Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 100 Tuntutan Gilang


__ADS_3

Seminggu setelah kelahiran bayi nya, Gilang kembali menjalani sidang Mediasi yang ke dua di pengadilan agama. Ayu ke pengadilan di temani pak Gandi selaku pengacara, dan di temani oleh Ibu nya saja. Karena Ayah, sedang ada kesibukan sendiri. Sedang Gilang hanya di temani Ibu nya, masih ada raut wajah sedih dan menyesal di diri Gilang.


Kali ini Gilang tidak kekeh mempertahan kan Ayu, seperti di sidang pertama. Dia lebih di kata kan pasrah, akan keputusan sidang nanti. Sidang Mediasi berjalan cukup cepat kalo kemaren hampir 1 jam, tapi sekarang tidak sampai 30 menit sidang sudah selesai.


Sidang perceraian akan di laksana kan sekitar 2 minggu lagi, Ayu memutus kan untuk menyerah kan semua pada pengacara nya pak Gandi. Ayu cuma mau tau beres saja, ia tidak mau pusing.


2 minggu kemudian Gilang datang ke pengadilan agama, bersama pengacara nya sebut saja nama nya pak Kunto. Di persidangan kepala Gilang tengak-tengok, mencari sosok istri pertama nya.


Pak kunto yang melihat Gilang seperti mencari sesuatu beliau memberanikan bertanya, "apa yang sedang pak Gilang cari?" Gilang yang merasa di panggil nama nya, menengok ke arah pak kunto.


Gilang hanya tersenyum dan menggeleng, "hmm dia tidak datang, padahal aku ingin melihat wajah nya." Gumam Gilang. Pak kunto yang mendengar, sesuatu keluar dari mulut Gilang dengan helaan nafas.


"Apa anda bicara sesuatu tadi?" Tanya pak kunto. Gilang tersenyum dan melambai kan tangan nya, ke pak Kunto. Kemudian Gilang membisikan sesuatu, pada pengacara nya.


Kira-kira begini isi bisikan Gilang ke pengacara.


--Pak pernikahan saya dengan penggugat berjalan selama 3 tahun, bisa tidak sih saya minta harta gono-gini.


Pak kunto hanya menganggukan kepala nya seraya berpikir.


Tidak lama pak Kunto membisikan sesuatu pada Gilang.


--Kita bicara kan nanti dengan Hakim dan jaksa. Gilang mengangukan kepala nya.


Sidang terus berlanjut, dan berjalan dengan lancar. Sidang akan di lanjut kan 2 minggu mendatang, dengan agenda tuntutan tergugat. Pengacara Gilang sudah memberikan beberapa berkas, untuk tuntutan harta gono-gini.


Di antara nya:


Toko Roti Ayu.


Motor yang Ayu beli.


Mobil yang di pake untuk operasional toko.

__ADS_1


Sebidang tanah berukuran 10 x 15 m.


Itu sebagian harta gono-gini yang di minta oleh Gilang.


Gilang mau bercerai asal kan, harta gono gini nya di bagi rata. Tentu pihak Ayu tidak setuju karena di dalam surat tuntutan, Gilang meminta sebagian hasil dari toko roti nya.


Ayu minta naik banding di persidangan berikut nya. Persidangan berikut nya, akan di laksanakan 1 minggu kedepan.


Sebulan telah berlalu sejak Diva melahir kan, sekarang keadaan bayi nya sudah mulai stabil. Dokter juga menyatakan kalo keadaan nya baik terus, kemungkinana dalam waktu 1 minggu bisa pulang. Kabar baik itu di sambut dengan kegembiraan oleh keluarga Diva da Gilang.


Gilang sampai sujud sukur, mendengar berita tersebut.


"Mas." Panggil Diva. Gilang yang merasa di panggil nama nya pun menengok.


"Iya kenapa sayang?" tanya Gilang.


"Nanti kalo sudah pulang kita tinggal di rumah orang tua aku yah."ujar Diva memohon. Gilang menganggukan kepala dan tersenyum. "Terima kasih yah, Mas." Ucap Diva bahagia. "Mas anak kita, belum di kasih nama loh. Mau di kasih nama siapa?" Ujar Diva tersenyum.


