
Ayu dan Bagas, nego harga cafe 2 lantai dari harga 5 miliar menjadi harga 3,5 miliar.
Dulu Ayu memang di kenal orang yang pintar dalam tawar dan menawar harga.
"Bu Ratih terima kasih yah sudah kasih harga yang tidak terlalu tinggi untuk kami berdua." ujar Ayu tersenyum.
"Iya sama-sama, saya merasa senang kalo cafe saya kamu yang kelola Nak Ayu. Boleh tidak kapan-kapan saya main ke cafe ini?" tanya Ibu Ratih.
"Boleh dong Bu, pintu cafe ini terbuka untuk siapa saja yang berniat baik." ujar Ayu tersenyum.
Pertemuan antara Ibu Ratih dengan Ayu selesai. Mereka berjabat tangan dan makan siang bersama sebagai tanda jadi.
Sedang pembayaran cafe, setelah pertemuan dengan notaris untuk minggu depan.
"Baik Ibu Ratih, terima kasih kerja sama nya sampai jumpa minggu depan." ujar Ayu dan Bagas.
Prok...
Prok...
Prok...
"Kamu hebat Yu dari harga 5M menjadi 3.5M." ujar Bagas tersenyum senang.
"Iya, Alhamdulilah Gas. Memang rejeki kita, biar bisa buka cafe modern di kota ini. lagian kan cafe, ini deket sama resto kita." ucap Ayu.
Di rumah Gilang...
"Lang, kamu tidak jadi kerumah Ayu." tanya ibu.
"Jadi, sore ini aku ke sana Bu." jawab Gilang.
"Loh ko sore, kamu bilang pagi ini mau kesama." ujar Ibu.
"Bagaimana Aku mau kesana bu, Ayu saja tidak di rumah sekarang dan ayah sudah pasti kerja juga." ucap Gilang.
"Ayu tidak di rumah, kemana dia?" tanya ibu.
__ADS_1
Ayu lagi di kota S, lagi nawar cafe di sana." ujar Gilang.
"Nawar cafe! memang punya duit, pake nawar cafe segala" sinis ibu.
Gilang hanya mengedikan bahu nya tanda tak mengerti, dan tidak mau memperpanjang obrolan ini.
"Bu sudah waktu nya makan siang, ibu masak apa?" tanya Gilang.
"Ibu tidak masak, kamu goreng telor saja yah." ujar ibu.
"Malas ah bu, aku keluar sebentar yah. ingin beli gado-gado di depan, ibu mau tidak?" ujar Gilang.
"Boleh deh sekalian beliin ibu jus alpukat yah." ucap Ibu.
Sore hari nya...
Gilang menelpon, untuk memastikan Ayu dan Ayah nya sudah pulang.
"Halo Asamamu'alaikum Yu, kamu sudah pulang belum?" tanya Gilang.
"Halo walaikum salam sudah Mas, kenapa?" tanya Ayu.
"Aku baru bangun tidur, aahhohh(suara Ayu menguap)" ujar Ayu.
"Ya sudah, kalo mau kesini-kesini saja Ayah juga sudah pulang Mas." ucap Ayu.
"Baik lah sebentar lagi saya berangkat ke sana." ucap Gilang.
"Aku tutup dulu yah Mas, Assalamu'alaikum" ucap Ayu seraya menutup telpon.
"Wa'alai-kumsalam, ko langsung di matiin sih kan belum selesai jawab salam nya." gerutu Gilang.
"Kenapa kamu ngegerutu begitu, Lang?" tanya Ibu.
"Itu Bu! Ayu nutup telpon, aku belum jawab sudah di matiin" kesal Gilang.
Ibu menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
Setelah rasa kesal nya sudah berkurang, Gilang bersiap-siap untuk pergi ke rumah Ayu.
Di rumah orang tua Ayu...
Selesai menelpon, Ayu membersih kan badan nya. Ayu keluar kamar dan menemui Ayah nya ,di ruang tamu.
"Yah, tadi Gilang telpon. Dia bilang mau kemari sore ini, mau nemuin Ayah katanya." ucap Ayu.
"Biar kan saja Gilang kemari, Ayah ingin tau mau apa dia!" ucap ayah tegas.
Ibu dan Ayu hanya menganggukan kepala nya.
Selang waktu 45menit Gilangsampe di rumah Orang tua Ayu dan mengetuk pintu.
Tok...
Tok...
"Asalamu'alaikum." ucap Gilang
"Wa'alaikum salam." ucap orang dari dalam rumah, seraya membuka pintu.
ceklek...
ceklek...
"Eh. Nak Gilang, silahkan masuk. Ayah nya Ayu sudah nunggu kamu di ruang tamu." ujar Ibu Ayu.
Bersambung...
Apakah Ayah mengizin kan Ayu pulang bersama Gilang?
Apakah Gilang setuju dengan syarat yang di ajukan Ayah Ayu?
cari tau jawaban nya di Bab berikut nya yah.
Dukung terus karya ini.
__ADS_1
terima kasih.