Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 112 Pindah Apartemen


__ADS_3

Ayu memeluk Kalvin sampai agak tenang, baru melepas kan nya. Ayu mencium pipi dan kening Kalvin, dan mengajak untuk sarapan bersama.


"Sayang, lapar tidak?" Tanya Ayu sambil tersenyum. Kalvin menganggukan kepala nya.


"Iya Mom, aku lapar sekali. Kalvin, mau makan di suapi sama Mom yah." Ujar Kalvin memohon.


"Oke Mom tadi masak nasi goreng, kamu mau tidak. Atau mau makan yang lain, sayang?" Tanya Ayu tersenyum tulus.


"Nasi goreng aja, Mom. Tapi mau sama telor mata sapi setengah mateng 2 ya, Mom." Ucap Kalvin tersenyum tulus.


"Baik lah, Mom goreng telor nya dulu. Kamu tunggu sini." Ujar Ayu memperingati.


Ayu pergi kedapur, tidak lama Ayah keluar dari kamar dan mendapati Kalvin sendirian di ruang tamu. "Sayang kamu sendirian, di mana Mom?" Tanya Eyang Kung.


"Ada, tuh lagi di dapur Kung. Lagi goreng telor mata sapi untuk Aku." Ujar Kalvin tersenyum.


Tidak lama kemudian, Ayu datang dari dapur membawa telur mata sapi setengah matang. "Yu, goreng telur buat siapa saja? Banyak banget gorenga nya?" Tanya Ayah Ayu.


"Tidak banyak ko, Yah. Cuma goreng 6 butir, 2 untuk Kalvin sisa nya untuk kita makan." Ujar Ayu tersenyum. Ayah menganggukan kepala nya.


"Ibu, mana Yah? Ayo, kita sarapan sama-sama." Ajak Ayu.


"Bu.. Ibu, ayo sarapan dulu." panggil Ayah dari ruang makan. Ibu yang mendengar Ayah memanggil nya, segera menghampiri nya.


Setelah sarapan, mereka berbincang di ruang tamu. Tidak lama kemudian, Revano datang dan memeluk Kalvin. "Sayang, apa kamu sudah baik-baik saja?" Tanya Revano sedih.


"Aku tidak apa-apa, Pap. Aku baik-baik saja, apa lagi ada Mom di sini." Ujar Kalvin tersenyum.


Revano sangat bersyukur, sekarang Kalvin sudah baik-baik saja. "Alhamdulilah Ya Alloh, anak hamba sudah membaik." Ucap nya dalam hati.


Tadi pagi sekali Revano sudah membicarakan sama Ayu dan orang tua nya, kalau Revano akan menitip kan Kalvin di sini sampai dia pulih. Revano juga akan membiayai semua kebutuhan mereka, selama di singapura. Ayu dan keluarga nya, di minta menempati apartemen yang di miliki oleh Revano.

__ADS_1


Supaya Tidak menyewa apartemen di situ, sebenar nya Ayu dan keluarga nya menolak untuk menempati nya karena tidak enak. Namun Revano tidak terima penolakan, jadi mau tidak mau harus menerima nya.


Dengan berat hati Ayu dan keluarga nya menerima untuk tinggal di aparemen Revano, di lantai 8 kamar nomer 12. Dan tidak di sangka kamar Apartemen milik Revano, satu lantai di atas Apartemen milik Danis kaka nya.


Di kamar itu terdapat 1 ruang tamu, 3 kamar tidur, 3 kamar mandi, dan 1 dapur. Semua kamar berukuran sama, kamar depan di isi oleh Revano kalau sedang ada di singapura. Kamar tengah dan belakang, hanya terpisah kan ruang makan.


Kamar tengah di tempati oleh Ayu dan Kalvin, sedang kamar yang belakang di tempati orang tua Ayu. Di sini semua kebutuhan telah tercukupi, isi lemari pendingin penuh.


Tidak berapa lama, Danis menelon. Dia, menanyakan kemana mereka pergi.


"Halo Yu, kamu, Ayah dan ibu pergi kemana?" tanya Danis khawatir.


"Halo iya ka, maf Ayu, Ayah dan Ibu pindah di lantai 8 kamar nomer 12. Kaka kesini saja, kalo mau ketemu Ayah dan ibu." Ujar Ayu memberitau.


