
FLASH BACK ON
Pagi hari setelah makan malam dan mengembalikan diary Rani.
Rani sudah selesai bersiap siap untuk berangkat ke cafe miliknya. Dia berjalan menuju pintu. Saat pintu rumah sudah di buka, sudah ada Iqbal berdiri di depan pintu.
"Kau... Mau apa kau kemari?" Tanya Rani.
"Mau mengantar kekasihku kerja."
"Kau benar-benar sudah gila." Ucap Rani.
"Jaga ucapanmu Ran."
"Pergilah. Aku bisa berangkat kerja sendiri." Tolak Rani.
Rani mengunci pintu rumah dan pergi dengan langkah panjang. Seketika Iqbal langsung menggenggam tangan Rani dan menyeretnya. Mau tak mau Rani mengikuti langkah Iqbal sambil berusaha melepaskan tangan Iqbal yang menggenggam tangan Rani begitu kuat. Tapi usaha Rani sia sia. Tangan Iqbal tak kendur sedikitpun.
Iqbal memasukkan Rani ke dalam mobilnya kemudian menyusul Rani masuk ke dalam mobilnya.
Hening beberapa saat. Iqbal melirik Rani.
"Ran aku tidak suka melihatmu cemberut. Aku lebih suka melihat Rani yang ceria." Ujar Iqbal.
"Kau yang membuat aku seperti ini Iqbal. Aku lebih suka Iqbal yang menyebalkan dari pada Iqbal yang egois dan seenaknya sendiri."
"Aku ingin belajar mencintai mu Ran."
"Tata dulu hatimu. Yakinkan bahwa sudah tidak ada Alyn di hatimu, baru belajar mencintai orang lain." Iqbal tak menjawab.
"Apa mau mu Iqbal." Ketus Rani. Iqbal masih diam tak menjawab. "Kau bukan Iqbal yang ku kenal dulu." Lanjut Rani dan Iqbal hanya menghela nafas.
__ADS_1
"Iqbal jawab aku." sentak Rani.
"Maafkan aku Ran. Aku sendiri bingung." Jawab Iqbal. Membuat Rani mendengus kesal.
"Ran aku berjanji akan berusaha melupakan Alyn dan belajar mencintaimu." Ujar Iqbal.
"Dengan catatan asal Alyn bahagia kan. Itu sama juga bohong." Ketus Rani. Iqbal hanya melirik Rani yang sedang merengut.
Sesampainya di cafe Iqbal menarik tas Rani yang dan mengambil kontrak mobil milik Rani.
"Kau itu apa-apaan si Iqbal, kembalikan kontak mobilku." Ujar Rani merengek pada Iqbal.
"Nanti pulangnya aku jemput. Besok aku antar lagi. PP ya Ran. Tresno jalaran Soko kulino." Ujar Iqbal dan berlalu pergi. Membuat Rani geleng-geleng kepala.
"Dari dulu sampai sekarang tidak pernah berubah, selalu seenaknya sendiri. Dasar tukang maksa." Ujar Rani yang sudut bibirnya tertarik ke samping.
********
Sore hari di kantor Iqbal. Suci duduk di kursi lobi kantor. Suci sudah standby menunggu kehadiran Iqbal.
Ketika melihat Iqbal berjalan di lobi bersama asisten sekaligus sopir pribadinya. Suci langsung berdiri matanya mengikuti langkah Iqbal yang melewati lobi.
Ternyata Iqbal jauh lebih tampan dari pada foto foto yang Suci lihat.
"Iqbal permisi aku mau bicara denganmu." Ujar Suci sambil terus mengikuti Iqbal." Tapi Iqbal tidak menjawab, ia terus berjalan tidak menghiraukan Suci.
"Iqbal tunggu. Dengarkan aku dulu." Panggil Suci.
"Maaf nona apa anda sudah membuat janji dengan tuan Iqbal." Asisten pribadi Iqbal menghadang Suci.
Suci terus membuntuti Iqbal tapi Iqbaal tidak peduli.
__ADS_1
"Tidak. Aku tidak memiliki janji dengan Iqbal tapi ada perlu penting yang harus aku sampaikan padanya." Ujar Suci.
Iqbal terus berjalan menjauh dari Suci.
"Alyn butuh bantuanmu Iqbal." Ujar Suci.
Seketika itu dia langsung menghentikan langkahnya dan membalik tubuhnya ke belakang menghadap Suci. BINGGO.
...****************...
Iqbal membawa Suci ke tempat makan Jepang yang memiliki tempat privasi bagi pengunjung.
"Katakan?..." Ujar Iqbal membuka pembicaraan.
"Aku ingin mengajakmu kerja sama." Ujar Suci. Iqbal menaikkan satu alisnya ke atas.
"Aku ingin kau memisahkan Alyn dan Arya. Kau bisa hidup bahagia bersama Alyn dan Aku bisa bahagia bersama Arya." Ujar Suci.
"Apa kau pikir aku mau merusak rumah tangga Alyn?....Tentu tidak.
Kau buang buang waktuku saja." Ujar Iqbal yang langsung berdiri.
"Aku adalah wanita simpanan Arya. Suami Alyn." Ucap Suci membuat geram dan Iqbal duduk kembali di tempatnya memberikan tatapan yang dingin pada Suci.
"Arya juga suka melakukan kekerasan pada Alyn." Ucap Suci.
"Apa kau pikir aku percaya." Tanya Iqbal yang sudah menaikkan satu alisnya ke atas.
Kemudian Suci menyodorkan Video saat dirinya sedang bercumbu dengan Arya. Melihat video itu emosi Iqbal tersulut. Tangan Iqbal sudah mengepal. Dan langsung membanting HP milik Suci. Melihat reaksi Iqbal, Suci teramat senang.
*****
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE KOMENTAR DAN VOTE FAVORIT
maaf ya Authornya sibuk untuk 2hari kedepan ini.