
Minggu pagi wajah Ayu terlihat berseri-seri, terlihat sangat bahagia. Sampai Ayah dan Ibu saja ikut tertular, kebahagian Ayu yang entah Apa. "Yu, ada apa gerangan? Kenapa kamu terlihat, bahagia sekali? Apa doa kamu, sudah terjawab sama Alloh?" Tanya Ayah beruntun.
Ayu mengangguk dan tersenyum manis sekali. "Doa kan ya, Yah. Semoga Ayu tidak salah pilih orang. Dan yang kali ini, benar-benar sayang sama Ayu!" Tegas Ayu dengan nada lembut. Ayah menganggukan kepala dan tersenyum pula.
"Ada apa ini, kenapa Ayah dan Ayu tersenyum begitu? Bagi dong, kebahagiaan nya pada ibu dan Kaka mu Danis." Ujar ibu tersenyum pula. "Ini Bu, Ayu bilang dia sudah dapat jawaban dari doa nya." Ujar Ayah memberitau.
"Oh terus, bagaimana memuaskan atau tidak jawaban dari Alloh?" Tanya ibu penasaran. Ayu menganggukan kepala nya dengan rona merah di pipi nya. Karena malu di tanyai terus oleh Ayah dan ibu nya, akhir nya dia lari ke dapur untuk membuat sarapan.
Selesai sarapan, Ayu mengantar Kalvin untuk les tae kondo dekat Apartemen. Sudah hampir 1 tahun, Kalvin belajar di sana. Guru nya sampai hafal dengan wajah Kalvin, karena sering nya bertemu Kalvin.
***************
Sedang Gilang masih ragu, untuk membuka hasil tes DNA antara baby Elang dan diri nya sendiri. Gilang masih terlalu sayang pada Elang, dia takut kalau misal kan Baby Elang bukan anak nya. Dan bukan tidak mungkin, kalau suatu saat akan di ambil oleh ayah kandung nya.
Tiba-tiba baby Elang mengucapkan kata pertama nya "pa-pa pa-pa." panggil Elang tersenyum. Gilang yang mendengar, Elang berkata pa-pa pun terharu. "Sayang kamu panggil Papa, Nak?" Ucap Gilang bahagia.
Sedang Diva masih saja belum pulang untuk menengok anak nya, yang baru beberapa hari lalu pulang dari rumah sakit. Dia masih saja melayani, hasrat laki-laki hidung belang. Dalam semalam bisa 2-3 orang, yang memakai jasa nya dengan tarif 15-25 juta per malam.
Memang Diskotik tempat Diva bekerja bukan diskotik biasa, diskotik ini pengunjung nya kaum jet set(orang kaya). Hari ber ganti jadi minggu, namun Diva tidak juga pulang. Baby Elang juga, sudah tidak menanyakan ibu nya lagi. Gilang juga sudah tidak terlalu memperdulikan mau Diva pulang atau tidak.
****************
Hari ini Revano akan terbang lagi ke Singapura, dia mau mendengar keputusan Ayu tentang lamaran yang tempo hari. "Semoga jawaban Ayu tidak mengecewakan." Ucap nya dalam hati. Revano terbang siang hari, biar sore nya sudah sampai di Apartemen untuk menemui Kalvin. Sesampai nya di bandara singapura, Revano dan bobi tidak sengaja bertemu dengan relasi bisnis nya yang sedang liburan.
Mereka berbincang sebentar di cafe bandara, hanya untuk membicara kan sedikit kerja sama yang mereka jalin. Sekitar 15 menit, semua barang-barang sudah selesai di periksa. Semua barang yang Revano bawa aman semua, tidak ada benda yang berbahaya. Setelah itu Revano pamit, untuk pergi terlebih dahulu kepada relasi nya.
Sesampai nya di depan pintu Apartemen, Revano memencet bel rumah.
__ADS_1
Ting...tong.
Ting...tong.
"Ada tamu, siapa yah?" gumam Ayah Ayu. Pintu pun di buka dari dalam Ceklek... Ceklek. Pintu terbuka sempurna, Ayah Ayu menyambut Revano di depan pintu.
"Yah, apa kabar?" Tanya Revano tersenyum.
"Alhamdulilah baik, Nak. Bagaimana dengan kabar, kamu?" tanya Ayah Ayu tersenyum pula.
