Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 115 Penyesalan


__ADS_3

Setelah acara lamaran dadakan semalam, Revano dan Ayu menjadi kikuk. Mereka canggung, satu dengan yang lain. Semalam Ayu sudah membicara kan lamaran Revano dengan orang tua nya, mereka sangat setuju. Sekarang tinggal Ayu meyakin kan hati nya, dan memperkuat mental nya untuk memiliki suami lagi.


Setelah selesai sarapan, Revano dan pengawal nya pun pamit pulang. "Kalvin, papih pulang yah. Kamu jangan nakal, jagain Mommy yah. 1 minggu lagi, papi ke sini." ujar Revano tersenyum senang.


Revano juga pamit, pada calon mertua nya. "Ayah, ibu, Revano pamit yah. Saya titip Kalvin, terima kasih." Ujar Revano Tersenyum tipis, sambil menyalami kedua nya.


"Iya Nak Revano, hati-hati yah di jalan." Ujar Ayah, sambil menyambut uluran tangan nya. Terakhir Revano berpamitan pada calon istri nya. "Yu, aku pamit yah. Aku tunggu jawaban nya 1 minggu lagi, aku terima semua keputusan mu dengan lapang dada." Ujar Revano pasrah.


Ayu menganggukan kepala nya. "Iya Mas, hati-hati di jalan. Aku akan kasih jawaban, sesuai jawaban dari Alloh." ujar Ayu tersenyum manis. Revano menganggukan kepala nya.


Pada saat Revano sampai pintu depan, di situ sudah ada Danis dan keluarganya juga ada baby Agesta. "Pih.. Pih, ndong." Panggil Agesta pada Revano sambil mengulurkan tangan. Revano yang yang di panggil pun tersenyum.


"Eh anak cantik, mau apa? Mau gendong. Sini tapi sebentar saja yah, papi mau berangkat ke bandara." Ujar Revano sambil mengulur kan tangan nya, pada baby Agesta. Baby Agesta yang sudah di gendong, oleh Revano pun memeluk erat.


"Pih, baban na." Ujar Agesta. Revano yang tidak tau Agesta bicara apa, pun bertanya pada melalui kode mata sama Danis(calon kakak ipar nya). "Baby Agesta tanya Abang Pih di mana." ujar Danis. Sedang Agesta menganggukan kepala nya.


Revano, hanya ber oh ria. "Babang Kalvin, ada di dalam sedang tidur. Sana Baby Ages, bangunin." Ujar Revano tersenyum.


"Danis, ini Baby Agesta. Saya mau berangkat ke Bandara, takut ketinggalan pesawat." Ujar Revano. Danis, menganggukan kepala nya tanda mengerti.


"Ayo sini, sayang sama papa. Papih nya mau berangkat ke Bandara, nanti telat loh." Ujar Danis mengulurkan tangan pada Baby Agesta.


Baby Agesta hanya menganggukan kepala nya dan menerima uluran tangan dari Ayah nya. "Ayo salim dulu, sama papih nya babang." ajak Danis. Baby Agesta yang mengerti apa yang di maksud oleh papa nya. Dia mengulurkan tangan, untuk berjabat tangan dengan Revano.

__ADS_1


Setelah itu, Revano langsung meluncur ke Bandara. Revano menunggu di bandara hampir 1 jam, pesawat akan terbang pukul 10 pagi.


**************


Sekarang Baby Elang sedang dalam masa pemulihan, pasca jatuh kemarin. Sampai sekarang, Diva tidak bisa di hubungi juga. Sudah hampir 5 hari, Diva tidak kasih kabar. Dan selama itu pula, Baby Elang Gilang yang mengurusi.


Di saat seperti ini, Gilang baru teringat sama Ayu. Dulu Ayu bisa mengerjakan semua pekerjaan, dari mulai membuka warung sampai membersihkan rumah. Ayu juga telaten mengurusi ibu yang sedang sakit, semua kemauan nya di turuti tanpa mengeluh.


