
Pak Tukang mengajukan diri nya, "Saya juga bisa Bu bikin kue/roti manis. Saya pernah kursus bikin roti manis sama bikin kue tradisional. kalo ibu tidak percaya bisa di buktikan."
"Baik kalo begitu, 2 hari lagi kamu datang lagi kemari untuk membuktikan ucapan kamu. saya kasih kamu kesempatan 1 kali, semoga kamu tidak mengecewakan saya." ucap Ayu.
"Baik Bu, terima kasih atas kesempatan nya. Akan saya buktikan Bu." ujar Pak tukang dengan semangat.
"Oh iya, kamu nama siapa pak dan rumah nya dimana?" tanya Ayu.
"Nama saya Andre, Bu. Saya tinggal di sekitar sini." ucap Andre(pak tukang).
Tidak lama kemudian ada mobil pengantar barang datang untuk mengantar kan peralatan bikin kue/roti.
Para Karyawan toko yang mengantar kan barang pesanan Ayu, pun menurun kan nya dengan di bantu 2 tukang tadi. Setelah semua barang di turun kan, Ayu memberi sedikit tips pada karyawan tadi.
Hari sudah mulai sore, Ayu bergegas pulang dengan sepeda motor nya yang baru di beli tadi. Bukan motor baru, tapi motor setengah pake yang penting masih bisa jalan.
Sesampai di rumah, Ibu sudah duduk di teras rumah dan memperhati kan motor yang Ayu pake. Karena penasaran ibu bertanya.
"Motor siapa Yu, yang kamu pake?" tanya Ibu kepo.
"Motor saya bu, baru beli tadi di tempat jual beli motor bekas. yang penting masih bisa jalan." ucap Ayu merendah.
"Ko beli nya yang bekas Yu, kenapa tidak yang baru sekalian. Uang kamu kan banyak, beli saja yang baru." sindir Ibu. Sedang Ayu hanya tersenyum saja.
Tidak lama kemudian, Gilang keluar kamar karna mendengar suara lantang ibu nya. Dan Gilang, sedikit terkejut melihat motor yang terpakir sebelah motor nya. Motor Ayu, walau pun setengah pake tapi kondisi nya masih sangat terawat. Beda jauh dengan Motor Gilang.
"Kamu, pake motor siapa Yu? bagus sekali motor nya?" tanya Gilang.
"Ini motor ku, Mas. Kenapa memang nya?" tanya Ayu tersenyum.
"Tidak apa-apa! kamu beli motor. tidak izin dulu pada ku sih, Yu." ujar Gilang sedikit tersinggung.
"Aku sudah izin ko, kamu bilang terserah saja. Sekarang malah kaget aku beli motor." gerutu Ayu.
__ADS_1
Karena lelah seharian Ayu berlalu pergi kekamar nya, untuk mandi dan ganti baju. Setelah itu Ayu makan malam sendirian, Ibu dan Gilang di tanyain mau makan apa tidak jawab nya nanti saja belum lapar. Memang sih jam baru menunjukan pukul 18.30 sore.
Selesai makan Ayu kembali ke kamar nya, untuk merekap pengeluaran beli semua barang-barang tadi. Dia mentotal semuanya, berpikir apa lagi yang kurang selain meja dan kursi. Tiba-tiba terlintas sebuah ide bagai mana kalo bekerja sama dengan tetangga sekitar apa bila dapat banyak pesanan.
Tidak lama kemudian Gilang membuka sedikit pintu kamar, Gilang lngin tau apa yang sedang di laku kan oleh Ayu. Sehingga dari luar kamar tidak terdengar bunyi apa-apa. Dan yang di lihat Gilang, hanya Ayu yang duduk terdiam di kursi depan meja rias. Entah apa yang di pikir kan Ayu, Gilang juga tidak tau.
Karena penasaran apa yang di lakukan istri nya, akhir nya Gilang tidak lagi mengintip dari celah pintu melain kan masuk ke kamar.
"Yu, kamu tidak apa-apa? kenapa diam saja, apa ada yang kamu pikir kan?" tanya Gilang penasaran dengan kediaman Ayu sejak tadi.
