Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 97 Sidang Mediasi


__ADS_3

Demi membujuk Ayu agar mencabut gugatan perceraian nya, Gilang mengirim kan banyak barang. Barang yang di kirim kan di antara nya Makanan kesukaan Ayu, tas, sepatu, alat make up dan masih banyak lagi yang lain nya. Barang-barang itu, di kirim selama seminggu full.


Barang-barang yang di kirim kan oleh Gilang, tidak berpengaruh apa-apa. Ayu tetap tidak bergeming, dia tetap dengan keputusan nya yaitu bercerai. Dan semua barang-barang dari Gilang, Ayu kirim kan kembali untuk Diva.


Di dalam bungkus itu ada tulisan "tolong cabut tuntutan nya, aku akan kirim kan hadiah untuk mu setiap hari." di situ juga terdapat emoticon tersenyum.


Ayu memutar bola mata nya malas, saat membaca pesan yang di kirim kan oleh Gilang. Ayu menghela nafas, 'kenapa baru sekarang kamu memikir kan ku. Di saat kita sudah akan berpisah, dari dulu kemana saja.' Monolog Ayu.


Bobi masih saja terus melapor kan, perkembangan hubungan Ayu dan suami nya. Dari Gilang yang suka kirim hadiah untuk Ayu, dengan alasan agar Ayu mencabut gugatan perceraian nya.


"Terus apakah Ayu, akan cabut gugatan perceraian nya?" Tanya Revano. Bobi hanya menggelengkan kepala nya. seraya mengatakan, "Nona Ayu tetap pada pendirian nya, Tuan!" Revano mengangukan kepala nya tanda mengerti.


1 minggu telah berlalu, hari ini akan di ada kan sidang mediasi. Sidang mediasi akan di laksana kan di pengadilan, harus di hadiri kedua belah pihak.


Seperti dalam pasal 6 ayat (1) disebut kanbahwa, para pihak wajib menghadiri secara langsung pertemuan mediasi dengan atau tanpa di dampingi oleh kuasa hukum. Sumber google. (maf kalo salah tolong koreksi).


Sidang akan di adakan pukul 9 pagi, Ayu datang dengan kedua orang tua nya dan pak Gandi selaku pengacara nya. Sedang Gilang datang, bersama Ibu dan paman Marno. Sedang Diva akan menyusul, nanti sepulang dari salon.


Mereka berdua di tempat kan di tempat terpisah, masing-masing di dampingi oleh seorang mediator sebagai juru bicara dan penengah kedua belah pihak.


Proses mediasi berlangsung sekitar kurang lebih 60 menit. Dari pihak Ayu tetap kekeh ingin pisah, Ayu juga membeber kan alasan nya. Di antara nya Gilang menikah lagi, tanpa izin dari saya selaku istri nya dan Gilang juga pernah men*mp*ar saya sampai cap lima jari. Ayu memberi kan bukti foto di handpone nya.

__ADS_1


sementara dari pihak Gilang kekeh tidak mau pisah, Gilang beralasan masih sayang dan cinta sama Ayu. Sidang mediasi telah selesai, mereka sama-sama menunggu di ruang tunggu untuk tau hasil sidang mediasi nya.


Revano sedang berada di kantor, saat Bobi melapor kan kalo nona Ayu sedang melakukan sidang mediasi 1. Revano menghela nafas, 'semoga memperoleh hasil yang terbaik.' ucap nya dalam hati.


"Bob, kamu pantau dan lindungi terus keluarga Ayu." ucap Revano sambil tersenyum. "Baik Tuan, laksanakan." ujar Bobi. Revano mengangukan kepala nya, setelah itu Bobi pamit. "Saya permisi, tuan."


Selesai sidang gugatan, Diva baru datang dengan penampilan yang wah sekali. Ibu dan paman Marno masih menatap Ayu, ada rasa bersalah menyusup di hati ibu. 'Ingin rasa nya, aku meminta maaf pada nya.' ucap Ibu dalam hati.


