
Ayu, sampai di kota S sudah menjelang siang sekitar jam 10 pagi.
Di rumah Gilang...
Dari jam 5 pagi, Gilang sudah di bangunin oleh ibu untuk membuka warung. Karna biasa nya kalo pagi banyak yang pembeli.
"Lang, ayo bangun bantu ibu buka warung! biasa nya kalo pagi warung rame." ujar ibu.
"Sebentar lagi bu, aku masih ngantuk nih." ucap Gilang.
"Ayo, buka dulu warung nya nanti kamu tidur lagi. Kamu sudah izin kan dari kantor tidak masuk hari ini?" tanya Ibu.
"Sudah Bu, aku minta tolong temen ku bikinin surat izin." ucap Gilang.
"Ya sudah buru bangun, bantu ibu buka warung keburu pembeli nya pergi ke tempat lain." kesal ibu.
"Iya, Gilang bangun Bu." ujar Gilang.
"Bu, memang warung nya kalo buka sepagi ini." tanya Gilang.
"Iya, kalo buka nya siangan sedikit sudah tidak banyak pembeli." ujar Ibu menjelas kan.
Setelah membantu membuka warung, Gilang kembali ke kamar untuk tidur kembali. Dan tadi meminta Ibu, untuk menbangun kan nya jam 7 pagi.
"Lang bangun sudah jam 7 pagi." ucap Ibu.
"Ya bu, aku bangun" ucap Gilang.
__ADS_1
Ibu meninggal kan kamar Gilang, dan kembali ke warung. Sedang Gilang bukan nya bersiap pergi ke rumah orang tua Ayu malah tidur lagi, dan baru bangun pukul 09.30 pagi.
Selesai membersih kan diri, Gilang bersiap-siap untuk menemui Ayu dan orang tua nya. Gilang menelpon Ayu.
"Halo Assalamu'alaikum, Yu?" ucap Gilang.
"Ya halo Wa'alaikumsalam, Mas. Ada apa menelpon Aku?" ucap Ayu.
"Yu, Mas mau ke rumah orang tua mu untuk menjemput mu." ucap Gilang.
"Maf Mas saya lagi tidak dirumah, kalo mau menemui Ayah temuin saja. Sebelum nya telpon dulu, Ayah masih di rumah atau sudah berangkat kerja! biar kamu tidak bolak-balik." ujar Ayu menjelaskan.
"Baik Yu, Mas akan menelpon Ayah terlebih dahulu.Memang sekarang kamu lagi di mana, Yu?" tanya Gilang.
"Aku lagi di kota S, Mas." ucap Ayu Jujur.
"Saya izin ko sama kamu, coba kamu lihat Wa kamu ada pesan tidak dari aku?" tanya Ayu balik.
"Sebentar saya Cek."
Gilang mengecek Wa nya ternyata iya di situ ada 2 pesan yang kemaren sama hari ini. Tapi tidak di baca apa lagi di balas.
"Iya Yu, ada maf baru buka. Di situ cuma ada izin nya saja, apa alasan nya kamu pergi kesana." ucap Gilang menyesal.
"Terus sekarang, apa alasan kamu pergi kesana?" tanya Gilang.
"Aku di minta teman ku untuk melihat cafe yang mau bangkrut, dan mau di beli temen ku. lumayan lah ada komisi nya." ujar Ayu menjelaskan.
__ADS_1
"Oh ya sudah, saya ke sana nanti sore saja tunggu kamu pulang. kamu hati-hati yah disana." ujar Gilang.
"Iya, sudah dulu yah! Orang yang punya cafe sudah datang. Asalamu'alaikum." ucap Ayu.
"Iya walaikum salam." jawab Gilang.
Di kota S, Ayu bersama Bagas menemui seorang perempuan paru baya yang mau menjual cafe nya.
"Ibu, kenal kan nama saya Ayu. Nama Ibu siapa?" tanya Ayu mengulur kan tangan pada ibu pemilik cafe.
"Iya Nak Ayu, nama saya ibu Ratih." salam kenal sambil menyambut tangan Ayu untuk ber jabat tangan.
"Ibu Ratih kenapa cafe nya di jual?" tanya Ayu.
"Saya mau pindah, tinggal bersama anak saya di luar kota. dari pada tidak ada yang mengurus lebih baik saya jual." ujar Ibu Ratih.
"Oh ya sudah, apa ibu sepakat dengan harga yang saya dan teman saya tawar kan tadi?" tanya Ayu.
"Iya saya sepakat Nak Ayu." ucap Ibu Ratih.
Bersambung...
Kira-kira berapa harga yang di sepakati oleh Ayu dan ibu Ratih yah?.
Nanti kan di Bab selanjut nya yah.
Mohon dukungan nya untuk karya ini.
__ADS_1
terima kasih...