
Beberapa hari kemudian, Revano sudah pergi ke bandara dari pukul 5 pagi. Jam keberangkatan pesawat pukul 7 pagi, Ayu juga ikut menyusul ke bandara untuk sekalian menjemput Kalvin. Sampai di bandara, Ayu menghubungi Revano untuk menanyakan posisi nya di mana?
"Mas, posisi kamu di mana? Aku sudah ada di bandara, mau jemput Kalvin." ujar Ayu sambil tengak tengok melihat sekitar. "Aku, Kalvin dan Dila sedang di cafe Bora lantai 3. Kamu, sesini saja yah." Ujar Revano. Sambil tersenyum. "Baik lah, saya kesana sekarang." ucap Ayu sambil memutus panggilan telpon nya.
Ayu berjalan ke lantai 3, dengan mengguna kan tangga berjalan. Tak berapa lama Ayu sampai di lantai 3 dan segera mencari cafe yang di maksud Revano. Di lantai 3 memang terdapat banyak cafe dan tempat belanja, setelah berjalan beberapa meter Ayu menemukan tempat tersebut.
Kalvin segera turun dari kursi, dan berlari ke arah Ayu. Kalvin segera memeluk nya, dan tersenyum dengan manis nya ada Ayu. Ini semua tidak luput dari pandangan, Dila. 'Kenapa Kalvin pada saat dengan ku, dia cemberut dan jarang sekali tersenyum. Tapi saat bersama wanita itu dia terlihat sangat bahagia sekali.' Monolog Dila.
Anak ganteng mau tidak nginap di rumah ibu? Nanti di sana ada Yang ti sama Yang kung, mereka mau ketemu anak ganteng. Ujar Ayu. Kalvin menjawab tanpa berpikir terlebih dahulu, "mau, My." ujar Kalvin sambil tersenyum. Tapi setelah itu, Kalvin melirik pada Papih nya. "Pih boleh yah, Kalvin di tempat Mommy selama papi di luar negri." Ujar nya memohon.
Revano terdiam lama, seakan dia sedang berpikir dengan keras. Apakah mau mengizin kan atau tidak?. Sedang kalvin, hampir menangis. Kalvin sangat berharap, bisa tidur dengan orang yang dia anggap Mommy. Tapi tidak lama kemudian Revano menganggukan kepala nya. Karena Revano kasihan pada anak semata wayang nya, yang sudah berkaca-kaca sedari tadi.
Tanpa sadar Kalvin berteriak heboh, "aahhh Mommy, aku senang sekali bisa nginep dan tidur sama Mommy." Ucap nya heboh. Sedang Revano dan Ayu hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala nya. Sedang Dila, sudah misuh-misuh tidak jelas.
Dari bagian informasi, sudah menginformasikan pada para penumpang untuk bersiap-siap memasuki pesawat. Karena sebentar lagi pesawat akan lepas landas. Revano segera berpamitan pada semua, yang mengantar kan nya ke bandara. Kalvin sudah tersedu dari tadi, Revano menitip kan anak nya pada Ayu.
Karena tidak mau terlalu larut dalam kesedihan, Revano segera masuk ke dalam pesawat nya. Pesawat nya sudah lepas landas dari 10 menit yang lalu. Kalvin dan Ayu, pulang ke rumah orang tua Ayu. Mereka akan tinggal bersama selama 1 minggu kedepan.
__ADS_1
Sesampai nya di rumah orang tua Ayu, Kalvin di sambut oleh Ayah da ibu Ayu. "Yu, ajak nak Kalvin makan dulu ini sudah agak siang loh." ucap Ibu tersenyum. Ayu hanya menganggukan kepala nya saja. "Anak ganteng tadi sudah makan apa belum?" Tanya Ayu tersenyum lembut.
"Tadi makan sedikit, di bandara Mom." Ujar Kalvin sembari berpikir dia seakan ragu dengan jawaban nya sendiri. "Sekarang kamu, mau makan lagi ngga?." tanya Ayu lembut. "Nanti saja Mom, kalo aku laper, aku bilang sama Mom." ujar Kalvin tersenyum manis. Ayu hanya mengangukan kepala nya.
