Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 129 Resepsi Pernikahan


__ADS_3

Akad nikah telah selesai, tukar cin-cin juga sudah. Nanti malam akan di ada kan resepsi pernikahan, yang megah dan meriah. Sambil menunggu acara resepsi, mereka terlebih dahulu istirahat di hotel tersebut. Begitu juga Revano dan Ayu, hari ini akan tidur satu ranjang.


Sebelum masuk kamar Ayah angkat Revano sudah memperingati, kalo siang menjelang sore Ayu tidak boleh di apa-apain nanti kecapaian.


"Vano lngat kalo nanti malam masih ada resepsi, istri mu jangan dulu di eksekusi." Ujar Ayah angkat Revano sambil tersenyum manis .


"Iya Yah, aku tau. Nanti malam akan di ada kan resepsi. Tapi aku tidak janji ya, yah." Ujar Revano tersenyum penuh arti.


Ayah revano hanya menggelengkan kepala seraya berguman. "Dasar anak muda."


Setelah berbincang dengan Ayah angkat nya, Revano masuk ke kamar pengantin.


Mereka berdua, menempati kamar pengantin. Di kamar Revano dan Ayu merasa canggung, ini pertama kali nya mereka berdua 1 kamar. Biasa nya kan ada Kalvin di tengah mereka, tapi sekarang Kalvin sedang bersama orang tua angkat Revano.


Untuk menghilang kan kecanggungan, Revano membuka obrolan.


"Ayu sayang, apa kamu sudah siap?" Tanya Revano sambil tersenyum manis.


"Siap apa, Mas? Siap tidur atau apa?" tanya Ayu polos dan tersenyum manis.


"Siap untuk ini." Ucap Revano sambil memeluk Ayu dan mengajak nya tidur bersama.


"Mas.. Kalvin, bersama siapa sekarang?" Tanya Ayu.


"Sudah tidak usah mencari Kalvin, dia bersama orangtua ku." Jawab Revano.


Di kamar Revano meminta izin, untuk mencium nya dan menyentuh nya. Dan Ayu mengizin kan nya, untuk Revano menyentuh nya tapi tidak sampai berh*bung*n b*d*n. Mereka cuma saling menyentuh saja tidak lebih, tapi sentuhan itu cukup menimbul kan hasrat ke laki-lakian nya.


Tiba-tiba Revano berbisik, "sayang aku menginginkan mu." Ayu yang mendengar kata-kata itu, pipi dan wajah nya sudah semerah tomat. Tapi Ayu memberanikan diri nya dan balik berbisik. "Aku juga mengingin kan mu mas, tapi jangan sekarang yah. Nanti malam saja, aku khawatir ada yang mengganggu. Lagian ini masih siang mas, mohon pengertian nya."

__ADS_1


"Iya juga yah dari pada, nanti nanggung malah jadi kesal sendiri." Pikir Revano sambil manggut-manggut kan kepala nya.


"Ya sudah lebih baik kita tidur, nanti sore kan masih mau dirias lagi." ujar Ayu tersenyum. Mereka berdua tidur bersama dalam 1 ranjang dan terbangun sore hari. Mereka mandi bersama dalam artian mandi yang sebenar nya.


Selesai mandi, Ayu dan Revano segera di rias untuk acara resepsi. Acara Resepsi akan di ada kan pukul 7 malam, dan mungkin akan berakhir pukul 10 malam. Semua keluarga kembali di rias, supaya terlihat lebih fres.


...*********************...


Seminggu yang lalu, Gilang menerima undangan pernikahan dari Ayu. Pernikahan akan di adakan di gedung yang mewah. Untuk menghormati Ayu yang telah mengundang nya, Gilang datang bersama Rani dan baby Elang.


Sebelum pindah, Gilang berpamitan kepada semua teman-teman kantor. Sebagian orang senang dengan kepergian Gilang dan sebagian lagi sedih. Malam nya Gilang pergi ke acara resepsi Ayu dan suami nya. Sebelum pergi ke acara resepsi, Gilang membawa Rani ke salon untuk di make over.


Gilang dan Baby Elang menunggu Rani di depan, sedang Rani di permak menjadi cantik. Yang semula penampilan Rani yang cupu, rambut kepang dua, dan berkaca mata. Setelah di make over sekarang penampilan Rani menjadi cantik dengan rambut di gerai bergelombang, serta senyum yang manis.


