
Beberapa hari kemudian, Ayu sudah di perboleh kan pulang. 3 hari lagi, Ayu harus kontrol ke rumah sakit lagi. Kalvin bahkan tidak mau meninggal kan, Ayu barang sebentar saja. Sampai mau minum saja, harus Kalvin yang mengambilkan.
Ayu merasa kasihan sama Kalvin, kemarin saat dia libur seharian di rumah sakit. Ia membantu mengurus ibu sambung nya, Kalvin masih merasa bersalah. Walau Ayu sudah bilang kalau ia baik-baik saja.
Seperti hari ini, Ayu ingin berjalan pergi kedapur namun di halangi oleh Kalvin. "Mom, mau kemana? Mau ambil apa biar aku saja yang ambil!" Ucap Kalvin tegas.
"Mommy lapar bang, Mom mau ambil makanan." ujar Ayu sambil tersenyum manis.
"Sudah Mom di sini saja, biar Aku yang ambillin makanan nya!" Tegas Kalvin, ia berlalu kedapur untuk mengambilkan makan untuk Momy nya.
Ayu menghela nafas tidak lama kemudian, ibu datang dengan membawa sepiring nasi untuk Ayu. "Loh ko ibu yang bawa nasi nya? Kalvin nya mana, Bu?" Tanya Ayu bingung.
"Kalvin ada, dia sedang di depan bersama Yang kung. Ia tadi hampir memecah kan piring ini, jadi tadi ibu memaksa untuk mengantar kan makanan ini." Ujar ibu menjelaskan.
Terus Kalvin nya tidak apa-apa kan, Bu? Tanya Ayu khawatir.
"kalvin tidak apa-apa ko, ia hanya kaget saja. Tadi pas mau ambil nasi, piring nya merosot hampir jatuh." Ujar Ibu.
"Ya sudah terima kasih ya bu, sudah mengantarkan nasi nya." Ujar Ayu tulus.
"Iya sama-sama. Sekarang kamu makan dan minum obat nya, biar cepat sembuh." Ujar ibu memperingati sang anak.
Sesudah makan dan minum obat, Ayu istirahat kembali. Sore hari nya sepulang dari kantor, Revano mampir kerumah orang tua angkat nya. Ia sedang, ada urusan di sana. Sekitar pukul 7 malam Revano baru sampai ke rumah nya, ia di sambut oleh anak semata wayang nya.
Malam ini Revano akan tidur dengan Kalvin di kamar Kalvin, sedang Ayu di temani oleh ibu nya. Sebenar nya Kalvin ingin tidur di temani oleh Ayu, tapi mau bagaimana lagi. Tangan Ayu masih terluka, Kalvin takut menyenggol atau tidak sengaja menendang nya.
Revano juga tidak mempermasalahkan hal itu, yang terpenting untuk nya Ayu cepat sembuh. Malam ini Danis dan keluarga nya, sedang dalam perjalanan. Mereka akan menjenguk sang adik, yang menjadi korban kecelakaan tempo hari.
__ADS_1
Danis kembali ke indonesia, pada hari jumat malam. Danis sudah tidak bisa ambil cuti lagi, kemarin saat Ayu menikah danis sudah ambil cuti hampir 1 minggu. Sesampai nya di bandara, jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari.
Mereka akan di jemput dari bandara, oleh supir pribadi Revano. Sesampai nya di rumah orang tua nya, Danis, istri dan anak nya segera istirahat di kamar mereka.
Pagi hari nya, baby Agesta bangun dari tidur nya sudah agak siang. Ia mencari babang Kalvin ke kamar Mommy.
"Mom, babang Kalvin mana? Aku tidak melihat nya dari tadi." Ujar baby Agesta sambil menengok kanan dan kiri.
"Baby bangun tidur yang di cari babang saja, apa tidak kangen sama Mommy?" Ujar Ayu dengan wajah sendu yang di buat-buat.
"Oh Mommy, maaf kan Ages yah. Ages juga kangen sama Mom, Yang kung dan Yang uti, kangen sama papi dan Babang. Inti nya Ages, kangen semua nya." Ujar nya tersenyum manis.
"Benar kah, kalo kangen ko momy nya tidak di peluk sih, tidak di cium sih." ujar Ayu madih dengan wajah sendu yang di buat-buat.
