
Siang hari nya Ayu sudah merasa lebih baik, tiba-tiba ia mengingat kapan terakhir siklus haid nya. Dia mencoba melihat kalender dan ternyata, Ayu sudah telat 3 minggu dari jadwal datang bulan.
Setelah keadaan nya membaik Ayu izin keluar rumah, pada ayah dan ibu nya. Ia akan pergi ke Apotik, untuk membeli alat tes kehamilan(tes pack). Sesampai nya di sana Ayu segera menghampiri penjual nya, Ayu bertanya pada penjual itu terlebih dahulu.
"Permisi Ka, ada tes pack tidak?" Tanya Ayu sedikit berbisik.
"Iya ada Ka, mau biasa atau yang bagus Ka?" Tanya Pegawai Apotik.
"Minta yang biasa dua, sama yang bagus 1. Jadi berapa, Ka?" Tanya Ayu tersenyum ramah.
"Semua nya jadi 150 ribu, Ka." Ujar Pegawai Apotik sambil membungkus tes pack tersebut.
"Ini Ka uang nya, terima kasih." Ujar Ayu tersenyum ramah dan setelah itu berlalu pergi untuk pulang kerumah nya.
Sesampai nya di rumah, Ayu segera menuju kamar nya. Kepala nya sudah mulai pusing kembali, ia akan merebahkan diri nya di atas ranjang. Baru kalo sudah mendingan ia akan ke kamar mandi, untuk mengetes kehamilan nya.
Yang niat nya ingin merebahkan tubuh nya sebentar, malah ia ketiduran sampai sore. Sekitar pukul 3.30 sore, Ayu baru bangun dari tidur nya. Dan itu juga, karena ia di bangun kan oleh anak sambung nya.
Setelah bangun dari tidur nya, Ayu bergegas mandi sore dan berganti baju. Selesai mandi Ayu bergegas menuju dapur, tiba-tiba ia mengingin kan seblak. Seluruh ruangan tercium wangi bumbu seblak yang Ayu buat, sampai tetangga menanyakan resep seblak yang Ayu buat.
"Yu kamu sedang buat apa?" Tanya ibu penasaran.
"Ini bu, aku sedang buat seblak, tiba-tiba ingin makan seblak." Jawab Ayu tersenyum.
"Wah.. Tumben mau dong ibu, sekalian kamu bikinin yah." Ujar ibu tersenyum.
__ADS_1
"Iya bu ini aku juga bikin nya banyakan, cukup untuk kita sekeluarga." ujar Ayu memberitau.
Tidak lama kemudian, seblak selesai di buat. Ayu, ayah, ibu dan Kalvin menikmati seblak yang Ayu bikin. Ia juga masih menyisakan 1 mangkok, untuk suami nya. Selesai makan seblak, Ayu segera membereskan bekas mangkok yang barusan ia pake.
Setelah selesai memberes kan mangkok, ia baru teringat kalo ia akan menggunakan tespack. Untuk mengecek, apakah ia sedang mengandung atau tidak. "Besok saja kali ya, pas bangun tidur. Biar lebih akurat hasil nya." Pikir Ayu.
Tidak lama kemudian, Revano pulang dengan membawa rujak mangga yang di minta Ayu semalam. Tapi Ayu sudah tidak menginginkan nya lagi, jadi rujak itu Ayu simpan di lemari pendingin.
Hari ini Ayu memasak makanan kesukaan nya, ia memasak sayur asam, ikan asin, ayam goreng, tahu serta tempe dan jangan lupa sambel terasi juga lalap nya. Mereka memakan dengan lahap, Kalvin hanya makan pake Ayam goreng.
Selesai makan, seperti biasa mereka berbincang di ruang keluarga. Sekitar pukul 9.30 malam, ayah, ibu dan Kalvin masuk kamar untuk istirahat malam. Sedang Ayu dan Revano, masuk ke kamar sekitar pukul 10 malam.
"Sayang, bagaimana keadaan kamu sekarang. apakah sudah jauh lebih baik?" tanya revano dengan perasaan yang khawatir.
"Aku sudah jauh lebih baik, Mas. Mungkin besok kalau saya masih mual dan muntah di pagi hari, saya akan memeriksakan diri ke dokter siang hari nya." ucap kartik tersenyum.
