Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 119 Teman Kalvin


__ADS_3

Sesampai nya di bandara Soekarno-Hatta, Revano sudah di jemput oleh orang tua nya. "Sayang, bagaimana? Apa orang yang di titipi Kalvin mau, kamu nikahi." Ujar Ibu angkat(Linda) Revano.


"Sayang ko bicara nya begitu sih, orang yang di titipi cucu kita itu nama nya Ayu." Ujar Ayah Angkat Revano(Rendi).


"Iya itu maksud nya, apa dia mau menjadi istri mu." Tanya Bu Linda kembali.


Revano menganggukan kepala nya, "Iya ia mau jadi istri ku. Mereka ingin bertemu dengan kalian, kira-kira bisa nya kapan?" Tanya Revano tersenyum.


Yah memang begitu, orang tua angkat nya. Mereka itu kocak, harmonis dan kompak walau kadang banyak drama nya. Tapi saya senang, berada di tengah-tengah mereka. Semoga nanti nya, Ayu dan orang tua angkat nya bisa akur.


Setelah Revano ke bandara, tidak lama kemudian Kalvin bangun mencari papi nya. "Mih, Papi mana?" tanya Kalvin sendu.


"Papih sudah berangkat ke bandara dari tadi, mungkin malah sudah sampai di indonesia." Ujar Ayu tarsenyum lembut.


"Sudah tidak usah sedih, mending sekarang mandi dan gosok gigi. Setelah itu sarapan, dan berangkat sekolah." Ujar Ayu.


Baik lah Mommy, aku mandi yah. Nanti Mom, antarkan aku sekolah yah. Ujar Kalvin sambil menganggukan kepala nya. Kalvin berlalu ke kamar, untuk mandi dan berganti baju seragam sekolah.


Selesai memakai seragam sekolah, Kalvin keluar kamar dan sarapan bersama-sama. Setelah itu Ayu, mengantar Kalvin ke sekolahan nya. Di sekolah Ayu tidak langsung pulang, beliau menemui Guru wali kelas Kalvin.


Setelah berbincang sebentar dengan wali kelas Kalvin, Ayu pamit keluar ruangan guru tersebut. Ayu menghampiri Kalvin, di depan kelas nya. "Sayang, Mom pulang dulu yah. Nanti pulang sekolah, Mom jemput lagi." Ujar Ayu.


"baik lah Mam, hati-hati di jalan yah." Ujar Kalvin tersenyum tipis.


"Terima kasih, sayang." Ujar Ayu sambil mencium pipi Kalvin dengan gemas sekali.


Setelah berpamitan pada Kalvin, Ayu pun meninggal kan Kalvin di sekolahan. Sesampai nya Ayu di Apartemen, Baby Agesta sudah ada di situ. Ia memanggil Ayu, tapi Ayu pura-pura tidak mendengar nya. "Mom... Mom hiks... hiks Mom..." Ucap Baby Agesta sendu.

__ADS_1


"Tadi ada yang manggil, siapa yah? Seperti nya Mom mendengar ada yang manggil deh tadi." Ujar Ayu sambil melirik Baby Agesta.


"Atu Mom hiks, yang pandil Mom hiks." Ucap Agesta masih dengan wajah sendu.


Karena merasa kasihan dan gemas secara bersamaan Ayu mengangkat, dan menggendong sang keponakan sampai ia tersenyum kembali.


"Maf yah Momy, hanya bercanda tadi sama Baby Agesta." Ujar Ayu sambil tersenyum. Sedang Agesta, hanya menganggukan kepala nya.


sesudah bercanda dengan Agesta, Ayu pamit ke ibu nya ke dapur. Ayu akan masak untuk makan siang nanti, sekalian mengantar kan bekal makan siang untuk Kalvin. Sekarang Kalvin sudah kelas 3 sd, dia pulang sekolah pukul 1 siang.


Istirahat terakhir pukul 11.45 siang, dan sebelum jam istirahat terakhir Ayu sudah ada di sekolahan lagi. Ayu menunggu di depan kelas, begitu bel istirahat berbunyi semua murid keluar kelas tak terkecuali. "Mom, bawa apa?" Tanya Kalvin tersenyum senang.


