Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 76 Roti manis


__ADS_3

Andre berkutat dengan bahan-bahan Roti, sedang kan Ayu hanya mengawasi apa yang di lakukan oleh nya. Setelah kurang lebih 1 jam, Andre baru selesai membuat Roti manis nya. Setelah roti matang, Ayu mencicipi nya. Sekarang tinggal menunggu dingin dan membungkus nya.


"Bagaimana Bu, apa rasanya pas di lidah ibu?" tanya Andre sambil tersenyum.


Ayu hanya menganggukan kepala nya dan tersenyum pada Andre. "Enak dre, kalau bisa roti nya di bentuk selucu mungkin untuk menarik pembeli." Ayu menyaran kan.


"Baik Bu, akan saya coba membuat nya Bu." ucap Andre sambil memikirkan kira-kira bentuk apa yang di buat selain bulat dan lonjong. "Ndre kamu, saya terima kerja untuk membuat roti manis di sini. Tadi kamu bikin roti berapa banyak?" tanya Ayu.


"Tadi kurang lebih 20 pcs Bu, di makan 2 sama Ibu jadi sisa nya 18pcs. ujar Andre. "Kamu bikin lagi nanti coba saya titipin di restoran temen ku. Rasa nya harus sama loh." peringat Ayu pada Andre.


Di ruko bukan hanya ada Ayu dan Andre tapi juga ada Bu sumi yang akan membuat Kue tradisional. Ayu membawa sisa roti manis tadi ke restoran untuk di jadi kan tester pengunjung restoran.


Ayu juga membawa kue lapis dan kue pisang bikinan bu Sumi, ia meminta Bagas untuk mencicipi Roti manis dan kue tradisional. Bagas di minta memberi komentar, tentang rasa dari roti manis dan kue tradisional yang di bawa nya.


Bagaimana Gas, menurut kamu tentang rasa dari roti manis dan kue tradisional ini, apa memenuhi standar di restoran ini? tanya Ayu yang penasaran dengan komentar Bagas.


Sementara Gilang dari pagi, dia sudah sibuk dengan pekerjaan kantor nya yang tidak pernah habis nya. Siang ini Gilang di ajak oleh menejer nya untuk menemui kliyen di restoran Apus.


Sebelum jam makan siang, Gilang dan atasan nya sudah berangkat ke restoran. Mereka berdua, mencari meja yang tadi pagi di pesan oleh sekertaris bos besar yakni Ruang VIP no 2. "Permisi Ka, Ruang VIP 2 ada di sebelah mana yah?" tanya Gilang pada karyawan restoran tersebut.


"Anda naik ke lantai 2 belok kanan, tempat nya ada di ujung." ucap karyawan restoran tersebut. "Baik Ka, terima kasih." ucap Gilang. Setelah itu mengajak atasan nya menuju tangga untuk naik ke lantai 2 dan belok Kanan.


"Pak Gilang anda yakin tempat nya di sini?" tanya sang atasan yang tampak ragu melangkah. "Yakin Pak, tadi saya sudah nanya sama karyawan sini. Ruang VIP 2 memang di lantai 2." ujar Gilang menjelas kan.


Tidak lama kemudian, mereka berdua sampai di ruangan tersebut. Di susul dengan kliyen yang juga baru sampai. Mereka memesan makanan terlebih dahulu baru, setelah makan mereka membicara kan tentang bisnis.

__ADS_1


Pertemuan berlangsung kurang lebih 2 jam, mereka membahas kerjasama perusahaan. Pertemuan selesai, mereka kembali ke kantor masing-masing. Sesampai nya di kantor, Gilang kembali berkutat dengan berkas-berkas yang ada di meja nya.


Sedang Ayu begitu puas dengan komentar yang di berikan untuk roti manis dan kue tradisional, dia pulang dengan perasaan bahagia. Sedang di ruko Andre masih berusaha mencari ide untuk di bentuk apa lagi, selain bulat, lonjong. Andre, baru bikin dalam bentuk kupu-kupu dan buaya.


'Ini dulu lah nanti minta pendapat pada bu Ayu.' pikir Andre. Semoga dalam bentuk begini di ACC. Tidak lama kemudian, Ayu sampai di ruko dan menemui bu Sumi dan Andre.