"Kenapa pindah tidak bilang sama, kaka? Dan bukan kah, itu kamar pemilik Apartemen ini." Tanya Danis.


"Ini kamar teman, Aku. Dia suruh kita tempati kamar ini dari pada menyewa." Ujar Ayu menjelas kan.


"Iya ka." Ujar Ayu. ketika telpon akan di tutup, tiba-tiba terdengar suara Kalvin berteriak histeris. Mom.. Mom.. Tolong, aku takut. teriak Kalvin dalam tidur nya.


Ayu yang mendengar teriakan nya Kalvin, buru-buru menghampiri nya. "Sayang, kamu tidak apa-apa." Ucap Ayu khawatir, sambil memeluk Kalvin erat.


Saat di hampiri ternyata Kalvin masih memejam kan mata nya, dengan keringat mengalir. Karena rasa takut, yang di rasa kan sampai terbawa mimpi. Ayu memeluk erat Kalvin sampai di tenang.


Ayu menghela nafas, dia merasa iba dengan kondisi Kalvin yang masih dalam lingkaran trauma nya. "Bagaimana cara nya, supaya kalvin tidak merasa ketakutan terus menerus?" Tanya Ayu dalam hati nya.


*********


Setelah salah satu perusahaan yang di kelola Ayah Diva gulung tikar, Gilang berpindah tempat kerja ke perusahaan yang di kelola paman Diva sebut saja paman Jaka. Paman Jaka adalah seorang duda beranak 2, umur nya baru 35 tahun.


Jaka anak bungsu dari 4 bersaudara, Ayah Diva anak pertama, umur Ayah diva dan Paman Jaka selisih sekitar 15 tahun. Jaka juga, kaka tingkat di campus dulu Ayu menimba ilmu.

__ADS_1


Keadaan ibu Nur juga sangat memprihatin kan, beliau sakit tidak ada yang benar-benar mengurusi nya. Diva yang sementara tinggal di situ, juga tidak mau mengurusi nya. Diva dari kecil sudah di manja, semua ke mauan nya di turuti oleh orang tua nya.


Sebenar nya Diva tidak bisa hidup susah, tapi demi bisa membuktikan pada orang tua nya. Diva mencoba dan bertahan demi Gilang dan Baby Elang.


Sidang Karen sudah selesai, ia di hukum 2 tahun 8 bulan penjara dengan di kenakan denda sebanyak Rp 50 juta rupiah.


Itu sesuai dengan pasal 406 KUHP yang menyatakan barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum, melakukan perbuatan menghancurkan, merusakan, membuat tidak di pakai lagi, atau menghilangkan sesuatu barang yang sama sekali atau sebagian nya kepunyaan orang lain di hukum penjara selama-lama nya 2 tahun 8bulan atau denda sebanyak-banyak nya Rp 4.500 rupiah.(sumber Google) mohon di koreksi jika ada yang salah.


***********


Malam hari nya, ka Danis menyambangi Apartemen yang sekarang di tempati oleh Adik dan kedua orang tua nya. Sesampai nya di sana, Danis bertemu dengan Kalvin. Dia sedang duduk bersenda gurau dengan orang tua nya.


"Yang kung, Kalvin mau tinggal sama Mom yah." Ujar nya dengan semangat dan tersenyum manja.


"Iya boleh sayang, tapi nanti kalo sudah di khitan Kalvin harus tidur sendiri." Ujar Ayah Ayu menasehati.


"Ayah, ini siapa? Kelihatan nya akrab sekali dengan, Ayah dan ibu juga Ayu?" Tanya Danis serius.


"Oh sini Nis, ayah kenal kan ini nama nya Kalvin. Dia anak teman Ayu, pemilik Apartemen ini." Ujar Ayah memperkenal kan.


"Sayang Kalvin kenalin ini nama nya Om Danis, beliau kaka nya Mom. Sini salim dulu sama Om." Ujar Ayah ku memberi nasehat.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini...


Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini dengan cara like, komen, ikuti, vote, saran, kritik dan Gifh.



Mampir juga di karya lain Autor yah.

__ADS_1


Terima kasih🙏🙏🙏😘😘😘


__ADS_2