Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 57 Pemakaman(flas back)


__ADS_3

"Bagai mana para saksi SAH... SAAAH" ucap pak ustad dan para saksi.


Dua orang saksi dari pihak rumah sakit, dia seorang dokter dan pegawai rumah sakit.


Setelah pengucapan ijab qobul selesai, mereka mendoakan selamat menempuh hidup baru, semoga pernikahan mereka langgeng, dan semua doa-doa yang baik.


Di rumah Gilang...


Tok...


Tok...


Tok...


"Assalamu'alaikum" ucap orang di luar rumah.


"Walaikum salam" sahut dari dalam rumah.


Ceklek...


Ceklek...


"Bu, Gilang mana?" tanya Bapak.


"Gilang di kamar pak, kenapa pulang-pulang nanyain Gilang?" tanya Ibu balik.


"Ibu jangan biar kan Gilang ketemu perempuan itu lagi, dia itu perempuan yang tidak benar." ucap Bapak.


"Perempuan siapa?, perempuan yang mana Pak?" tanya Ibu bingung.


"Perempuan yang di bawa tempo hari Bu, Dia bukan perempuan baik." emosi bapak.


"Maksud Bapak, Agnes?" tanya ibu lagi.


"Iya Bu, siapa lagi kalau bukan dia." ujar Bapak.


"Bapak jangan ngada-ngada deh, kalo berita itu tidak benar jatuh nya fitnah lo Pak." peringat Ibu.


"Bapak tidak mengada-ngada loh Bu, ada ko bukti nya. Bapak sudah selidiki dia dari 1 minggu yang lalu." ucap bapak serius.


"Istirahat yuk pak, cape sudah malam nich" ucap Ibu menggoda bapak.

__ADS_1


Di rumah sakit...


Setelah ijab qobul, keadaan Papa Agnes kritis. Semua dokter di kerah kan untuk menangani nya, tapi tuhan berkehendak lain.


"Maf Pak, Bu pasien tidak bisa kami selamat kan" ucap dokter lesu.


"Dok jangan bercanda di saat begini" ucap Agnes emosi.


Agnes masih tidak percaya kalau Papa nya sudah meninggal, dia coba membangun kan sang Papa.


"Pa bangun hiks Pa, jangan hiks bercanda hiks begitu Pa. Agnes hiks takut Pah" ujar Agnes dengan berurai air mata.


"Maf bu, tuhan lebih sayang beliau, sekarang beliau sudah tenang." ucap sang dokter.


Ibu Agnes tidak berbicara apa-apa, dia diam mematung karna shock mendengar berita ini.


Gilang yang dari kantin bingung, kenapa semua pada menangis? apa yang terjadi?.


"Sayang ada berita apa?" tanya Gilang.


"Papa hiks...papa hiks..." ucap Agnes sesenggukan.


"Papa kenapa sayang?" tanya Gilang.


"Papa sudah tidak ada Beb, Papa sudah meninggal dunia" ujar Agnes pecah tangis nya.


"Yang sabar sayang, ini sudah ketentuan Tuhan" ujar Gilang menenangkan.


Setelah mengurus berkas-berkas yang di perlukan, jenazah bisa di bawa pulang sekitar jam 1 dini hari.


Sekitar jam 2 pagi Gilang baru pulang dari rumah sakit.


Acara pemakaman akan di lakukan keesokan hari nya, di TPU(tempat pemakaman umum) deket rumah.


Rencana jenazah akan di sholat kan di Masjid dekat rumah juga.


Dan di makam kan sekitar jam 9 pagi.


Pemakaman pun sudah selesai, malam nya di ada kan pengajian di rumah Agnes.


Dirumah Gilang...

__ADS_1


"Bu, Gilang mana? apa belum bangun dia!" ujar Bapak


"Tidak tau Pak, mungkin belum bangun" ujar Ibu.


"Coba ibu bangunin memang tidak ngantor dia?" tanya Bapak.


"Iya Pak, Ibu ke kamar Gilang yah." ujar Ibu tersenyum.


Ibu berjalan ke kamar Gilang dan langsung membuka nya.


"Lang... Lang... kamu tidak ke kantor?" tanya Ibu.


"Aku sudah izin Bu mau ke pemakaman teman" ujar Gilang.


"Oh ya sudah, ayo bangun sudah jam 7 pagi. kepemakaman jam berapa?" tanya ibu.


"Jam 8.30 pagi bu." ucap Gilang.


Di pemakaman...


Agnes masih terus saja menangis seperti air mata tidak pernah habis, padahal mata sudah sembab sekali.


"Sayang sudah ikhlas kan Papa, beliau sudah bahagia di sana." hibur Gilang.


"Tapi Beb-" ucapan Agnes terpotong oleh ucapan Gilang.


"Sayang kamu harus kuat, kamu tidak kasihan sama Mama" ucap Gilang menguat kan.


Agnes menganggukan kepala nya.


Untuk sementara Agnes masih tinggal di rumah mama nya, untuk menemani nya.


Paling Gilang yang suka mengunjungi Agnes di rumah nya.


Bersambung...


Maf yah jika fles back nya kepanjangan.


Mohon dukung terus karya ini...


terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2