"Bagai mana Dre, sudah menemukan bentuk roti yang kira-kira bisa menarik pembeli?" tanya Ayu penasaran dengan kreatifitas seorang Andre si tukang bangunan.


"Maf Bu, saya baru menemukan 2 bentuk yakni bentuk kura-kura dan buaya. untuk isi nya bisa di sesuai kan menurut keinginan konsumen, bila ini pesanan untuk acara tapi kalo kita jual bebas terserah kita mau di isi apa misalnya selai coklat, stroberi,keju, coklat keju dan lain sebagai nya." ujar Andre menjelas kan.


"Baik lah ini yang kamu buat rasa apa saja dan ada berapa jumlah nya?" ujar Ayu penasaran. "Ini yang bulat coklat, yang lonjong stroberi, yang kupu-kupu keju dan yang bentuk buaya coklat keju dan semua ada 40 pcs. Masing-masing bentuk ada 10pcs." ujar Andre menjelas kan.


Hari semakin sore Andre, bu Sumi dan Ayu bergegas untuk pulang kerumah masing-masing. Sebelum pulang, Ayu menanyakan pada Andre apa punya kenalan orang yang bisa bikin roti manis lagi dan beberapa orang yang bisa melayani pembeli. Kalau bisa yang mau tinggal di ruko ini.


Sedang Gilang sepulang dari kantor, dia sekalian membeli makanan untuk makan malam. Dan pilihan jatuh pada nasi padang dan teh manis anget. Setelah membeli makan Gilang pulang ke kos-an, dan tanpa di sadari oleh Gilang ada yang membuntuti nya sampai di kos-an.


Tok...


Tok...


Tok.tok...


"Gilang, jalan yuk. Kita kan sudah lama tidak nongkrong di cafe." ujar orang di luar pintu.


Gilang membuka pintu tersebut.

__ADS_1


Ceklek...


ceklek...


"Mau nongkrong di cafe mana, Rud? sama siapa saja?" tanya Gilang. Di cafe ujung jalan kos-an ini kira-kira 1 kilo meter dari sini. Biasa lah bareng Dini dan Meta cewe saya." ujar Rudi.


Boleh tapi pulang nya jangan malam-malam yah, besok kan harus kerja. Ke kafe nya peke kendaraan masing-masing yah. ucap Gilang. Sedang Rudi hanya menganggukan kepala, dan pergi begitu saja meninggal kan kamar Gilang dan pergi ke kamar nya untuk bersiap-siap.


Mereka pergi sekitar Pukul 7 malam dengan mengendarai motor masing-masing, sampai di sana mereka mencari tempat duduk di luar cafe.


Sedang di restoran banyak para pengunjung yang suka dengan roti manis yang di bawa Ayu tadi, bahkan sudah ada yang memesan sebanyak 50 pcs untuk hari minggu.


Bagas segera memberi tau kan pada Ayu, bahwa sudah ada orang yang memesan roti manis sebanyak 50 pcs untuk hari minggu dengan rasa coklat dan coklat keju. Ayu sangat senang dengan kabar tersebut, ia menulis dalam agenda pesanan agar tidak lupa.


Gilang masih di cafe bersama Rudi, Dini dan Meta. Semua memesan makanan kecuali Gilang, Karena dia tadi sudah makan di rumah. Setelah makan mereka berbincang bersama, hingga ada seseorang yang menghampiri meja mereka dan meminta tolong untuk menyembunyikan nya dari kejaran para preman.


"Ka... ka... tolong saya ka. Saya di kejar preman." ucap wanita tersebut. sedang Gilang dan teman-teman nya hanya melongo melihat wanita itu bersembunyi di dekat Gilang.


"Kalau kamu sembunyi di sini pasti kelihatan lah, sini kamu duduk. rapihin rambut kamu, Met, kamu bawa topi atau kacamata tidak yah?" tanya Gilang. "Ada nih, mau buat apa kacamata ini?" tanya Meta. Gilang mendandani wanita tersebut dengan di pake kan kacamata dan aksesoris lain nya supaya tidak bisa di kenali oleh para preman.


Bersambung...


Siapa kah orang yang membuntuti Gilang?


Siapa kah wanita yang meminta pertolongan pada Gilang dan teman-teman nya.

__ADS_1


Terima kasih untuk semua yang sudah dukung karya ini...


Mampir juga ke karya chat story saya yang berjudul (Dia sahabat ku).


__ADS_2