Pagi hari nya, sebelum subuh Ayu sudah bangun dari tidur nya. sebelum mandi Ayu buang air kecil, ia menampung nya di tempat kecil. Setelah itu Ayu mengeluarkan tes pack ia mencelup kan alat tes tersebut sampai batas maksimal.
Setelah itu, ia letakan wadah yang berisi air seni agak jauh dari jangkauan nya. Sambil menunggu hasil nya, Ayu mandi terlebih dahulu.
Setelah mandi dan berpakaian, Ayu segera mengambil wadah itu dan ia mengangkat tes pack tersebut. Dengan perasaan yang campur aduk, antara resah dan gelisah. Sebelum benar-benar melihat hasil nya, Ayu sempat menarik nafas dalam sambil memejamkan mata nya.
Pelan-pelan ia buka mata nya, dan seketika Ayu berteriak heboh. "Aahh.. Aah yeye..yeye." Ucap nya sambil jingkrakan.
Revano yang masih tertidur di kamar nya, seketika terbangun mendengar teriakan sang istri. "Sayang, kamu kenapa pagi-pagi sudah teriak-teriak gitu. Ini, masih pagi tau." Ucap Revano manyun.
__ADS_1
"Maf sayang aku hanya sedang bahagia saja." Ucap Ayu sambil menampilkan deretan gigi nya yang rapih. Ayu sudah punya rencana untuk memberi kejutan pada suami, anak dan orang tua nya di hari ulang tahun Revano beberapa hari lagi.
Ayu menyembunyikan hasil tes kehamilan itu, sampai ulang tahun suaminya. Ia akan membuat kejutan kecil, untuk beliau. Di otak nya sudah tersusun sebuah rencana kecil yang tak mungkin terlupakan bagi keluarga kecil nya.
Ayu segera keluar dari kamar mandi, setelah mengambil air wudhu. Setelah Ayu keluar dari kamar mandi, Revano segera masuk ke kamar mandi untuk mengambil Wudhu. Setelah berwudhu, Revano dan Ayu menunaikan sholat berjamaah.
Selesai sholat Ayu menyiap kan setelan ke kantor, baru menuju dapur untuk memasak. Tidak lama ibu datang ke dapur, untuk membantu Ayu memasak. Selesai masak, Ayu kembali mual dan muntah. Namun tidak separah yang kemarin, kalo sekarang ia masih bisa menerima makanan.
Setelah selesai masak, Ayu kembali ke kamar nya untuk membangun kan suami nya. Setelah suami nya bangun dan pergi ke kamar mandi, Ayu beranjak ke kamar anak sambung nya. Ia akan membangunkan nya, dan menyuruh nya untuk mandi.
"Sayang bangun yuk, sudah siang. Kamu harus sekolah hari ini." Ujar Ayu tersenyum.
"Emm... Mi, aku masih mengantuk. 5 menit lagi yah." Ucap Kalvin memohon.
"Tidak, ayo cepet bangun sekarang." Ucap Ayu sambil menarik tangan anak sambung nya.
"Baik lah aku mandi, tapi Momy tungguin aku yah. Nanti, kita ke ruang makan sama-sama." Ujar Kalvin mengembangkan senyum nya.
Ayu, menghela nafas kasar. "Baik lah, tapi jangan lama-lama yah. Mom, harus nyiapin baju kerja untuk papih." Ucap Ayu tersenyum tipis.
"Oke, Mom." Ucap Kalvin tersenyum manis. Sekitar 10 menit Kalvin sudah selesai mandi, ia juga tadi sudah sekalian membawa baju nya ke kamar mandi. Jadi ia keluar kamar sudah rapi, tinggal sarapan dan berangkat sekolah.
Sesampai nya di ruang makan, mereka sudah di tunggu untuk sarapan. Revano juga sudah ada di ruang makan, ia memakai setelan baju yang di pilih kan oleh Ayu. Ia tersenyum, memandang penampilan suami nya yang terlihat makin tampan di mata Ayu.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas semua dukungannya, untuk kerja receh ini. Semoga pembaca semua suka dengan alur ceritanya.
Mohon dukungannya untuk karya receh ini dengan cara like, comment, share, vote, saran dan kritik serta Gif berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis.