
Setelah memesan makanan mereka berdua mengobrol, sedang sang asisten hanya duduk diam dan menyimak obrolan kami. Tidak lama kemudian, seorang pelayan mengantarkan makanan di meja kami.
"Permisi Tuan, Nyonya pesanan nya." ucap pelayan dengan ramah sambil menyimpan makanan di atas meja.
"Iya, Ka. terima kasih." ujar Ayu tersenyum manis. Revano hanya mengangukan kepala pada pelayan tadi.
"Silah kan, hidangan nya selamat menikmati." ujar pelayan tadi. Mereka berdua sama-sama mengucap kan "terima kasih" pada pelayan itu.
Sementara Gilang juga, sedang makan malam dengan istri muda dan juga ibu nya. Diva kalo di depan Gilang baik banget sama ibu, tapi kalo Gilang tidak ada, Diva jahat banget sama ibu.
"Mas, sudah kamu cereiin saja mba Ayu." bujuk Diva sambil tersenyum manis.
"Apa maksud kamu, bicara seperti itu. Sampai kapan pun, Aku tidak akan pernah cerein Ayu sampai kapan pun. Kamu camkan itu." ucap Gilang emosi.
"Kasih aku alasan, kenapa kamu tidak mau cerein mba Ayu?" kesal Diva. Gilang hanya diam tidak mau menjawab pertanyaan Diva, dia pergi begitu saja dari meja makan. sedang ibu hanya geleng kepala, melihat kelakuan Diva.
"Div, kamu jangan begitu, jangan nyuruh-nyuruh Gilang bercere dengan Ayu. Bagaimana pun Ayu adalah istri nya juga, sama seperti kamu." ujar ibu menasehati. "Sudah, ibu jangan ikut campur urusan Aku dan Gilang." ketus Diva.
Diva menyusul Gilang ke kamar untuk kembali membujuk nya, namun masih tidak berhasil juga. Diva frustasi, bagaimana cara nya biar Gilang mau mencereikan Ayu dan dia jadi istri satu-satu nya di hati Gilang.
'Dari pada saya stres, lebih baik pikirkan nanti saja.' monolog Diva.
Sementara Ayu, baru menyelelesai kan makan malam nya. Ayu tidak mau membuang waktu, ia langsung menanyakan saran apa yang akan di kemuka kan oleh Revano.
__ADS_1
"Jadi apa yang akan kamu saran kan pada ku." tanya Ayu to the poin saja. "Emm.. Apa kamu masih mencintai suami kamu? apa masih ada rasa sayang untuk nya?" tanya Revano beruntun. Ayu bukan nya menjawab, malah bertanya balik pada Revano.
"Apa maksud kamu menanyakan pertanyaan seperti itu." Tanya Ayu ketus.
"Aku tidak ada maksud apa-apa, Yu. Aku cuma ingin tau saja biar aku bisa kasih saran yang tepat untuk masalah kamu." ujar Revano tersenyum.
"Oh...Sebenar nya, aku masih ada rasa walau cuma sedikit sama suami aku. Itu tidak bisa di pungkiri lagi, kami menjalani pernikahan hampir 3 tahun. Bohong rasanya, kalo bilang tidak ada rasa." ujar Ayu panjang lebar. Sedang Revano hanya menganggukan kepala nya saja, tanda dia mengerti apa yang di maksud oleh Ayu.
"Kalo begitu lebih baik kamu sudahaan saja sama suami kamu, suami kalo sudah main tangan sekali pasti untuk selanjut nya akan begitu." ujar Revano tersenyum. Sedang Ayu hanya diam dan berfikir.
"Itu menurut ku sih, itu semua terserah kamu. Atau lebih baik, kamu menjalan kan sholat malam untuk mencari petunjuk. Alloh tidak tidur, Dia pasti mencari kan jalan untuk hamba nya yang bersungguh-sungguh memohon pertolongan nya." ujar Revano panjang lebar.
"Baik lah, Aku akan menampung nya saran dari kamu. Aku juga belum ngobrol sama Ayah ku, tentang kelakuan suami ku itu." ujar Ayu. Makan malam selesai, mereka pulang kerumah masing-masing.