Ayu membawa Kalvin ke kamar nya untuk istirahat, tapi sebelum istirahat Kalvin di suruh untuk mandi dan gosok gigi. Sementara Kalvin mandi, Ayu turun kebawah untuk mengambil minum dan cemilan. Saat di bawah, Ayah memanggil Ayu. "Yu... Ayu itu yang di depan siapa? 2 orang sangar, tinggi gede begitu?" Tanya Ayah sambil menunjuk orang yang ada di depan sana.
"Mereka pengawal dari papi nya Kalvin, Yah. mereka yang di suruh jagain Kalvin sampai papih nya kembali dari luar negri." ujar Ayu panjang lebar. "Loh memang ema nya di mana anak itu?" Tanya Ayah penasaran.
"Kalo kata papih nya sih sudah meninggal, Yah. Pas Kalvin umur 3 tahun, dan muka mama nya mirip sekali dengan Ayu. Aku juga sudah melihat foto nya di ponsel papi nya Kalvin." Ujar Ayu menjelas kan.
"Bi, nanti tolong bikinin kopi atau teh dan cemilan yah, buat mereka yang ada di depan." Ujar Ayu meminta tolong. Bibi menganggukan kepala dan berkata "baik non, laksanakan, memang mereka siapa non? Muka nya serem gitu."
Mereka pengawal nya Kalvin, bi. Ujar Ayu. Setelah dari dapur Ayu kembali ke kamar nya, mendapati Kalvin selesai mandi dan sudah memakai baju nya. "Anak ganteng sudah selesai mandi nya? Coba cium pipi nya sudah wangi belum?" Ujar Ayu tersenyum. Sedang reaksi Kalvin, tersenyum malu-malu sambil menyodor kan pipinya.
Untuk menutupi merah di pipi, Kalvin mengalih kan pembicaraan nya. "Mom, bawa apa? Aku mau yah!" ujar Kalvin sambil melirik piring yang di bawa Ayu. Ayu hanya tersenyum lembut, sambil memberikan piring yang ada di tangan nya.
"Sayang mau tidur sendiri, apa sama aku?" Tanya Ayu sambil tersenyum. "Kalvin mau tidur sama Mommy yah." Ujar Kalvin memohon. Ayu hanya menganggukan kepala nya saja.
__ADS_1
Setelah garis polisi di buka, toko roti Ayu agak sepi pembeli. Tapi kalo untuk pesanan kantor-kantor kecil masih seperti biasa nya, tidak ada evek sama sekali. Semua karyawan bersyukur, walau toko agak sepi tapi pesanan ada terus.
Sekarang para peneror sudah tidak lagi muncul, tapi tidak tau nanti. Petugas polisi juga masih terus mendalami kasus itu, dan sampai sekarang belum menemukan titik terang nya.
Siang hari Ayu menidurkan Kalvin dia ingin di bacakan cerita rakyat yang sudah melegenda. Setelah Kalvin tertidur, Ayu turun untuk menemui Ayah dan ibu nya.
"Yah, aku titip Kalvin sebentar yah! Aku mau ke restoran sama ke toko roti." Ujar Ayu meminta izin pada orang tua nya. "Ya sudah kamu hati-hati di jalan yah, pelan asal selamat yah ndho(nak)." Ayu hanya menganggukan kepala nya, setelah itu Ayu mencium tangan kedua orang tua nya.
Di depan pintu Ayu juga mengingat kan pada pengawal Kalvin, untuk menjaga nya dulu. Para pengawal, hanya menganggukan kepala nya saja. Salah satu pengawal, memberani kan diri untuk bertanya. "Maf nona mau pergi kemana? Nanti kalo tuan muda, tanya kami jawab apa?" Ujar salah satu pengawal.
Ayu tersenyum dan menjawab "aku mau nengokin toko roti saya pak, apa sudah lepas garis polisi apa beum." ujar Ayu. Sedang para pengawal hanya menganggukan kepala nya saja. "Saya titip Kalvin ya pak, nanti kalau sudah bangun kamu hubungin aku." Ujar Ayu.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini.
Mohon untuk tinggal kan jejak...
__ADS_1