
Hari ini adalah hari ulang tahun Revano, rencana nya Ayu akan memberi kejutan malam nanti pukul 12 malam. Dari sore Ayu sudah memesan kue ulang tahun, untuk suami nya. Kue tersebut, Ayu sembunyikan di dalam lemari dekat dapur.
Sekitar pukul 11.30 malam Ayu membangun kan Kalvin, untuk turut serta memberi kejutan pada Ayah nya. Tepat pukul 12 malam, Ayu masuk ke kamar nya dengan membawa kue tersebut bersama Kalvin. Mereka menyanyikan lagu, selamat ulang tahun dengan mengubah sedikit lirik lagu tersebut.
Selamat ulang tahun, kami ucapkan.
Selamat panjang umur, kita kan doakan. Selamat sejahtera, sehat sentosa.
Selamat panjang umur dan bahagia. Nyanyi Ayu dan Kalvin.
Revano yang mendengar suara selamat ulang tahun, ia mengerjapkan mata nya. Dan pandangan pertama yang ia lihat adalah kue ulang tahun, bertuliskan nama dan umur nya saat ini. Setelah meniup lilin bertuliskan angka, Revano mendapatkan sebuah kado dari Ayu.
Revano membuka kado tersebut, pandangan pertama adalah sebuah tespack bergaris dua dan beberapa foto hasil USG. Revano memastikan pandangan nya, kemudian ia menoleh pada Ayu sampai beberapa kali.
"Sayang beneran ini, kamu tidak sedang menjailiku kan?" ujar nya tercekat, Revano tidak bisa berkata apa-apa melihat tespack tersebut.
"Iya benar, sekarang aku sedang hamil. Dan Kalvin, sebentar lagi kamu akan jadi abang, kamu senang tidak?" Tanya Ayu meyakin kan ayah dan anak.
"Iya Mom, aku senang sekali. Terima kasih yah Mom, sudah mengabulkan permintaan ku." Ucap Kalvin tersenyum bahagia.
"Iya sayang, sama-sama." Ujar Ayu ikut tersenyum bahagia.
Revano sedari tadi terus memandangi foto hasil USG, di situ terdapat 2 titik hitam kecil. Ia, penasaran dan bertanya. "Sayang ko di foto ini terdapat 2 titik hitam, itu arti nya apa yah?" Tanya Revano penasaran.
__ADS_1
"Itu Artinya janin yang saya kandung ada 2 atau bisa di bilang kembar." Ucap Ayu membertaukan.
Mata Revano dan Kalvin membulat sempurna, "Berati aku akan mendapatkan 2 adik sekaligus Mom?" Tanya Kalvin dengan polos nya. Dan Ayu hanya menjawab nya, dengan anggukan dan senyuman.
Setelah memberi tau kan, sebuah kabar gembira kepada Suami dan anak sambung nya. Ayu segera di suruh, untuk istirahat dan tidak boleh terlalu lelah. Malam ini, Kalvin merengek ingin tidur dengan orang tua nya. "Boleh yah Mom, pih. Aku tidur bersama kalian malam ini, please." Ucap Kalvin memohon.
Revano sedikit berpikir, akhir nya ia mengiyakan. "Boleh tidur dengan Mommy, tapi dengan 1 syarat. Syarat itu ialah Kalvin, tidak boleh sering-sering tidur bersama Momy." Ujar Revano.
"Ko begitu sih, Pih. Aku ingin menjaga Mommy." Ujar Kalvin manyun.
"Boleh jaga mommy nya, saat siang saja yah. Dari sepulang sekolah, sampai Papih pulang. Lagian kamu kalo tidur itu tidak bisa diam, papih takut kamu menendang perut Mommi." Ujar Ravano menjelaskan.
Kalvin termenung, seperti sedang memikirkan apa yang di katakan oleh sang papi. "Memang kalo aku tidur tidak bisa diam yah, My?" Tanya Kalvin dengan tatapan polos nya.
Ayu hanya, menganggukan kepala nya. "Ya sudah sekarang ayo tidur, ini sudah malam besok kamu sekolah." Ucap Ayu sambil menoel hidung Kalvin.
