
Semua keluarga mengucap sukur atas keputusan Ayu, yang mau di peristri oleh Revano. "Alhamdulilah terima kasih, Yu. Engkau telah menerima ku dan anak ku." ujar Revano sendu. Ayu, menganggukan kepala nya.
Mereka masih terus mengobrol di restoran itu, hingga Kalvin mengeluh mengantuk kepada Ayu. "Mih, aku ngantuk boleh pulang sekarang tidak?" Tanya Kalvin merengek.
"Mas, Kalvin sudah mengantuk. ayo, pulang sekarang." Ajak Ayu pada Revano. Ia menganggukan kepala nya.
Ayah, Ibu dan Ka Danis, mari pulang anak-anak sudah mengantuk. Ajak Revano. Mereka menganggukan kepala nya. Setelah membayar bill makanan, Revano menuju ke parkiran. Semua keluarga, sudah menunggu mereka akan pulang bersama.
Di mobil Ayu ingin sekali menanyakan, apa Revano serius dengan lamaran nya?. Bagaimana kalo, suatu saat terjadi masalah dengan hubungan mereka. Apakah semua, keluarga mu tau tentang hubungan kita. Tapi ternyata semua itu, hanya ada di dalam hati Ayu saja.
Tidak lama kemudian, Mobil mereka sampai depan parkiran Apartemen. Mereka turun dari dalam mobil, Revano menggendong Kalvin sampai pintu kamar Aparemen nya. Setelah meletakan Kalvin di kamar nya, Revano segera keluar untuk menemui orang tua Ayu.
Mereka akan membicarakan, kapan acara lamaran resmi dan tanggal pernikahan di laksanakan. "Nak Revano kira-kira, kapan orang tua nya bisa menemui kami di sini? Kita harus, membicarakan kapan lamaran resmi nya di laksana kan?" Tanya Orang tua Ayu.
Revano sedikit berpikir kemudian memutuskan. "In sya Alloh minggu depan Yah, saya bawa orang tua tiri saya kemari." Ujar Revano. Setelah itu Revano pamit, untuk kembali ke hotel tempat ia menginap. Setelah kepergian Revano, Ayu menghampiri Ayah nya.
"Bagaimana Yah, kapan Revano mau mempertemukan kita pada orang tua nya?" tanya Ayu penasaran.
"Tadi sih bilang nya secepat nya, Yu. Paling lambat mungkin minggu depan. Sudah sekarang tidur sana, sudah malam. Besok kan mau jalan bareng ke mall." ujar Ayah.
Ayu menganggukan kepalanya seraya berkata "baik Yah." Ayu memasuki kamar nya, yang bersebelahan dengan kamar orang tua nya.
Pagi hari nya Kalvin sudah heboh, karena mereka akan pergi ke mall cuma dengan papi Revano dan Momy Ayu. Sedang baby Agesta tidak ikut, mereka jalan-jalan orang tua nya ke taman dekat Apartemen.
*******************
Sementara Gilang sudah memantap kan hati, untuk membuka hasil tes DNA dari rumah sakit. Perasaan Gilang campur aduk antara penasaran, takut, sedih. Gilang menarik nafas dalam, dan membuang nya perlahan.
__ADS_1
Gilang membuka laci lemari baju nya, dan mengeluar kan amplop putih di laci. Amplop di buka, tiba-tiba dari arah depan ada orang berteriak memanggil nama nya. "Gilang keluar kamu, bayar hutang mu sekarang." Teriak sang penagih hutang yang bernama pak Jono.
Gilang kembali menutup amplop yang bertuliskan rumah sakit itu, kembali ke dalam laci lemari nya. Dia juga mengeluar kan sejumlah uang, untuk membayar utang ke pak Jono. "Maf pak Jono, saya belum bisa bayar semua. Saya baru ada separuh nya, yang separuh lagi bulan depan yah." Ujar Gilang menjelas kan.
"Baik lah, tapi kena bunga 20% yah dari hutang kamu." Ujar pak Jono lantang.
"Baik lah, pak.bisa berkurang tidak bunga nya, pak." Ujar Gilang bernegoisasi dengan Pak Jono.