Ayu hanya melirik Gilang sebentar, setelah itu Ayu terdiam kembali. "Yu, Mas tanya ko tidak di jawab. Kamu marah gara-gara aku tidak bantuin kamu di ruko itu. Mafin aku, Yu. Aku benar-benar capai banget hari ini." Sedang yang di ajak bicara hanya diam membisu, tak merespon apa-apa.
Tidak lama kemudian Ayu tersentak kaget saat Gilang menyentuh bahu nya. "Mas, kenapa sih ngagetin aku." sentak Ayu. Sedang Gilang hanya terbengong saja, melihat reaksi Ayu yang kaget melihat diri nya sudah ada di sisi nya.
"Yu, kamu tidak apa-apa. Aku sudah dari tadi di sini, kamu yang di ajak ngobrol malah diam saja tak merespon ke beradaan ku. Seakan kamu tidak berada di sini." ujar Gilang bingung.
Hari sudah semakin malam, mereka berdua istirahat di kamar.
Ke esokan hari nya...
Gilang mencari sarapan di sekitar kantor nya. Di seberang jalan ada yang jual Nasi uduk, Ketoprak, Opor Ayam, dan masih banyak yang lain nya. Dan pilihan jatuh pada Ketropak, Karena Gilang jarang memakan nya.
Ketika sedang makan, ada yang menepuk bahu Gilang dari belakang.
"Heh makan sendiri saja, ngajak-ngajak kek." ujar Rudi dari belakang Gilang. Gilang menoleh dan tersenyum. "Kira in siapa Rud, sampai kaget saya. Sini kalo mau sarapan duduk bareng aku." ujar Gilang.
Selesai sarapan Gilang dan Rudi masuk ke kantor nya, karena jam sudah menunjukan pukul 8 pagi.
Di rumah Gilang...
Seperti biasa Bu Sumi dan Bu Susi, pagi sekali sudah sampai di rumah. tapi tumbenan Bu Sumi mengajak anak nya yang kecil baru berusia sekitar 3 tahun.
"Maf Bu Ayu, saya membawa anak saya. karena tumbenan anak saya tidak mau bersama nenek nya." ujar bu Sumi.
__ADS_1
"Iya tidak apa-apa bu Sumi, yang penting tidak rewel di sini." ucap Ayu tersenyum ramah pada anak Bu Sumi.
"Dede nama nya siapa?" tanya Ayu pada anak nya bu Sumi.
"Atu nama na cipa." ujar Silfa dengan khas cadel anak batita.
"Oh cipa nama nya. butan tate, tapi cipa tate, iya-iya." Ayu melirik Bu Sumi dan mengkode dengan gerakan bibir nya untuk menanyakan siapa nama anak nya.
Bu, Siapa nama anak nya?" bisik Ayu.
"Silfa bu." bisik bu Sumi juga, biar tidak kedengaran oleh anak nya. Ayu hanya menganggukan kepala nya.
"Silfa sudah makan apa belum?" tanya Ayu.
"Belum tate, nati mama beyiin yoti utuk cipa di wayung." ujar Silfa.
"Kenapa Silfa mau nya roti? kenapa tidak makan nasi saja biar kenyang." ucap Ayu penasaran.
"Cipa ndak mau naci tate, kayo padi cipa mam na yoti" ujar Silfa menjelas kan.
Setelah meminta izin pada Bu Sumi, Ayu membawa Silfa joging ke taman dekat rumah yang hanya berjarak sekitar 500 meter.
"Silfa mau main prosotan atau ayunan." tawar Ayu.
"Cipa, mau main pyocotan duyu bayu main ayunan tate. Tate toyong pedangin cipa ya tatut dhatoh tate." Ujar Silfa dengan bahasa cadel nya.
"Iya tante pegangin biar tidak jatuh." ucap Ayu sambil tersenyum.
Setelah cape bermain, Silfa akhir nya mau di ajak pulang ke rumah. dan di tengah jalan Ayu membelikan balon nitrogen dan permen kapas untuk Silfa dan diri nya sendiri.
Sesampai nya di rumah, makanan sudah siap di meja makan. Ibu sudah berada di meja untuk sarapan.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih untuk yang sudah dukung karya ini...
Mampir juga yuk di karya ku Chat story yang berjudul (Dia sahabatku).