
Satu minggu kemudian, pak Gandi kembali ke rumah beliau mengantar kan Akta cerai. Pengadilan Agama baru, mengeluarkan Akta cerai 2 hari yang lalu. Saat pak Gandi ke rumah, Ayu sedang berada di luar rumah. Dia sedang berada di restoran, yang di kelola oleh nya dan Bagas.
"Yu, bagaimana dengan kasus perusakan yang menimpa toko kamu, apa sudah ada tituk terang?" Tanya Bagas prihatin.
"Alhamdulilah Gas, pengacara ku bilang para preman pembuat onar itu sudah tertangkap. Mereka belum mau buka suara, siapa yang menyuruh mereka melakukan itu pada ku." ujar Ayu sedih kalo mengingat kejadian itu.
"Yang sabar yah, terus bagai mana kamu dengan Gilang. Apa sudah selesai masalah nya?" Tanya Bagas kembali.
"Sudah Alhamdulilah, mungkin Akta cerai nya baru keluar beberapa hari lagi." Ucap Ayu tersenyum kecut. Bagas menganggukan kepala nya, tanda mengerti.
Sore hari nya, Ayu pulang dengan mengendarai sepeda motor nya. Sebelum pulang, Ayu menyempat kan mampir ke toko roti yang dekat dengan rumah Gilang. Di sana Ayu, mengecek buku laporan pemasukan dan pengeluaran.
Ketika mau pulang, secara tidak sengaja Ayu bertemu ibu Nur (mantan ibu mertua nya). "Yu... Ayu.." Panggil ibu Nur. Ayu yang merasa di panggil nama nya, menengok kan kepala nya dan tersenyum.
"Ibu, apa kabar?" Ujar Ayu sambil tersenyum. "Kabar Ibu baik, Yu. Kamu apa kabar?" Tanya ibu Nur balik.
"Ayu baik, bu. Ibu, tinggal sama siapa sekarang?" Tanya Ayu dengan sopan.
"Ibu tinggal sendiri, Yu. Angga dan istri nya tinggal beberapa rumah, dari rumah ibu. Angga tidak mau, istri nya tinggal bareng ibu." ujar Ibu Nur sedih sekali.
"Sabar ya bu, Gilang sama istri nya tidak tinggal bersama ibu?" Ujar Ayu sedikit prihatin. Ibu menggelengkan kepala, sebagai jawaban.
"Ayu pamit ya bu, ibu hati-hati di rumah. Ini ada sedikit rezeki untuk ibu." Ujar Ayu kembali. Ayu sambil mengulurkan uang, di tangan nya.
Ibu Nur membuka genggaman tangan nya, dan dia melihat beberapa lembar uang pecahan 100 ribuan.
Ada penyesalan di hati Ibu nur, dari pertama bertemu Ayu memang sangat baik. Waktu aku sakit, juga dia mengurus ku dengan baik. Aku minta apa juga di turuti, aku ngomong apa juga tidak mau membantah.
"Maf kan Aku, Yu. Dulu keluarga ku sering bikin kamu tersiksa secara batin." Ucap ibu Nur penuh penyesalan.
__ADS_1
Setelah pamit pada bu Nur, Ayu segera pulang kerumah orang tua nya. Sesampai nya di rumah, "Yu, ini akte cerai nya sudah jadi kamu simpan yah." Ujar Ayah sambil memberikan Akta cerai itu.
"Baik Yah, memang kapan akta cerai ini di antar kan?" Tanya Ayu.
"Tadi siang, pak Gandi yang mengantar kan." Ujar Ayah memberitaukan. Ayu mengangguk kan kepala nya.
Setelah berbincang dengan Ayah, Ayu berlalu pergi ke kamar nya untuk menyimpan Surat akta cerai. Baru setelah itu, dia membersih kan badan nya dan berganti baju.
Setelah itu Ayu merebah kan diri nya di kasur, rasa nya lelah sekali. Banyak masalah dalam beberapa bulan terakhir, dari KDRT, perusakan Toko, dan perceraian.
Baru sebentar Ayu menempel kan kepala nya, dia sudah terlelap. Sampai azan maghrib dia baru terbangun, dari tidur nya. Dan dia berlalu ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan setelah itu sholat.