"Oh iya belum di kasih nama yah anak kita, sampai lupa aku." Ujar gilang menepuk kening nya dan tersenyum. Diva hanya menganggukan kepala nya.


"Anak kita kan cowo bagai mana kalo Elang gilva pratama." Pendapat Diva.


Gilang menganggukan kepala nya, "bagus juga nama itu, Elang gilva pratama. Oke lah. Nanti kalo sudah pulang ke rumah kita bikin sukuran kecil-kecilan."


Sementara Ayu, sedang sibuk-sibuk nya di toko roti. Di toko sedang banyak pesanan roti manis dan roti tawar, untuk beberapa hotel sekitar.


Sebentar lagi Ayu, akan membuka cabang toko roti nya. Di dekat rumah orang tua nya, di situ terdapat bangunan bekas cafe yang akan di jual. Ayah sudah menawar harga tapi belum deal juga sampai saat ini. Harga yang di tawar kan sekitar 2,2 miliar, sedang Ayu menawar 1,7 miliar. Memang cafe itu letak nya sangat strategis, tepat di depan jalan besar.


Sebenar nya tabungan Ayu belum sebesar itu, tapi dia di bantu oleh Revano sebagai penanam modal. Bisa di bilang join usaha toko roti, karena menurut Revano toko roti yang di kembangkan Ayu mempunyai prospek yang bagus untuk kedepan nya.


Sementara di restoran dan hotel Apus makin banyak pelanggan nya, walau saingan di mana-mana. Para pemilik hotel dan restoran, bersaing secara sportive. Bahkan setiap bulan sekali mereka mengadakan acara penggalanan dana, untuk yang terkena bencana atau untuk santunan anak yatim.


Semua karyawan di makmur kan oleh pemilik hotel dan restoran, maka nya mereka juga royal terhadap pekerjaan nya.

__ADS_1


Gilang dan Diva pulang dari rumah sakit, ke rumah orang tua Diva. Karena ini anak pertama, Diva belum ada pengalaman .


2 minggu setelah pulang dari rumah sakit, Gilang baru mengadakan syukuran. Syukuran di adakan secara besar-besaran, karna ini cucu pertama dari keluarga Diva. Keturunan langsung, dari pemilik PT MEGA JAYA PROPERTY.


Gilang dan Diva sedang melakukan syukuran, kepulangan anak nya dari rumah sakit. Sekarang keadaan baby Elang sudah benar-benar baik, tapi masih tetap harus di tempat yang hangat.


Dari rencana mau di ada kan di gedung, jadi cuma di adakan di rumah dan bertema kan taman terbuka. Di taman itu di hiasi dengan banyak balon berwarna biru, bertulis kan Welcome Home Baby Elang.


Hampir semua kolega datang termasuk Revano, baby Elang tidak di perliat kan pada orang-orang secara langsung. Mereka semua hanya melihat gambar, dan vidio yang terpasang dari layar besar.


Tapi tetap tidak meninggal kan kesan mewah, dan megah nya pesta tersebut. Pesta di ada kan pada sore hari, karena pagi hari nya Gilang harus menghadiri persidangan.


Tututan di tolak mentah-mentah oleh Ayu dan pengacara nya, Ayu juga memberikan bukti-bukti bahwa barang yang di jadi kan harta gono-gini oleh sdr. Gilang adalah milik pribadi Ayu sendiri bukan milik bersama.


Bukti itu di antara nya:


foto copi STNK Motor.


foto copi STNK Mobil operasional toko.


foto copi sertifikat tanah yang di beli sebelum menikah.


Setelah menyerah kan bukti-bukti tersebut, Ayu dan pengacara nya kembali duduk. Gilang menatap Ayu dari jauh, namun Ayu hanya buang muka. Dia merasa kesal sekali, dengan tuntutan yang di ajukan oleh Gilang.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini...


Mohon tinggal kan jejak...



Mampir juga di karya terbaru saya...

__ADS_1


Semoga suka...


__ADS_2