"Kabar aku alhamdulilah baik juga, Yah. Kalvin ada dimana, Yah?" Tanya Revano. Tidak berselang lama dari pintu kamar Kalvin memanggil Papih nya.
"Papih, lama banget baru kesini. Kalvin kangen tau sama papih." Rajuk manja Kalvin. Dari kamar juga terdengar suara baby Agesta, yang kebetulan belum di ambil oleh orang tua nya.
"Apih, atu tanen. Au pyuk." Ujar baby Agesta manja. Kalvin yang dasar nya usil sama Agesta pun, tidak tinggal diam. Dia sengaja memeluk papih nya dengan erat, sambil memelet kan lidah nya pada Baby Agesta.
Saat baby Agesta mau di gendong oleh papih, Kalvin kembali memeluk papih nya maka nangis lagi lah si baby. Itu akan berlanjut sampai Ayu memberi peringatan pada Kalvin.
"Abang sudah dong jangan jahil sama Ade nya, tidak kasihan Ade nya nangis begitu?" Tanya Ayu memperingat kan.
"Iya Mom, maf habis seru ngejailin si baby." Ujar Kalvin tersenyum. Sedang Revano hanya tersenyum, melihat kejailan anak semata wayang nya. Revano sekarang sedang menggendong Baby Agesta, dia memeluk erat Revano sambil memelet kan lidah nya pada Kalvin.
Baby Agesta seakan membalas Kalvin yang jail, Ayu yang melihat itu hanya menggeleng kan kepala nya. "Baby, sudah yuk mandi dulu. Papih nya cape biar istirahat dulu, nanti main lagi." Ujar Ayu merayu Agesta.
Baby Agesta melonggar kan pelukan nya, dan beralih ke memeluk Ayu. "Kalvin, mandi bareng papih yuk." Ajak Revano tersenyum.
"Tidak mau ah, Pih. Aku kan sudah besar, sudah bisa mandi sendiri." Ujar Kalvin tersenyum.
__ADS_1
"Ya sudah kalo begitu, mandi yang bersih. Jangan lupa gosok gigi nya biar wangi." Ujar Revano mengingat kan.
"Baik, Bos laksanakan." Ujar Kalvin memberi hormat.
"Nak Revano, istirahat dulu kan cape baru sampai sini. Yu, kamu bikinin Revano teh atau kopi." Ujar Ayah.
"Baik, Yah. Ini sedang di bikin, mungkin sebentar lagi selesai." Ujar Ayu.
Minuman dan cemilan sudah terhidang di atas meja, Ayu segera bersiap mandi sore. Sebentar lagi semua anggota keluarga, akan makan malam di luar. Hari ini Ayu akan memutus kan pilihan nya, apa akan menerima atau akan menolak lamaran Revano.
Semua sudah siap untuk berangkat ke restoran, yang sudah di booking oleh Revano sore tadi melalui on line. Mereka ke restoran menggunakan 2 mobil, sesampai nya di restoran mereka di arahkan ke lantai atas.
Revano memesan restoran, yang mempunyai Roof toof dengan pemandangan kota tempat mereka tinggal. Sebelum Revano menanyakan keputusan Ayu, mereka terlebih dulu memesan makanan.
Tidak lama berselang makanan yang di pesan datang, mereka memakan dengan lahap. Sesudah itu makanan penutup datang, mereka juga memakan nya sambil berbincang santai. Tiba-tiba Revano, kembali mengutaraka isi hati nya.
"Ayu, di hadapan Orang tua kamu dan semua keluarga mu. Aku kembali melamar mu untuk menjadi istri ku dan ibu dari anak ku. Apakah kamu bersedia, untuk iti semua?" Tanya Revano.
Sebelum menjawab, ayu menengok orang tua dan kakak nya. Setelah itu ia menarik nafas dalam dan menghembuskan nya, Ayu menganggukan kepalanya tanda setuju untuk di peristri oleh Revano.
Bersambung...
Alhamdulilah akhir nya Kalvin punya ibu yang baik dan sayang.
Terima kasih atas dukungan nyavuntuk karya ini..
Semoga suka dengan semua karya Autor.
__ADS_1
Mohon tinggal kan jejak di karya ini.