Sesudah sholat, Ayu beranjak menuruni tangga. Ayu akan membantu bibi dan ibu memasak di dapur, dan nanti membantu menghidang kan nya di atas meja makan.
Sesampai nya di bawah, ternyata di ruang tamu sudah ada paman Marno dan Gilang. "Entah apa yang sedang mereka bicara kan dengan Ayah, tapi terlihat pembicaraan nya sangat serius." Monolog Ayu.
"Ayu... Sini sebentar." panggil Ayah. Ayu yang di panggil Ayah nya, menghampiri dan bertanya. "Ada apa, Yah?"
"Mau bicara apa lagi, semua sudah selesai. Dari ketok palu pak Hakim tempo hari, dan bukan kah surat Akta cerai juga sudah di berikan oleh pengacara yang kalian sewa!" Tegas Ayu.
"Yu, tolong beri aku kesempatan untuk berbicara dengan mu berdua saja." Ujar Gilang.
"Maaf aku tidak bisa menuruti permintaan mu, untuk bicara berdua. Kita sudah bukan muhrim lagi, dan itu akan menimbul kan fitnah." Ucap Ayu panjang lebar.
"Tapi ini penting, Yu. Aku mohon pada mu, mau yah bicara berdua." Ujar Gilang memelas.
"Maf tetap tidak bisa kalo kamu mau bicara di sini, dengan di saksi-in oleh Ayah dan paman Marno!" Tegas Ayu.
"Yu, Ibu sakit. Beliau ingin bertemu dengan mu, sekarang beliau ada di rumah nya. Kamu tolong temuin yah." Ujar Gilang berbohong.
__ADS_1
"Ibu sakit, dari kapan? Kenapa tidak di bawa kerumah sakit, malah kamu mencari saya?" tanya Ayu sarkas.
Gilang menelan saliva nya, ibu sakit dari 2 hari yang lalu, "Beliau tidak mau di bawa ke rumah sakit. Dan beliau, ingin bertemu dengan mu sekarang." ujar Gilang panjang lebar.
"Benar kan, ibu sakit. Jangan bohong kamu, Mas. Baru tadi sore aku bertemu dengan ibu, di dekat ruko yang aku sewa. Beliau terlihat sehat walafiat, tidak terlihat sedang sakit. Ujar Ayu panjang lebar.
Gilang yang sudah ketauan berbohong, pun menyangkal pernyataan Ayu. Gilang malah balik menyalah kan ibunya, "kalo sudah sehat, kenapa menyuruh aku kesini." Kesal nya.
"Aahh sudah lah, saya rasa sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, saya permisi." Ujar Ayu kesal.
Ayu berlalu menuju dapur, dengan muka di tekuk. Ibu dan bibi, hanya memperhatikan tingkah Ayu saja.
"Lang, apa maksud kamu bicara begitu? Ibu kamu sehat loh, kenapa bilang sakit?" bisik paman Marno. Gilang diam saja, saat di tegur oleh paman Marno.
Kemudian Gilang pergi begitu saja, tanpa pamit pada orang tua Ayu. Paman yang merasa tidak enak meminta maaf. "Pak Ridwan, tolong maaf kan ketidak sopanan keponakan saya." Ujar paman Marno merasa bersalah.
"Iya pak Marno, tidak apa-apa mungkin Gilang sedang buru-buru jadi tidak sempat berpamitan." ujar Ayah berpikiran positive.
"Saya pamit, pak Ridwan. Maf, kalo sudah mengganggu waktu nya." Pamit pak Marno.
"Silahkan pak Marno, hati-hati di jalan." Ujar Ayah sambil tersenyum manis.
Setelah kepergian, pak Marno dan Gilang. Ayah masuk ke ruang makan, makanan sudah siap. Mereka ber 4 makan dengan lahap. Sesudah makan, mereka istirahat malam.
Seminggu kemudian, pak Gandi kembali kerumah. Beliau mengabar kan, bahwa dalang di balik perusakan toko telah di tangkap. Maf ibu Ayu bisa tidak anda dan beberapa karyawan yang menjadi saksi kemarin suruh datang besok ke kantor polisi, untuk di mintai keterangan.
Bersambung...
Terima kasih atas dukunan nya untuk karya ini.
__ADS_1
Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini dengan like, komen, saran, kritik, vote, dan gif.