Gilang merasa menyesal, dulu telah menyia-nyiakan Ayu. Dia tidak pernah marah, yang benar-benar marah. Mau di kasih uang berapa pun ia terima, tanpa mengeluh kurang. Seandai nya waktu bisa di putar, saya tidak akan pernah menghianati nya.


Tiba-tiba Baby Elang menangis, dan itu membuat kesadaran nya kembali lagi. Memang penyesalan datang terlambat, seperti aku yang sekarang. Sekarang bagaimana keadaan Ayu, apakah dia sudah menikah lagi.


Sudah 2 tahun, semenjak sidang perceraian terdahulu. Aku cuma beberapa kali ketemu, dan pertemuan terakir kita. Waktu itu, ketemu di depan toko roti yang dia kelola dari nol. Setelah berpisah dengan ku, Ayu terlihat lebih cantik dan seksi. Tidak seperti dulu pas bersama dengan ku.


Sekarang Angga dan istri nya, sudah tidak tinggal di dekat dengan ibunya lagi. Diva dan istri Angga setiap hari bertengkar, entah apa yang mereka perebutkan.


Andre sekarang mengemban amanat, untuk mengelola semua toko roti milik Ayu. Beruntung Andre orang yang jujur, gaji andre paling besar di antara yang lain. Semua sudah ada 3 cabang toko roti. Setiap hari, Andre mengirim email pemasukan dan pengeluaran toko.


Andre juga, sudah menikah dengan salah satu karyawan toko roti. Dia juga sudah memiliki anak berusia 6 bulan, dengan jenis kelamin laki-laki yang di beri nama baby Al fahreza Robiul Fatah.


**************


Revano baru saja mendarat di bandara Soekarno-Hatta, beliau langsung menuju ke kantor nya. Rapat yang harus nya berlangsung pukul 8 pagi, di undur jadi pukul 10 pagi. Dari pukul 9.30 ruang rapat telah siap, dan semua peserta rapat pun sudah berdatangan.

__ADS_1


Revano memasuki ruang rapat pada pukul 10.10 pagi, mereka membahas tender yang akan di adakan 4 bulan lagi. Di kabar kan, akan banyak perusahaan besar yang mengikuti tender tersebut.


Perusahaan Revano juga termasuk perusahaan besar, yang pantas di perhitungkan untuk memenang kan tender tersebut. Namun persaingan sangat ketat sekali.


Sedang Ayu memikirkan baik buruk nya lamaran Revano tempo hari. Kalvin terlihat lebih bahagia, setelah lamaran Revano. Ayah dan ibu menyerah kan semua keputusan pada Ayu, karena menurut mereka Ayu sudah dewasa. Dia bisa menentukan mana yang baik, dan mana yang buruk untuk diri nya sendiri.


Ayu sudah melaksana kan sholat tahajud selama 2 hari, namun belum menemukan jawaban nya. Di dalam mimpi Ayu, wajah laki-laki tersebut tidak terlihat begitu jelas.


Di hari berikut nya juga sama, wajah laki-laki itu tidak jelas. Namun di mimpi kali ini di dalam sholat kami, terdapat anak kecil di antara kami. Anak itu tersenyum lembut pada Ayu, setelah itu Ayu terbangun saat adzan subuh berkumandang.


Di malam berikut nya, Ayu kembali melaksanakan sholat tahajud. Di mimpi itu sudah mulai terlihat jelas, wajah laki-laki tersebut. Mereka memeluk dan mencium pipi Ayu, dan itu terasa nyata di rasa kan oleh Ayu.


Di malam terakhir setelah sholat tahajud, Ayu melihat dengan jelas wajah orang itu. Di mimpi itu Ayu melihat orang tersebut mengimami nya sholat, dan di depan nya juga ada seorang anak kecil yang ikut sholat.


Setelah itu ayu terbangun, dengan senyum yang mengembang di bibir nya. Sampai Ayah nya bertanya, kenapa dari pagi anak tersayang nya senyum-senyum sendiri.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini...


Mohon dukungan nya untuk Karya ini...


__ADS_1


Hai gaes mampir juga di karya Autor yang lain nya. Terima kasih.


__ADS_2