Tidak lama kemudian, baby Agesta memeluk Ayu secara pelan dan juga mencium pipi nya. Baby Agesta juga mengucap kan, "Semoga Momy lekas sembuh dan bisa bermain lagi."
Tidak lama kemudian, Danis dan istri nya datang ke kamar Ayu. "Yu, bagaimama keadaan kamu? Dan bagaimana kejadian sebenar nya, tentang kecelakaan yang menimpa kamu?" Tanya Danis penasaran.
Ayu menghela nafas dan mulai menjawab, pertanyaan Kakak nya. "Keadaan aku, sudah mulai membaik kak. Kejadian nya adalah sewaktu di lampu merah, ada banyak kendaraan di belakang motor yang aku kendarai. Tiba-tiba dari arah belakang ada suara yang sangat kencang sekali, ketika aku melihat ke belakang. Sudah banyak teriakan dan setelah itu semua gelap." Ujar Ayu mengingat kejadian kecelakaan itu.
...*********************...
Sementara baby Elang, sudah sangat dekat dengan Rani. Mereka sudah seperti anak dan ibu nya, karena sering bersama mereka terlihat mirip. Usia Rani sekarang 23 tahun, sedang usia Gilang 32 tahun.
Sejak menghadiri pernikahan Ayu, perasaan Gilang terhadap Rani mulai berubah. Setiap di dekat Rani, jantung Gilang serasa bekerja lebih cepat dari biasa nya. 'Kenapa jantung ku berdebar sangat kencang bila di dekat Rani, mungkin kah aku jatuh cinta lagi?' Tanya Gilang dalam hati nya.
Dan ternyata perasaan Gilang tidak bertepuk sebelah tangan, sebenar nya Rani juga sudah lama suka sama Gilang. Cuma ia malu dan takut di tolak oleh pemilik hati nya, yaitu Gilang.
__ADS_1
Baby Elang sempat iri pada si kembar, mereka punya mama aku tidak sih. Ia juga sempat menanyakan nya, pada tante Rani. "Tante, aku ko tidak punya mama sih seperti Aska dan Aski?" Tanya Baby Elang sedih.
"Kata siapa baby Elang tidak punya mama, baby punya mama ko. Baby boleh panggil tante, mama." Ujar Rani yang merasa kasihan sama baby Elang.
"Benar kan, tante. aku boleh panggil tante, mama." Ucap baby Elang membulat kan mata nya dan tersenyum polos. Rani hanya menganggukan kepala nya dan balik tersenyum.
Sore hari nya Gilang pulang dari kantor, Rani meminta bicara sama Gilang berdua saja. Dan Gilang menyanggupi nya, saat itu baby Elang tengah tertidur.
"Pak Gilang, sebelum nya saya minta maaf. Tadi pulang bermain, baby Elang menanyakan mama nya. Saya bingung menjawab nya, terus saya bilang kalau baby Elang boleh memanggil saya mama. Maaf sekali lagi, kalo saya lancang. Saya cuma tidak mau, melihat Baby Elang sedih." Ujar Rani merasa bersalah.
"Ya sudah tidak papa, Ran. Yang penting sekarang, baby Elang tidak bersedih lagi. Saya juga mau minta maaf sama kamu yah, baby Elang selalu merepotkan kamu." Ujar Gilang tersenyum.
"Baik lah pak, hanya itu yang ingin saya sampaikan. Saya tidak mau bapak salah paham, jika Baby Elang tiba-tiba memanggil saya mama." Ujar Rani tersenyum lega.
Tidak lama kemudian Gilang dan Rani mendengar, kalau baby Elang memanggil mereka. "Papa.. Mama kalian kemana hiks.. Jangan tinggalin hiks... Aku sendiri hiks." Ujar baby Elang sambil menangis cukup kencang.
Tidak lama kemudian, Gilang dan Rani menghampiri baby Elang di kamar nya. "Hai anak ganteng nya papa kenapa nangis hhmm?" Tanya Gilang tersenyum.
"Pah.. Mama mana? Dari tadi, aku tidak melihat nya?" Tanya baby Elang.
Belum sempat menjawab, dari belakang Rani menjawab. "Ada apa nih, nyari mama?" Tanya Rani tersenyum, sambil memberikan sebotol susu.
Bersambung...
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini. Semoga sahabat semua menyukai alur cerita nya.
Mohon tinggal kan jejak di karya ini.
__ADS_1