Gilang sampai terkesima, ia tidak bisa berbicara apa-apa. Gilang begitu, terpesona dengan penampilan Rani yang sekarang. Sedang Rani, yang di perhatikan sedemikian rupa oleh Gilang menjadi salah tingkah. Apa lagi Rani yang tidak pernah memakai make up lengkap, menjadi minder sendiri.


"Ah.. Tidak kamu cantik ko." Ujar Gilang tanpa sadar. Rani yang mendengar Gilang, bilang cantik pipi nya langsung merah padam. Rani menunduk dan tersipu malu. "Tante cantik." Puji baby Elang tersenyum tulus.


"Ih.. Baby, bisa saja deh. Beneran Tante cantik, ngga bohong." ujar Rani tersenyum pula.


"Sudah yuk berangkat, nanti kemalaman." Ujar Rani malu karena Gilang masih saja memandang nya dengan lekat.


...***********************...


Semua karyawan dan karyawati, yang bekerja di toko roti semua di undang tak terkecuali. Mereka semua mendapat kan cuti sehari, supaya semua nya bisa hadir di acara resepsi nanti. Semua karyawan begitu gembira dengan kabar cuti bersama, mereka janjian untuk datang bersama ke acara tersebut.


Para karyawan wanita mereka menyewa gaun dan membayar jasa salon, untuk mendandani mereka. Mereka, ingin tampil memukau di hadapan semua orang. Begitu juga dengan karyawan laki-laki, mereka juga menyewa setelan jas. Acara resepsi, bertemakan semi formal.


Karyawan laki-laki dan perempuan mereka hadir berpasangan, untuk yang punya pasangan. Sedang yang jomblo datang bersama, karyawan yang jomblo juga. Sesampai nya di tempat acara, mereka membaur dengan para tamu yang lain nya.

__ADS_1


Di pesta itu juga, para karyawan dan karyawati di perusahaan pusat maupun cabang banyak yang menghadiri nya. Mereka saling berkenalan, dan bertukar nomer handpone. 30 menit kemudian, baru Revano dan Ayu memasuki tempat acara.


Ayu terlihat sangat cantik, dengan balutan gaun pengantin bergaya Eropa. Sedang Revano, terlihat sangat tampan dengan taksudo yang di kenakan. Dan Kalvin terlihat sangat menggemaskan dengan dasi kupu-kupu nya.


Kalvin duduk di antara Ayu dan Revano, mereka sangat bahagia dengan senyum yang mengembang sepanjang hari. Aura kebahagian, sungguh terpancar dalam diri pengantin baru. Dari jauh, Gilang yang melihat mantan istri nya sudah akan bahagia.


Gilang maju menaiki panggung, bersama para udangan yang lain. Saat berjabat tangan dengan Ayu, Gilang memanjatkan doa dengan tulus.


Sebelum berjabat tangan dengan Ayu, Gilang terlebih dahulu memberi selamat pada Revano suami Ayu.


"Selamat menempuh hidup baru, Mas. Semoga langgeng sampai kakek nenek, dan semoga Sa Ma Wa(sakinah mawadah warohmah)." doa tulus Gilang untuk Ayu dan suami nya.


"Terima kasih, Mas. Doa nya." Ujar Revano tersenyum tulus. Setelah memberi selamat pada Revano, sekarang Gilang beralih berjabat tangan dengan Ayu.


"Ayu, selamat menempuh hidup baru. Semoga langgeng sampai kakek nenek." Ujar Gilang mendoakan.


"Terima kasih, Mas doa nya." Ucap Ayu tersenyum tulus.


Setelah berjabat tangan dengan kedua mempelai dan keluarga nya, Gilang turun dan mengambil makanan untuk Elang dan diri nya. Sedang Rani hanya mengambil cemilan berupa kue.


Acara telah selesai, semua tamu undangan sudah pulang kerumah masing-masing. Sedang Ayu dan Revano tetap berada di hotel, dan akan pulang besok nya. Sedang Kalvin ikut pulang bersama orang tua Ayu, Kalvin masih ingin menginap di rumah orang tua Ayu.


Di rumah itu juga masih ada baby Agesta, mereka baru akan berangkat ke Singapura 2 hari lagi. Sedang di kamar hotel, Ayu merasakan kecanggungan kembali. Begitu juga dengan Revano, namun mereka berdua mencoba menenang kan pikiran nya dan mencoba merilekkan diri nya.


Bersambung...


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini. Semoga suka yah para pembaca ku.


Mohon tinggal kan jejak di karya ini.

__ADS_1


__ADS_2