Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 95 Kalvin Pulang


__ADS_3

Seminggu telah berlalu kini saat nya, Kalvin untuk pulang kerumah papih nya. Revano juga sudah pulang dari luar negri, dari beberapa jam yang lalu. Dia akan menjemput anak semata wayang nya, sekalian memberi buah tangan sebagai ucapan terima kasih.


Revano sampai di rumah Ayu sudah agak siang, karena menurut dia bertamu ke rumah orang tidak sopan kalo datang pagi-pagi. Sebelum masuk ke rumah Ayu, Revano menemui 2 pengawal nya terlebih dahulu.


"Bob, bagai mana keadaan tuan muda selama di sini." Tanya Revano pada bob pengawal setia nya.


"Tuan kecil, baik tuan. Sekarang pipinya lebih berisi, dari terakhir anda ketemu tuan!" Ucap tegas Bobi.


Baik terima kasih info nya, saya masuk dulu yah. Ujar Revano tersenyum sambil menepuk bahu Bobi. Bobi hanya menganggukan kepala nya.


Tok...


Tok...


Tok...


"Permisi." ucap Revano lantang.


Ceklek... Ceklek..


"Ya, anda mencari siapa? ada yang bisa saya bantu Tuan?" Tanya Bibi( art Ayu).


"Maf Bu, Ayu nya Ada? Saya ingin menjemput, Kalvin." Ucap Revano sambil tersenyum manis.

__ADS_1


"Ada Tuan, sebentar saya panggilin. Ayo silah kan duduk dulu, Tuan." Ajak Bibi sambil tersenyum ramah. Sedang Revano hanya tersenyum lembut untuk menanggapi ucapan bibi.


Tidak berapa lama, Ayu turun bersama Kalvin yang sudah mengeluh lapar dari tadi. "Mih, suapi aku yah, nanti aku bilangin papi biar kasih oleh-oleh yang banyak untuk Mommi kakek sama nenek." Ujar kalvin merayu.


Ayu tersenyum geli mendengar rayuan Kalvin, sedang Revano, hanya geleng kepala mendengar rayuan Kalvin. "Iya nanti, aku minta oleh-oleh yang banyak dari papih kamu." Ujar Ayu bercanda. Tidak lama kemudian bibi menyampaikan kalo, papi nya Kalvin datang menjemput dan sekarang berada di ruang tamu.


"Baik bi, minta tolong ambilin makan untuk Kalvin ya bi. terima kasih." Ujar Ayu tersenyum ramah. Bibi menganggukan kepala nya dan tersenyum. Setelah meminta tolong pada bibi, Ayu bergegas ke ruang tamu untuk menemui papih Kalvin, sedang Kalvin sudah lari kesana duluan.


"Papih kapan pulang dari luar negeri, Kalvin kangen sama papih." Rengek manja Kalvin Sambil bergelayut dengan papih nya. Tidak berapa lama orang tua Ayu keluar kamar, Kalvin yang melihat Eyang ti sama Eyang kung nya, segera memanggil terlebih dahulu.


"Eyang kung... Eyang uti... Sini Kalvin kenalin sama papih." Panggil Kalvin dengan senyum bahagia. Orang tua Ayu ikut tersenyum bahagia.


"Ayo mana papih nya, Kalvin?" Tanya Ayah Ayu. "Di ruang tamu Eyang, lagi sama Mommy dan bibi tadi." Ujar Kalvin semangat. Sesampai nya di ruang tamu, orang tua Ayu berjabat tangan dan berkenalan.


"Wah... Ko repot-repot bawa begini sih, nak. Kami senang ko dengan ada nya Kalvin di sini kami jadi punya hiburan sendiri." Ucap pak Ridwan tidak enak hati. Kalvin duduk di samping Ayu, sedang makan sambil di suapin.


Setelah memperhatikan Kalvin makan, Revano lanjut berbicara. "Tidak repot pak, bu. Ini memang di persiap kan untuk anda berdua, Ayu dan juga Bibi. Ini sebagai tanda terima kasih karna mau di repot kan Kalvin." ujar Revano mengulurkan beberapa paper bag di atas meja.


Sementara Gilang, sangat tidak tenang dengan ucapan Ayu. Tentang gugatan perceraian yang di ajukan nya, Gilang juga masih berusaha merayu Ayu untuk mencabut laporan gugatan perceraian kita. Namun Ayu sangat sulit untuk di hubungi, sampai beratus kali aku menghubungi nya. Sampai Diva istri ku yang lain misuh-misuh, karena perhatian nya ku menuju ke istri tua ku yaitu Ayu.