"Sayang, Mom bawa bekal untuk makan siang kamu." Ujar Ayu tersenyum lembut. Kalvin menganggukan kepala nya.


"Emm... Boleh tidak, kalo aku bagi bekel aku pada temen aku di kelas? Kasihan dari istirahat pertama, dia belum makan apa-apa?" Tanya Kalvin hati-hati.


"Baik, Mom. Kalvin panggil dulu yah, semoga dia mau menerima makanan ini." Ujar Kalvin tersenyum senang. Ayu menganggukan kepala nya, dan tersenyum pula.


Kalvin pergi ke kelas nya, untuk memanggil temen nya. Dia segera mengajak anak itu, untuk makan bersama di taman depan kelas. "Nur, ikut aku yuk. Mommy aku masak banyak, kamu mau kan makan bareng aku." Ujar Kalvin tulus.


"Ah tidak usah, Vin. Nanti merepotkan, Mommy kamu." Ujar Nur tulus pula.


"Ayo Nur, kamu dari istirahat pertama tidak jajan. Memang kamu tidak berasa lapar apa? Ayolah, Mom aku udah menunggu dari tadi." Ujar Kalvin sedikit memaksa.


"Baik lah kamu yang paksa yah, bukan aku yang mau." Ujar Nur tersenyum tulus. Kalvin hanya menganggukan kepala nya saja, untuk menanggapi nya.


"Mereka keluar kelas sama-sama, dan menuju tempat Ayu duduk. Sayang, ayo buru makan nya. Sebentar lagi, bel masuk berbunyi." Ujar Ayu memperingat kan. Mereka duduk dan menganggukan kepala nya.

__ADS_1


Beruntung Ayu membawa bekal banyak, cukup lah untuk 2 anak kecil seperti mereka. Bel masuk kelas berbunyi, bertepatan dengan mereka menghabis kan makan nya.


"Alhamdulilah." Ucap mereka berdua kompak. Mereka segera masuk kelas untuk mengikuti pelajaran berikut nya. Sampai bel kembali berbunyi, menandakan waktu pulang tiba. Semua anak keluar kelas dengan tertib, agar tidak saling mendorong.


Kalvin keluar terakhir, sedang Ayu masih menunggu di taman tadi tempat mereka makan. Kalvin ke taman, dengan di ikuti oleh teman nya Nur. "Tante terima kasih, makanan nya sangat enak sekali. Tante, aku pamit." Ujar Nur.


"Iya nak, sama-sama. Kamu hati-hati di jalan." Ujar Ayu. Nur hanya mengangukan kepala dan tersenyum manis.


"Ayo, pulang." Ajak Ayu tersenyum. Dan itu hanya di angguki oleh Kalvin. Sesampai nya di Apartemen, Kalvin sudah menguap dari tadi. Ini sudah waktu nya tidur siang, untuk Kalvin dan baby Agesta.


"Mom, aku ngantuk. Aku mau tidur dulu yah." Ujar Kalvin sambil menguap lebar.


"Iya sayang, tapi kamu ganti baju sama cuci kaki dan tangan dulu baru kamu tidur." Ujar Ayu.


"Baik, Mom laksanakan." Ujar Kalvin memberi hormat.


Setelah Kalvin ke kamar nya, Ayu juga masuk ke kamar nya untuk berganti baju. Tadi di luar ada ibu nya, yang sedang makan. Ayu berlalu ke dapur, untuk mengambil minuman nya.


'Begini nih kalau anak-anak sedang tidur, sepi di rumah.' Gumam Ayu. Ayu kembali ke kamar nya untuk tidur siang juga.


Sore hari nya baik Kalvin maupun baby Agesta sudah bangun, mereka juga sudah mandi. Tidak lama papa dan mama Baby Agesta datang untuk menjemput nya, namun baby tidak mau ikut pulang.


Kalo di rumah sepi, sedang di sini rame. Maka nya Agesta lebih senang di Apartemen Ayu, dari pada Apartemen sendiri. Akhir nya orang tua baby Agesta juga memilih tinggal, karena anak nya tidak mau ikut pulang bersama nya.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini. Semoga suka dengan semua karya Autor yang receh ini.

__ADS_1


Mohon tinggal kan jejak di karya ini...


__ADS_2