"Gilang tidak ada tawar menawar, masih mending kamu cuma di kenakan denda 20%. Kalau orang lain 30%, saya kasian sama kamu harus mengurusi anak kamu seorang diri." Ujar pak Jono menjelas kan.
"Baik lah pak, saya minta maaf." Ujar Gilang pasrah.
Tidak lama kemudian, baby Elang menghampiri Gilang. "Pah, mam lapal." ucap baby Elang tersenyum.
"Eh anak papah, sudah bangun. Kamu lapar, ayo kita makan. Papah sudah masak sayur sop, untuk kita berdua makan." ajak Gilang.
Setelah mengambil kan Elang makan, Gilang hanya memperhatikan saja tanpa menyuapi nya. Gilang sudah mengajar kan baby Elang untuk mandiri. Di usia nya yang sudah menginjak 2 tahun, Elang sudah bisa makan sendiri walau masih berantakan. Selesai makan baby Elang membantu papah nya, untuk membereskan bekas makan nya yang berantakan.
Sekarang Diva jadi simpanan Om-om, dia juga sudah tidak memperdulikan Anak dan suami nya. Sementara orang tua Diva sekarang tinggal di paviliun, sebelah mansion milik Jaka adik nya. Ayah Diva sekarang bekerja di kantor Jaka, membantu Jaka di perusahaan nya.
****************
Sementara Ayu dan Revano sedang jalan-jalan di Mall, Kalvin ingin bermain di Time zone. Hampir semua permainan di main kan dari mulai capit boneka, sampai lempar bola basket dan masih banyak yang lain nya.
Revano dan Ayu, menunggu di luar arena bermain. Mereka berdua, sedang penjajakan supaya mengenal pribadi masing-masing. Mereka berbincang, sambil memperhatikan Kalvin yang sedang asyik bermain.
Tiba-tiba, ada yang menepuk punggung Ayu dari belakang. "Ayu... Sedang, apa kamu di sini? Apa kabar sudah lama tidak ketemu?" Tanya seseorang di belakang Ayu, yang ternyata paman Diva yaitu Jaka.
__ADS_1
"Eh... Mas Jaka, kabar Aku baik, Mas. Aku, sedang jalan-jalan di sini. Kamu juga apa kabar, Mas?" tanya Ayu tarsenyum manis.
"Kabar aku baik, seperti yang kamu liat. Ini yang di belakang kamu, siapa Yu?" Tanya Jaka.
"Oh kenalin ini, nama nya Mas Revano calon suami ku. Dan Mas Revano, ini Mas Jaka kakak tingkat Aku dulu semasa kuliah." Ujar Ayu tersenyum lagi.
Mereka saling berkenalan, secara laki-laki. Tidak berapa lama ada 2 orang anak yang menghampiri kita, ada seorang laki-laki berumur sekitar 6 tahun dan 1 orang anak perempuan berusia 9 tahun. Yang 1 seumuran Kalvin sedang yang satu lagi lebih kecil sedikit dari Kalvin.
Jaka memang kakak tingkat Ayu, tapi sangat baik sama Ayu. Jaka pernah suka sama Ayu, tapi rasa itu ia pendam sendiri. Dengan dalih persahabatan, Jaka tidak mengungkap kan perasaan nya pada pemilik hati nya.
"Mas Jaka sedang liburan yah, di sini." Ujar Ayu.
"Iya nih, anak-anak minta ke Disneyland singapura. Mumpung akhir minggu, mereka libur sekolah." ujar Jaka tersenyum. Sedang Ayu hanya menganggukan kepala nya.
Tidak lama kemudian, Kalvin yang sudah lelah bermain pun menghampiri Revano dan Ayu. "Mih, Aus mau minum." Ujar Kalvin manja.
"Main nya sudah yah, kita pulang. Kamu sudah kelelahan, sekarang juga jam kamu untuk tidur siang." ujar Ayu sayang.
"Mas Jaka kita pamit yah, sampai jumpa lagi lain waktu." Ujar Ayu berpamitan.
Iya Yu, sampai jumpa lain waktu. Ujar Jaka tersenyum.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan nya, untuk karya ini...
Semoga suka dengan karya Autor receh iniππππ
__ADS_1
Mohon tinggal kan jejak di karya ini...