
Alyn merasa iba dengan apa yang sudah suaminya alami. Alyn tidak pernah menyangka Arya pernah mengalami masa masa sulit, apa lagi di usia 10 tahun dan itupun berlangsung selama bertahun-tahun.
Jika di rinci lagi, prahara rumah tangga Alyn berawal dari Suci dan Arya yang tidak terbuka hingga trauma psikologisnya di manfaatkan oleh Suci.
Alyn merebahkan kepalanya ke lengan Arya. Dan memeluk suaminya, namun Arya tidak memberikan reaksi apapun. Arya masih terus menerawang jauh masa lalunya.
"Maaf." Ucap Alyn.
"Kenapa kamu tidak pernah bercerita padaku?..." Tanya Alyn. Arya masih diam.
"Mas... Semua yang bernyawa pasti akan mengalami kematian. Semua yang terjadi pada kak Arfa itu adalah takdir dan mungkin memang seperti itu jalannya. Jangan terus menerus menyalahkan dirimu sendiri. Apa dengan melihatmu begini kak Arfa senang! Aku yakin jika kak Arfa ada disini, dia pasti tidak akan mau melihat adiknya terpuruk." Alyn berusaha menghibur suaminya.
"Mas kematian bukanlah perpisahan yang sesungguhnya. Perpisahan yang sesungguhnya adalah apabila kita tidak bisa berkumpul di surga. Jika di antara orang yang kita sayangi kekal di neraka dan sebagian berada di surga, itulah perpisahan yang sesungguhnya. Kita harus banyak berdoa, beribadah dan mengamalkan kebaikan mas. Dan semoga kita termasuk orang yang beruntung bisa masuk surga bersama dengan orang orang yang kita cintai. Semoga mas bisa berjumpa lagi dengan kak Arfa di surga nanti." Lanjut Alyn berceramah.
"Maaasss..."Alyn mengguncang dada Arya karena suaminya itu hanya diam saja.
"Heeemmmm." Arya hanya berdehem.
"Mas kamu dengar nggak sih aku ngomong?..." Ujar Alyn.
"Dengar..." Jawab Arya singkat.
"Mas Aku mau tanya sama kamu?" Ujar Alyn.
"Apa?" Tanya Arya.
"Kamu kalau mau beli semangka pengennya semangka yang kayak gimana?..." Tanya Alyn. Spontan Arya langsung menatap Alyn.
"Pertanyaan macam apa itu?...Apa kamu hamil, terus ngidam?..." Tanya Arya.
"Iiiiiihhhhh mas jawab saja kenapa sih?" Ujar Alyn. Arya tersenyum membayangkan istrinya hamil.
"Aku tidak suka semangka." Ucap Arya. Yang di sambut bibir mengerucut oleh Alyn. Melihat itu Arya tersenyum.
"Iiiiiihhhhh mas padahal aku mau ceramah loh." Ucap Alyn.
"Hahahahahaha ceramah macam apa itu?" Arya malah tertawa. Alyn kesal langsung membelakangi Arya. Namun Arya malah memeluknya dari belakang.
"Katanya mau ceramah. Ayo lanjutin." Ucap Arya menahan tawa karena Alyn sangat menggemaskan saat sedang Ngambek.
"Nggak jadi."Ucap Alyn.
"Kenapa?" Tanya Arya.
"Udah lupa mau ceramah apa!...Heeeemm,,, Mas kalau Suci ngancem bunuh diri lagi gimana? Apa kamu masih mau balikan lagi sama dia?..." Tanya Alyn.
__ADS_1
"Ya nggak apa-apa Suci bunuh diri. Kan hatimu jadi tenang. Nggak khawatir suaminya di rebut orang."Ujar Arya.
"Mas nggak sedih?" Tanya Alyn.
"Tidak....Terserah Suci mau bunuh diri. Asal kamu tidak meninggalkan ku." Jawaban Arya membuat hati Alyn berbunga bunga.
"Yakin mas."Tanya Alyn.
"Yakin." Jawab Arya mantap.
"Lagian Suci tidak akan berani bunuh diri lagi."Lanjut Arya.
"Kok bisa." Tanya Alyn. Kemudian tangan Arya menyusup masuk ke dalam baju istrinya.
"Mas tanganmu bisa diam nggak sih?" Ujar Alyn merengek.
"Mau tau cerita Suci jera melakukan percobaan bunuh diri lagi tidak?" Tanya Arya.
"Mau." Jawab Alyn.
"Ya sudah dengerin sambil nikmatin." Ucap Arya yang tangannya sudah jalan jalan kesana kemari. Kemudian Arya menceritakan semua yang di lakukan Brayen secara detail. Alyn mendengar cerita Arya saja sudah merinding apa lagi Suci.
"Mas tanganmu itu loh." Ucap Alyn mengeluh.