Mereka tidur saling berpelukan, dengan Kalvin di tengah-tengah Ayu dan Revano. Pagi hari nya, seperti biasa Ayu terbangun terlebih dahulu. Setelah sholat subuh, Ayu kembali mual dan muntah di kamar mandi kamar. Hari ini lebih baik, karena sang suami terus menemani.
Bangun tidur tadi, Revano membuat kan susu ibu hamil untuk Sang istri. Sedang Ayu tadi setelah mual dan muntah juga badan nya juga ikutan lemas, ia mengistirahatkan badan nya kembali di kamar nya.
...********************...
Sedang Gilang, masih merencanakan pernikahan dengan Rani. Rencananya akan diadakan dua bulan ke depan, untuk ijab kabul dan resepsinya sekalian. Gilang sudah menyiapkan pesta kebun, untuk acara Ijab Qobul dan resepsinya.
__ADS_1
Iya juga sudah menyiapkan mahar sebesar uang Rp.250.000 dengan, perhiasan emas sebuah cincin seberat 3gr dan seperangkat alat sholat. Mereka juga sudah menyiapkan beberapa gaun pengantin, juga beberapa desain undangan.
Baby Elang sangat bahagia sekali, karena sebentar lagi ia akan benar-benar mempunyai mama. Ia sampai, memamerkan kepada teman-teman nya. Setiap hari baby Elang, semakin dekat dengan Rani(calon ibu sambung nya).
Sedang Diva, ia masih berusaha untuk mendapatkan perhatian Gilang dan putra nya Elang. Namun ia tidak di gubris sama sekali oleh Gilang, lama kelamaan Diva hanya bisa menahan kekecewaan di hati nya. Karena anak nya sendiri, sudah tidak mau bertemu dengan nya.
Diva menyadari, ini semua adalah kesalahan nya. Ia yang telah membuang anak nya sendiri, dan setelah selingkuhan nya meninggalkan nya. Dia hidup sendiri, keluarga nya juga sudah tidak mau menampung nya lagi. Apa lagi sekarang ia menderita penyakit yang cukup membahayakan, untuk diri nya sendiri.
Diva tinggal di kontrakan kecil, sendirian tiada yang menemani. Sekarang ia bekerja di sebuah restoran kecil dengan gajih perbulan nya hanya cukup, untuk makan dan bayar kontrakan rumah. Kalo sedang libur kerja, ia akan mendatangi dan memandangi putra nya dari jauh.
Sakit yang dirasa oleh Diva, akibat ulah nya sendiri. Ia kadang berfikir seandainya waktu dapat di putar kembali, ia tidak akan pernah meminta cerai pada suami nya. Tapi apa lah daya, ibarat nasi sudah menjadi bubur. Penyesalan, tiada guna nya lagi.
2 bulan telah berlalu, beberapa hari lagi hari pernikahan Gilang dan Rani akan di laksanakan. Undangan telah di sebar, mereka menyebar undangan sebanyak 500 undangan. Acara resepsi, akan dilaksanakan di Gedung Serbaguna di kota B.
Kebaya pengantin untuk ijab qobul telah siap, begitu juga dengan gaun ala Eropa untuk resepsi nanti. Hampir semua keluarga dari Rani telah datang, begitu juga dengan keluarga Gilang. Paman Marno dan istri, juga Karina dan Aji, sedang Angga ia belum datang.
Ayu dan Revano berhalangan hadir, karena kehamilan Ayu yang masih trimester pertama. Ayu sudah konsultasi pada Dokter kandungan, dan jawaban nya Ayu belum di perboleh kan melakukan perjalanan jauh.
Jadi yang mewakili Ayu dan Revano adalah orang tua nya. Di kota B, Ayah dan ibu sudah di pesan kan kamar hotel oleh Revano. Besok adalah acara ijab qobul dan sore nya acara resepsi.
Ijab qobul di laksanakan, di masjid dekat gedung acara resepsi. Baby Elang menempel terus, pada calon ibu sambung nya. Saat acara ijab qobul Rani dan Gilang, duduk terpisah. Gilang, duduk di depan penghulu dan wali dari Rani. Sedang Rani, menunggu di luar masjid.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih atas semua dukungannya untuk kerja receh ini. Semoga pembaca semua suka dengan alur cerita ini.
Mohon doanya untuk karya receh ini dengan cara like, comment, share, saran, kritik, vote dan gif berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis.