Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 22 Tega kamu, Mas (masih flesback)


__ADS_3

Mohon dukungan nya besty untuk karya ini


*****************


Hari ini keadaan Ayu sudah membaik, Gilang berusaha berbicara pada Ayu.


"Ayu, bisa tidak masalah ini jadi rahasia kita berdua saja" ucap Gilang dengan nada lirih hampir berbisik.


Tapi Ayu dapat mendengar dengan jelas.


"Apa maksud kamu Mas bicara begitu?" ucap Ayu dengan wajah datar nya.


"Iya Yu, Mas tidak mau ibu kepikiran dan jatuh sakit." ucap Gilang dengan nada rendah.


"Oh mas lebih tega Ayu jatuh sakit dari pada ibu" ujar Ayu menohok Gilang.


"Bukan begitu maksud nya Yu, lagi usia kandungan mu juga baru 7 minggu tidak ada yang tau kan kalo kamu hamil?" tanya Gilang.


"Maksud kamu Aku suruh ngelupain kalo pernah ada janin dalam rahim ku begitu" ujar Ayu dengan nada tinggi.


Ayu kamu tenang dong, jangan begini. Maksud aku biar kita berdua saja yang kenang janin itu. ujar Gilang.


Maf Mas, Ayu tidak bisa menyembunyikan ini semua dari semua orang." ujar Ayu sambil menangis.


"Tidak pokok nya kamu harus diam saja jangan beritau orang tua kita kalo kamu keguguran" ujar Gilang dengan nada tinggi.


Ayu hanya diam tidak mau mendengar ucapan suami nya yang mulai dengan teriakan nya.


"Apa kata orang tua kamu, nanti di kira aku tidak bisa jaga kamu" ujar Gilang masih dengan teriakan nya.


Terserah kamu Mas saya pusing mendengar teriakan mu." ucap Ayu.


Dalam hati Ayu berkata "Tega kamu mas pada ku".


Ayu terus saja menangis jika mengingat janin anak nya.


"Maaf kan Mas, Yu" ucap Gilang dengan wajah memelas.


"Maaf kamu bilang, aku masih sedih karna kehilangan janin anak kita hiks... hiks" teriak Ayu histeris di depan Gilang.


"Kamu tenang dong Yu, bukan maksud aku begitu" ujar Gilang sedih.

__ADS_1


Melihat istri nya begitu berantakan dengan mata sembab karna terus-terusan menangis.


Di rumah...


Ibu tidak tenang di rumah memikir kan keadaan Ayu, sudah tiga hari di puskesmas belum juga pulang, lebih baik ibu kesana nanti setelah tutup warung.


Warung tutup lebih cepat dari biasa nya.


"Bu Nur tumben warung tutup lebih cepat?" tanya bu Siti.


"Iya nich bu, saya mau ke puskesmas jenguk Ayu." ucap ibu sambil tersenyum.


"Boleh bareng tidak bu" ujar Bu Siti.


"Maaf bu bukan nya ngga mau bareng tapi saya lagi buru-buru." ujar ibu.


Ibu menghubungi paman Marno, supaya mengantar kan ke puskesmas tempat Ayu di rawat.


Selang satu jam paman Marno baru mengantar kan ibu ke tempat Ayu di rawat.


Di puskesmas...


Ayu sangat berantakan, pandangan nya kosong, sekarang lebih banyak diam tidak seperti dulu yang ceria.


Mereka menuju kamar rawat Ayu, Gilang sudah menunggu di depan ruang perawatan Ayu.


"Gilang bagaimana keadaan Ayu?" ucap ibu


"Sudah lebih baik sih bu" ucap Gilang


"Istri mu manja banget sih Lang, kecapaian aja di rawat lama" ucap Paman Marno.


Ayu di dalam mendengar apa yang di kata kan paman, sakit sungguh perasaan Ayu.


Pintu di buka dari luar Ayu memejam kan mata pura-pura tertidur biar bisa menekan emosi nya.


Jam besuk pun habis semua yang mengunjungi pasien di suruh keluar ruangan.


Pagi hari nya Dokter memeriksa tensi dan suhu badan Ayu dan memutuskan pasien sudah boleh pulang dan rawat jalan.


Dokter juga mengatakan untuk banyak istirahat jangan terlalu cape.

__ADS_1


Sebelum pulang Gilang mengingat kan untuk merahasia kejadian ini.


Tanggapan Ayu hanya diam sambil memicing kan mata nya.


Ayu berkata "terserah kamu saja Gilang yang pasti saya tidak akan melupakan semua Rasa sakit ini sampai mati."


Dokter sudah mengizinkan Ayu pulang dengan anjuran bedres(istirahat total).


Sampai di rumah...


"Mas tolong jangan ganggu saya dulu, saya ingin sendiri" ucap Ayu dengan nada datar.


"Tidak bisa begitu dong Yu, ibu juga butuh bantuan buat jaga warung dan bebersih rumah. jangan egois kamu hanya mementingkan diri sendiri" sarkas Gilang.


"Mas kamu kan tau sendiri saya di suruh bedres untuk mempercepat pemulihan oleh Dokter." ujar Ayu dengan nada rendah.


"Ya sudah tapi jangan lama-lama Ibu juga butuh bantuan mu" ujar Gilang.


"Mas sebenar nya aku ini istri kamu apa pembantu keluarga mu" ucap Ayu dengan nada rendah.


"Kamu ko bicara begitu Yu." ucap Gilang dengan emosi


"Sekarang saya tanya sama kamu, kalau aku istri mu, kamu seharus nya bisa melindungi ku, setiap keluarga kamu memojokan ku, bukan malah membela keluarga kamu." ucap Ayu sarkas dengan nada serendah mungkin.


Gilang hanya diam membisu mendengar semua perkataan Ayu.


Memang begitu lah Gilang di saat terpojok dan merasa bersalah dia diam, tapi kalo dia merasa benar maka akan selalu memojokan ku.


****************************


Bersambung...


*****************************


bener bener Gilang bikin greget dah...


***************************


Mohon dukungan nya untuk karya ini besty...


**************************

__ADS_1


*****Salam pejuang receh*****


__ADS_2