AKU PATUNG BAGIMU

AKU PATUNG BAGIMU
MAKAN MALAM BERSAMA


__ADS_3

POV ARYA


Istriku tercinta masih marah. Dia bersembunyi di balik selimut.


"Sayang jangan marah. Kau di cumbu suamimu bukan orang lain. Aku kan hanya meminta hakkku sebagai suami, kenapa jadi kamu yang marah. Harusnya aku kan yang marah karena sampai saat ini belum dapat jatah darimu." Ucapku yang tak tahu malu.


"Sayang keluarlah. Lagi pula tadi kau juga menikmatinya kan. Tadi kau keenakan kenapa sekarang malah marah. Belum sempat di coblos juga." Ujarku tapi Istri cantikku masih tidak mau menjawab.


"Alyn, ayo keluar lah dan bersiap siap atau ada cumbu season ke dua." Ujarku dengan nada tegas. Ternyata Gertakanku berhasil membuat Alyn keluar dari tempat persembunyian. Dengan wajah merengut dan tubuh yang terbelit selimut Alyn masuk ke kamar mandi.


Aku geleng geleng kepala melihat tingkah dari istri polos ku itu. Aku tersenyum melihat pakaian Alyn berserakan di lantai kamarnya. Hanya sisa satu saja yang belum di buka olehku.


*****


"Kau lancang sekali Iqbal." Bentak Rani. Dada Rani sudah naik turun mengikuti irama nafasnya karena emosi.


"Tenanglah Ran. Kita bisa bicara baik baik." Ucap Iqbal yang masih bersikap tenang menanggapi Rani.


"Kau keterlaluan Iqbal." Rani beranjak dari kursinya dan berbalik pergi namun langkahnya di hadang oleh pengawal sekaligus supir pribadi Iqbal. Rani melangkah ke kanan, pengawal itu ikut ke kanan. Rani melangkah ke kiri, pengawal itu ikut ke kiri. Akhirnya Rani berbalik lagi menghadap Iqbal.


"Apa mau mu?..." Tanya Rani dengan mata nyalang.


"Duduklah." Ucap Iqbal. Rani menuruti permintaan Iqbal.


"Cepat katakan tujuanmu? Aku tidak punya banyak waktu." Ketus Rani yang sangat malu dan geram pada sahabatnya.

__ADS_1


"Jadilah kekasihku Ran." Ujar Iqbal dengan tegas.


"Apa kau pikir aku mau jadi pelarian mu? Diary ini tidak mewakili perasaan ku saat ini. Ku akui dulu aku pernah menyukaimu tapi itu dulu. Dulu saat aku masih di kampung Nelayan. Tapi tidak untuk sekarang." Ucapan Rani yang menggebu gebu malah di balas senyuman oleh Iqbal. Dan itu membuat Rani semakin kesal.


"Ran aku hafal isi diary mu di luar kepala. Aku tahu sebesar apa cintamu untukku. Jika pun ia kau sudah melupakan perasaanmu padaku, hanya butuh di pupuk, dengan mudah cinta itu akan tumbuh kembali." Ucap Iqbal yang masih terlihat tenang tanpa merasa bersalah menanggapi kemarahan Rani.


Rani semakin di buat kesal dan malu. Bisa bisanya Iqbal mencuri dan membaca isi diary itu. Padahal semua perasaan Rani di tuang dalam diary itu. Rasanya Rani sudah tidak punya muka lagi berada di depan Iqbal.


"Kau sudah gila Iqbal." Ketus Rani.


"Beri kesempatan hatimu untuk dapat balasan cinta dariku. Beri aku kesempatan untuk belajar mencintai mu Ran." Ucap Iqbal.


"Cinta itu tumbuh sendiri tanpa bisa di paksa." Ucap Rani tegas.


"Obat patah hati adalah cinta baru. Selain dengan Alyn, Aku hanya merasa nyaman dengan mu. Kaulah orang yang tepat untuk aku cintai selain Alyn." Ujar Iqbal yang masih terlihat tenang walaupun hatinya terluka.


"Braaakkkk." Rani terkejut karena Iqbal yang sikapnya tenang sedari tadi, kini menggebrak meja. Rani hanya bisa mengelus dada melihat tatapan tajam dari Iqbal. Akhirnya Iqbal menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya.


"Sudah ku putuskan kau adalah kekasihku sekarang." Ucap Iqbal dengan tegas.


"Kau tidak bisa seenaknya begitu Iqbal." Tolak Rani.


"Keputusan ku tidak dapat di ganggu gugat." Jawab Iqbal yang masih memberikan tatapan tajam pada Rani. Membuat nyali Rani ciut mengkerut seketika.


Kecamuk di benak Rani.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan nasibku nanti saat kau mengetahui Alyn tak bahagia hidup dengan suaminya. Kau sendiri yang mengatakan akan merebut Alyn dari suaminya jika dia tidak bahagia. Suami Alyn tak setia, apa kau bisa terima itu. Aku sangat mengenalmu Iqbal. Kau tidak pernah main main dalam bicara."


"Bertahun-tahun aku berusaha melupakan perasaan ini iqbal tapi aku tidak bisa melupakanmu. Lalu bagaimana denganmu Iqbal, Apa kau bisa melupakan Alyn, aku rasa tidak. Saat kau tau Alyn tak bahagia dengan suaminya, kau akan kembali pada Alyn. Dan aku akan kembali terluka. Aku tahu seperti apa kau saat menginginkan sesuatu. Kau tidak akan putus asa untuk menggapainya."


"Bodohnya aku, bisa bisanya aku mengikutimu. Apa yang otakku pikirkan. Aku akan hancur saat nanti kau mencampakkan ku." Batin Rani.


"Tok, tok, tok, tok" Suara ketukan sendok di atas meja yang dilakukan Iqbal membuyarkan lamunan Rani.


"kreeekkk." Kini sendok di tangan Iqbal bengkok. Rani memperhatikan Iqbal. Mata Iqbal tertuju ke arah lain di belakang Rani. Rani mengikuti arah mata Iqbal. Benar saja, Iqbal melihat Alyn dan Arya sedang makan malam bersama yang mejanya tak jauh dari meja Iqbal.


Rani dapat merasakan kecemburuan Iqbal pada Arya yang perhatian pada Alyn. Iqbal masih sangat mencintai Alyn tapi meminta Rani jadi obat patah hati untuk Iqbal. Rani tersenyum getir memikirkan nasib cintanya.


Mata Arya menangkap sosok laki laki yang di cintai Alyn, Arya tersenyum jahat melihat Iqbal.


"Sayang... Jangan marah lagi ya...Asal kamu mau memaafkanku nanti kita pulang ke rumah kita." Ujar Arya berharap Alyn mau memaafkannya. Akhirnya Alyn mau menatap Arya.


"Janji ya kita pulang ke rumahmu." Ucap Alyn.


"Bukan rumahku tapi rumah kita." Ujar Arya.


Arya memegang tangan Alyn dan mengecupnya. Lalu Arya beranjak dari tempat duduknya dan berdiri ke belakang Alyn. Arya memegangi kedua bahu Alyn kemudian menyingkap rambut Alyn ke belakang hingga membuat leher jenjang Alyn terekspos dan memperlihatkan bekas kiss Mark di lehernya.


Membuat mata yang sedari tadi memperhatikannya memanas. Alyn yang tak menyadari keberadaan Iqbal masa bodoh dengan sikap Arya asal Alyn bisa kembali ke rumah Arya.


******

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like komentar vote favorit.


selamat menikmati


__ADS_2