , Khekanan Chiber meneruskan kedudukannya memegang kendali kerajaan bisnis nomor satu di negeri Chiber.
Namun Rahasia pernikahan kami itu terendus oleh Khaidar (Ibu kandung Khekanan). Akhirnya dengan terang terangan Khekanan Chiber membawaku masuk ke dalam rumah besar dengan syarat Khekanan memperistri putri dari perdana menteri. Walaupun itu sangat menyakitkan aku menerimanya. Sebab Khekanan Chiber tidak bisa menjamin keamanan ku jika jauh darinya, sementara dia harus mengurus masalah kenegaraan di istana negara.
Tapi Khekanan Chiber tidak pernah tergerak untuk menyentuh Istri keduanya itu, sebab dia teramat mencintaiku.
Khekanan meminta Izin padaku untuk melakukan perjalanan bisnis selama dua bulan lamanya. Dan aku pun mengizinkannya.
Namun saat Khekanan Chiber pergi untuk melakukan tugas kenegaraan, Ibu Khaidar(Ibu kandung Khekanan Chabir) menyuruh pengawal untuk memberikan hukuman mati kepada ku karena sudah membuat Khekanan melakukan pemberontakan karena menikahiku.
Pengawal itu menyeretku paksa. Kedua pengawal membuatku berlutut, mereka memegangi tanganku di Kedua sisi. untuk melakukan eksekusi. Aku berusaha memberontak sekuat tenaga.
__ADS_1
"JANGAN, AKU MOHON JANGAN BUNUH AKU, TIDAAAAK, tolong jangan lakukan ini. Ibu Khekanan akan marah jika Ibu membunuhku. Dia tidak akan memaafkan anda." Aku berucap setengah berteriak, aku menangis berharap belas kasihan darinya. Aku berusaha memberontak tapi kedua pengawal itu terlalu kuat, tenaga mereka bukan lah tandinganku.
"Lakukan sekarang, bunuh dia." Ucap Ibu Khaidar dengan tegas dan lantang.
"AKU HAMIIIIILLL...." Aku berteriak. Tubuhku mulai menegang.
"BERHENTI." Ibu Khaidar mengangkat tangannya ke udara. Aku bisa sedikit bernafas lega. Aku terpaksa berbohong, aku tidak menyangka bahwa kebohonganku berhasil menyelamatkan nyawaku. Aku hanya mencoba peruntungan.
Ibu Khaidar berjongkok, dia meraih dagu ku.
"Apa kau pikir aku percaya?... Dokter akan memeriksa mu. Jika ternyata kau mengelabui ku, maka bersiaplah menerima kematian mu." Tatapan Ibu Khaidar sangat mengintimidasi. Dia langsung menghempaskan wajahku ke samping. Aku hanya bisa menangis melihatnya.
Ibu Khaidar pergi dengan langkah tegap dan dagu yang mendongak ke atas, seperti orang sombong. Selama ini Ibu Khaidar hanya menatapku dengan jijik, seperti aku ini hanya seonggok kotoran. Ini kali pertama dia bicara padaku, aku terlihat menyedihkan, Ibu Khaidar bukan hanya jijik padaku tapi beliau juga membenciku. Dia hanya menyukai Haya Casiraghi, istri kedua dari Khekanan.
Seorang dokter wanita datang ke kamarku untuk memeriksaku. Dia datang bersama Ibu Khaidar Sekarang aku mencoba peruntungan lagi, aku berharap Tuhan memberi pertolongan kepadaku.
Setelah memeriksaku dokter itu berbalik dan menghadap Ibu Khaidar.
"Layanani dia dengan baik, pastikan bayi di perutnya tumbuh dengan sehat. Keturunan dari Kerajaan bisnis nomor satu di Chiber harus sehat." Ucap Ibu Khaidar kepada dokter dan pelayan pribadinya. Kemudian beliau pergi dengan gayanya yang congkak.
Dua bulan Kemudian Khekanan Chebir datang kembali ke rumah besar. Dia sangat senang mengetahui berita kehamilanku. Tapi tidak dengan istri kedua Khekanan, ini adalah kabar duka baginya.
Khekanan Chiber mengatakan padaku bahwa dia tidak pernah menyentuh istri keduanya. Setiap malam Khekanan hanya tidur dengan ku.
Namun sayang istri kedua Khekanan memberikan obat tidur padanya, hingga saat terbangun Khekanan sudah tidak mengenakan apapun di samping istri keduanya yang bernama Haya Casiraghi. Dua bulan kemudian dia di nyatakan hamil.
Suatu hari aku memergoki Haya Casiraghi membawa seorang lelaki ke dalam kamarnya. Aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, mereka berdua bercinta. Walaupun menjijikkan aku tetap melihatnya karena rasa ingin tahu.
Setelah lama bercinta aku menguping pembicaraan mereka.
"Aku akan pastikan anak kita akan menjadi pewaris kerajaan bisnis nomor satu di Chiber."
__ADS_1
"Apa kau yakin ini adalah anakku."
"Percayalah sayang, ini adalah anakmu. Khekanan tidak pernah menyentuhku. Walaupun aku memberikan obat tidur dia hanya tertidur tanpa mau menyentuhku. Hati ini, bahkan tubuh ini sepenuhnya hanya milikmu." Aku terkejut mendengar penuturan Haya Casiraghi. Dia berani menghkianati Khekanan, bahkan dia hamil dari lelaki lain.
"Aku akan menjadikan putra kita pewaris kerajaan bisnis nomor satu di negeri Chiber."
"Lalu bagaimana dengan anak dari Zara? Terlebih Khekanan sangat mencintainya." Ucap pengawal pribadi yang selalu menjaga Haya Casiraghi.
"Aku akan menyingkirkannya."
Aku menganga dan menutup mulutku dengan tangan.
"Khekanan harus mengetahui persekongkolan ini." Aku berbalik dan hendak pergi menemui Khekanan, tapi aku malah terkejut saat berhadapan dengan perdana menteri. Ayah dari Haya Casiraghi.
"Anda mau kemana Nyonya Zara?..." Ucap perdana menteri kepadaku.
"Aku ingin kembali ke kamarku." Kemudian aku melangkah pergi.
"Bug..." Kepalaku sakit, mataku berkunang-kunang saat seseorang memukul kepalaku dengan sangat keras. Hingga akhirnya aku tidak sadarkan diri.
***
"Plaaakkk..." Satu tamparan dari perdana menteri mendarat sempurna di wajah Haya Casiraghi, sementara lelaki simpanannya sudah di bekuk oleh pengawal.
"BODOH..." Hardik perdana menteri pada putrinya.
"Ayah kenapa menamparku?..."
"Masih bertanya... Kau tahu hukuman apa yang akan kau dapat jika kau ketahuan menghkianati Khekanan Chiber."
"Ayah sejak awal aku tidak pernah mencintai Khekanan tapi ayah terus mendesak ku untuk menikah dengannya."
__ADS_1
***