Sedang Ayu hanya diam, tidak bereaksi apa-apa. Dia sudah terlanjur kecewa, dengan perlakuan ibu dan anak itu. Ayu jadi mengingat dahulu, saat dia tak bersalah tapi di salah kan oleh orang tua nya. Sedang Gilang, tidak ada pembelaan untuk diri ku.


Gilang lebih sering melimpah kan kesalahan nya pada ku, agar aku yang terkena marah oleh orang nya. "Sudah lah semua sudah berlalu, mungkin ini sudah jalan takdirku." monolog Ayu.


Tiba-tiba ibu menepuk pundak Ayu, "sedang memikir kan apa? Dari tadi ibu perhati kan kamu melamun terus?" Tanya ibu tersenyum lembut. Ayu ikut tersenyum, kemudian menggelengkan kepala.


"Kamu pasti bisa, Yu. Melewati ini semua, Ayah percaya itu." Ujar Ayah memberi semangat. Ayu menganggukan kepala dan tersenyum. "Benar yang Ayah kata kan apa pun yang terjadi, aku harus tetap semangat." gumam Ayu.


Karena Diva merasa di diam kan, oleh suami dan mertuanya akhir nya dia membuat ulah. Diva tiba-tiba nyeletuk, "bagus deh kalo kamu sadar diri, menggugat cerai Mas Gilang."


Ayu yang mendengar ucapan Diva, hanya menggeleng kan kepala nya dan tersenyum kecut. Sedang Gilang naik pitam, mendengar ucapan istri muda nya. "Apa maksud kamu mengatakan semua itu?" teriak Gilang.


Teriakan Gilang cukup memekakan telinga, sampai-sampai pak sekuriti yang depan berlari ke lantai 2. "Ada apa ribut-ribut begini, bisa tenang ngga? Ini di ruang sidang, butuh ketenangan." ujar pak sekuriti.

__ADS_1


"Baik pak, kami minta maf atas keributan ini." Ujar Ayah bijak sana. Sedang si biang onar hanya diam tanpa ada niat untuk .


Tidak lama kemudian mediator keluar dari ruang sidang, untuk memanggil kan ke dua orang yang sedang berusaha di damai kan. Ayu dan Gilang, di panggil oleh majelis hakim ke ruangan nya. Beliau memutuskan untuk di lakukan sidang mediasi yang ke dua, yang akan di lakukan 1 minggu kedepan.


Ayu dan Gilang hanya menurut, apa yang di kata kan majelis hakim. Setelah itu mereka keluar ruangan, di tengah berjalan Gilang berkata. "Sudah kamu cabut saja gugatan ini, tidak enak loh menjadi janda. Tidak ada yang nemenin tidur loh, Yu." ujar Gilang masih terus membujuk.


Reaksi Ayu hanya diam dan memicing kan mata nya, seakan mata nya bisa berbicara. "Ini bukan urusan mu, urus saja urusan mu sendiri."


"Oh iya mulai sekarang, jangan kirim-kirim hadiah lagi untuk membujuk ku. Itu tidak mempan sama sekali, lebih baik uang nya kamu tabung untuk biaya istri kamu lahiran nanti." peringat Ayu.


Gilang yang mendengar itu, hanya diam tidak berkutik sama sekali. Sampai di luar Ibu memeluk Ayu dengan erat, seakan ibu menyalurkan kasih dan sayang nya pada anak perempuan satu-satu nya. Yang sabar yah, semua akan indah pada waktu nya.


"Yu, apa yang di kata kan oleh pak hakim?" tanya Ayah penasaran. Ayu menghela nafas panjang, sebelum menjawab nya. "Hakim cuma mengatakan jadwal mediasi, akan di laksana kan 1 minggu lagi." ucap Ayu tersenyum kecut.


"Ya sudah tidak apa-apa di jalani saja, pasti akan ada cahaya setelah gelap gulita." Ujar Ayah. Mereka, menganggukan kepalanya. "Ya sudah ayo kita pulang, mari pak Gandi kami duluan yah." ujar pamit Ayu.


Oh iya silah kan, sampai jumpa minggu depan Pak, Bu. Ujar pak Gandi.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini.

__ADS_1


Dukung juga karya autor yang lain nya. Mohon untuk tinggal kan jejak.



__ADS_2