"Kenapa?...Kan enak....Jangan pernah nolak suami. Ingat tiap istri nolak pintu neraka akan terbuka sedikit demi sedikit." Ucap Arya mengingatkan Alyn akan tugasnya.
"Kalau kamu tidak perlu di tanya. Tenagamu masih full untuk ngotot, berarti kamu tidak lagi capek." Ujar Arya yang sudah menang banyak.
"Maaaaasss."
"Ingat ceramahmu tadi. Katanya harus banyak beribadah. Ini juga kebaikan. Melayani suami itu ibadah. Pahalanya besar. Harus iklas biar ibadah di terima." Arya mengembalikan ucapan Alyn tadi. Dan mereka berdua berakhir tanpa busana.
****
Beberapa hari kemudian di kediaman Arya. Di kamar, Arya sedang tidur di pangkuan Alyn. Alyn membelai rambut Arya yang tubuhnya berselonjor di atas ranjang. Tangan Arya terus menari nari di atas layar Hpnya. Mengamati setiap gambar yang melewati layar pipih tersebut.
"Sayang.... Tempat ini bagus nggak?" Tanya Arya. Sambil menunjukkan beberapa gambar tempat romantis untuk bulan madu di luar negeri lewat HPnya.
"Bagus." Jawab Alyn singkat.
"Kalau yang ini?" Tanya Arya lagi.
"Yang ini gimana?" Tanya Arya lagi.
"Bagus juga." Jawab Alyn santai.
__ADS_1
"Kalau yang ini kamu suka tidak?" Arya kembali bertanya.
"Bagus semua." Jawab Alyn.
"Kamu kok tidak semangat sih di ajakin bulan madu." Tanya Arya.
"Buat apa mas ngabisin duit! Transportasinya mahal, biaya penginapannya juga mahal. Belum lagi biaya yang lainnya. Mending uangnya di buat sembako, di sedekahkan pada orang yang sedang membutuhkan. Dan semoga dengan sedekah kita di beri keturunan Soleh dan Solehah. Amin." Ucap Alyn sambil terus membelai rambut Arya.
"Sayang kamu itu tidak bisa di ajak romantis. Sekali kali bersenang senang kan tidak apa-apa. Menghibur diri. Biar hubungan lebih harmonis. Dan ada yang bisa di kenang nanti di hari tua. Bulan madu juga bisa mempererat hubungan pernikahan sayang." Ucap Arya menjelaskan.
"Asal punya komitmen dan tidak ada orang ketiga, pernikahan pasti akan kuat mas." Ucap Alyn.
"Biasanya perempuan kalau di ajak jalan jalan ke luar negeri itu bahagia, nah kamu???" Ujar Arya.
"Ya sudah, mas yang pilih tempat. Aku manut(nurut) saja, soalnya aku nggak tahu tempat yang romantis." Jawab Alyn yang tidak ingin melihat suaminya kecewa.
"Huuuuufffhhh... Aku tahu tempat yang yang bisa membuatmu bahagia???" Arya bernafas lega.
"Di mana?" Tanya Alyn.
"Rahasia." Jawab Arya. Kemudian Arya duduk mencium bibir Alyn dengan lembut lalu menidurkan istrinya itu. Tangannya terus bergerak lincah, kemudian mereka kembali bercinta.
****
Beberapa hari kemudian di malam hari Alyn mengemasi beberapa pakaian dan keperluan lainnya untuk bulan madu, sebab besok pagi adalah jam keberangkatannya.
Arya sendiri tidak mengatakan akan membawa Alyn bulan madu kemana. Alyn sendiri tidak mempertanyakan hal itu, bulan madu di manapun sama saja menurut Alyn. Toh endingnya tetep di atas ranjang.
Ke esokan paginya Arya sudah siap untuk berangkat bulan madu.
Arya sudah siap menunggu Alyn di depan rumahnya dengan bersedekap karena menunggu Alyn yang terlalu lama. Sementara Alyn masih sibuk berhias dan memakai hijabnya. Yah seperti itulah perempuan, untuk bersiap siap membutuhkan waktu yang lebih lama di bandingkan laki laki. Hampir semua perempuan sama, lama untuk berhias, tak terkecuali Alyn.
Beberapa saat kemudian akhirnya Alyn sudah siap dengan baju berwarna hitam dan kerudung berwarna coksu.
*****
Maaf ya Authornya tidak bisa mengedit Foto Alyn dengan bagus. Oya Authornya punya kuis.
Yang bisa menjawab Arya mengajak Alyn jalan jalan (Bulan madu) ke mana saya kasih pulsa?....
Yang menjawab dengan benar pertama kali dapat pulsa 50 ribu.
__ADS_1
Yang dapat menjawab dengan benar ke dua dapat pulsa 20 ribu.
sudah pernah saya kasih kode ya....