Sejak tau Gilang menikah lagi, ibu sakit-sakitan. Beliau sering keluar masuk rumah sakit, beliau butuh penanganan khusus dari ahli nya. Maka nya ibu sekarang di urus oleh suster rumah sakit yang di sewa, Diva untuk mengurus semua kebutuhan.


Ibu banyak pikiran dan semenjak di tinggal kan Ayu, warung sangat sepi. Barang dagangan warung sudah pada habis, tapi uang nya tidak ada. Ibu sering melamun dan karena pikiran, darah tinggi ibu sering kumat.

__ADS_1


Angga sekarang sudah menikah, dan istri nya sedang hamil 3 bulan. Dia, tinggal di sebelah rumah ibu. Angga membeli rumah tersebut, karena pemilik rumah akan pindah keluar kota. Tinggal di dekat rumah ibu jadi bisa sering-sering nengok ibu, beliau di urus dengan baik atau tidak oleh suster sewaan Diva.


Gilang tidak pernah di perboleh kan, menjenguk ibu nya oleh Diva. Selalu saja ada alasan, untuk menolak berkunjung ke rumah ibu mertua nya. Usia kandungan Diva sudah memasuki usia 7 bulan, dan sebentar lagi akan mengadakan syukuran 7 bulanan besar-besaran. Di sukuran itu Gilang tidak boleh mengundang keluarga nya, alasan nya Diva malu karena keluarga Gilang suka malu-maluin.


Di rumah orang tua Ayu, Kalvin sedih untuk berpisah dari Eyang kakung dan uti nya. Kalvin sampai mengajak mereka, untuk tinggal bersama nya di rumah papi nya. "Kalvin pulang dulu yah, kapan-kapan boleh main kesini lagi sama papi yah." Ujar Ibu Ayu. "Bener Yang uti, Kalvin boleh main kesini lagi." Ujar Kalvin dengan mata berbinar bahagia. "Tentu saja boleh, pintu rumah ini selalu terbuka untuk Kalvin." ujar Ayu dan di angguki oleh orang tua Ayu.


"Ayo pih, kita pulang." Ajak Kalvin. Kalvin berjalan ketempat duduk Ayu dan di peluk nya. "Nanti kalo sabtu minggu Kalvin boleh main lagi ke sini yah Mom." Ujar Kalvin kembali di pelukan Ayu. Ayu tidak dapat menahan air mata nya, dia pun terisak sambil menganggukan kepala nya.


Revano berdiri dan menggandeng tangan Kalvin, tepat di teras rumah Gilang datang langsung ngamuk pada Ayu. "Oh jadi gini Yu, demi laki-laki ini kamu ninggalin aku. Dan siapa anak ini, apa dia anak mu dengan selingkuhan mu di belakang ku." Ucap Gilang dengan nada menghina dan menunjuk ke arah Kalvin.


Revano yang tidak terima ucapan Gilang, memberi peringatan pada Gilang. Untuk tidak bicara sembarangan, di depan anak kecil. "Sudah Mas, jangan dengerin ucapan nya lebih baik kamu bawa Kalvin pulang. Biar mantan suami ku, aku yang urus dengan orang tua ku." Ujar Ayu pada Revano untuk membawa segera Kalvin dari rumah nya.


"Baik lah, kalau butuh bantuan, kamu bicara pada saya." Ucap Revano pada Ayu dan orang tua nya. "Mom, Yang kung, Yang uti, Kalvin pulang yah." ujar Kalvin sambil mencium tangan. Ya hati-hati di jalan, sayang. Ucap Ayu sambil melambai kan tangan nya pada Kalvin.


Revano memasuki mobil nya di ikuti 2 pengawal nya, sebelum masuk mobil Revano memanggil Bobi. "Bob, kamu tolong berjaga di sini. Perhatiin apa yang terjadi, jika itu membahaya kan Ayu dan orang tua nya cepat bertindak!" tegas Revano.


"Baik Tuan, laksana kan!" tegas Bobi.


Mobil Revano berlalu pergi meninggal kan rumah Ayu dan orang tua nya.


Bersambung...


Terima kasih untuk semua dukungan nya untuk karya ini😘.

__ADS_1


Mohon tinggalin jejak yah.


__ADS_2