Keesokan hari nya, di restoran Bagas di sibukan dengan tamu yang usil. Ada aja kelakuan tamu itu dari pesen 1 menu giliran sudah di aterin tiba-tiba di cansel, pesen lagi di cansel lagi sampai 4 x pesan selalu begitu. Karena kesal Bagas akhir nya menyuruh tamu itu pergi, dia diusir oleh sekuriti. Tapi bukan nya Sedih malah tertawa dia, Bagas bingung kan. Kenapa dia malah tertawa? tidak lama datang orang berpakaian putih-putih seperti seorang perawat, yang mengatakan kalau orang itu adalah pasien rumah sakit jiwa yang kabur dari rumah sakit.
Setelah di beri tau kalau tamu yang tadi adalah orang gila, Bagas hanya bisa geleng kepala bisa-bisa nya di kerjai orang gila. "Terus bagaimana dengan makanan yang sudah di pesan oleh orang itu pak?" tanya Bagas pada perawat ODGJ(orang dalam gangguan jiwa).
"Maf pak, itu bukan urusan kami, kami cuma di suruh mencari pasien ini. Kalau begitu kami permisi, Pak." cicit perawat ODGJ tadi.
Bagas hanya bisa menghela nafas saja, biar lah makanan itu di bagikan sama kaum duafa nanti di tambah lagi jumlah nya. Hitung-hitung kita sedakah. pasrah Bagas.
Selesai makan siang, Karyawan restoran membagi kan makanan itu ke para pemulung dan kaum duafa. Tidak lama Bagas menelpon Ayu, dia mencerita kan kejadian tadi pada nya. Ayu tertawa ter bahak-bahak atas kecerobohan Bagas.
__ADS_1
"Ha... ha...ha... Gas, memang kamu tidak bisa membedakan mana orang gila dan mana orang waras?" tanya Ayu masih sambil tertawa. Bagas menghela nafas dan menjawab "bukan nya tidak bisa membedakan, tapi penampilan nya sama kayak orang waras Yu." sewot Bagas.
"Kan, malas cerita sama kamu. Lain kali, aku ngga bakal cerita sama kamu lagi." Ketus Bagas. Sedang Ayu, masih tertawa. "Iya-iya maf, aku ngga ketawa lagi." ujar Ayu, sambil menarik nafas dalam dan membuang nya.
Selesai menelpon, Ayu menemui Ayah nya. Ayu sudah mendapat kan jawaban dari Alloh, dia harus memberi tau kan Ayah nya. Mau itu menyakitkan atau tidak, orang tua harus tau kelakuan anak menantu nya.
"Ayah, Ayu mau bicara mengenai Gilang." ujar Ayu sambil menundukan kepala nya.
"Mau bicara apa, Yu?" tanya Ayah penasaran.
"Kemarin Gilang nikah lagi, dan sekarang istri nya sedang hamil. Dia menikah tanpa izin Ayu dan keluarga nya. Dan terakhir kemarin Gilang men*mp*r Ayu gara-gara terkena hasutan istri muda nya." ujar Ayu kelu.
"Mana bekas t*mp*ran nya, Yu? apa pipi yang lebam kemarin itu?" tanya Ayah emosi. Sedang Ayu hanya menganggukan kepala nya.
"Kenapa tidak bilang dari kemarin kamu, Yu? Sekarang kamu ikut Ayah kerumah sakit, kamu akan di visum di sana!" ujar tegas Ayah tidak bisa di bantah lagi.
"Baik Ayah, Ayu akan siap-siap dulu, Yah?" cicit Ayu. Ayah hanya menganggukan kepala nya. 15 menit kemudian, Ayu keluar dari kamar nya dan mendatangi Ayah dan ibu nya. Ibu dari tadi menangis, saat Ayu menceritakan kalau dia di selingkuhi dan di p*k*l sampai lebam oleh Suami nya.
Bersambung...
Terima kasih untuk semua yang sudah dukung karya ini.
Mampir juga di karya Chat story ku.
__ADS_1