
"Jadi inti nya kamu nikah di jodoh kan, terus kemaran suami mu nikah lagi tanpa memberitaukan pada keluarga nya termasuk kamu. Dan terakhir kamu di t*mp*r, gara-gara suami mu terhasut istri muda nya." ujar Revano menarik kesimpulan. Sedang Ayu hanya menganggukan kepala nya tanda itu benar.
"Jadi kalo begitu cerita nya aku harus bagaimana, Mas." ujar Ayu frustasi.
"Kalo menurut ku ka- Mommy filmnya lucu, Mommy mau lihat." ucapan Revano terpotong oleh ucapan Kalvin. Sedang ayu hanya tersenyum pada Kalvin.
"Mommy kenapa mata nya merah, Mommy habis nangis.Papi, Mommy kenapa nangis? Papi jangan bikin Mom aku nangis, Kalvin tidak suka!." tegas Kalvin, pada Papinya. Sedang Revano, hanya memutar bola mata nya malas.
"Tidak sayang, Papi kamu tidak bikin Aku nangis! Mata Aku hanya kelilipan debu." ujar Ayu menjelaskan.
"Beneran Mommy, kamu tidak berbohong. Kalo ada yang sakiti Mommy bilang sama Kalvin, biar Kalvin hajar." ujar Kalvin serius. Ayu hanya menganggukan kepala nya, seraya mencium pipi Anak Ganteng nya.
Revano hanya tersenyum, menanggapi celotehan anak semata wayang nya.
Kalvin memang jago tae kondo dan silat, dia belajar dari umur 3 tahun. Kalvin termasuk anak yang cerdas dalam waktu singkat, dia dapat menguasai gerakan-gerakan tae kondo dan silat.
Dan kemarin Kalvin masuk rumah sakit gara-gara menolong orang yang di keroyok preman. Itu pun Karena Kalvin tidak sengaja lepas pengawasan, dari Papi nya dan para pengawal.
"Mommy, mau tidak tinggal bareng Kita?" ucap Kalvin memohon. Ayu hanya menggeleng kan kepala, dan meminta maf pada Kalvin.
Sekitar pukul 9 pagi mereka keluar hotel, Revano dan Kalvin pulang ke rumah nya. Tapi sebelum nya ada drama terlebih dahulu, Kalvin yang ingin ikut pulang ke rumah Ayu.
"Mom, Kalvin ikut yah pulang kerumah Mommy." ujar Kalvin manja.
"Maf sayang, Ibu tidak bisa mengajak Anak ganteng. Ibu belum memiliki rumah sendiri, sekarang ibu hanya tinggal di Ruko bersama karyawan yang lain." ucap Ayu sambil tersenyum lembut.
"Mommy punya karyawan? Memang karyawan kerja nya apa, Mom?" tanya Kalvin penasaran. Sedang Revano, hanya diam menyimak pembicaraan Anak nya dan Ayu.
__ADS_1
"Iya sayang, ibu punya toko roti di kota S. Baru buka, berapa bulan yang lalu." ujar Ayu menjelas kan.
"Mom, kalo Kalvin mau main kesana boleh tidak." cicit Kalvin memohon. Ayu sengaja seolah berpikir keras, kayak nya sangat sulit untuk memutus kan nya.
"Boleh tapi kesana nya tidak boleh sendiri yah, harus ada yang menemani nya." ujar Ayu. "Oke Mom." ucap Kalvin lantang dengan tangan di angkat melakukan gerakan hormat.
"Sudah sekarang Kalvin dan Papih Revano pulang yah, Ibu juga mau pulang sudah siang. Ibu harus ngurusi karyawan toko roti, karena sekarang lagi banyak pesanan." ujar Ayu menjelas kan.
"Ayo Papih kita pulang, Kalvin harus les Silat biar bisa jaga Mommy nanti." ucap Kalvin semangat. Sedang Ayu hanya tersenyum mendengar celotehan Kalvin.
Sebelum pulang, Ayu mampir ke rumah orang tua nya. Dia kangen ingin bertemu dengan ibu nya, sekalian membicara kan kelakuan Gilang yang keterlaluan.
Sesampai nya di sana, Ayu memberi salam dan langsung masuk ke rumah. "Ayah, Ibu anak cantik datang." ujar Ayu berteriak. Ibu yang dari tadi di kamar, keluar untuk melihat benar atau tidak Ayu yang datang.
"Sayang kamu datang tidak bilang-bilang." ucap Ibu tersenyum lembut. Ayu hanya menganggukan kepala dan tersenyum lembut juga.
"Baik lah bu, Ayu ke kamar dulu yah. Mau istirahat cape." ujar Ayu sambil menaiki tangga.
"Iya sayang, Ibu juga mau masak bareng bibi. Kamu mau di masakin apa?" tanya Ibu. Ayu yang baru melangkah beberapa anak tangga berhenti dan membalikan badan nya. "Ayu mau di masakin capcay bu, sama udang saus padang." ujar Ayu. Sedang ibu hanya menganggukan kepala nya.
Ayu sampai dikamar nya langsung rebahan di kasur nya, ia menghubungi Andre untuk mengetahui berapa banyak pesanan yang ada di toko. Dan alhamdulilah setelah di hitung semua dalam seminggu pesanan sebanyak 6000 pcs roti manis, 2000 kue pisang, 1500 pcs kue lapis dan 1200 pcs lontong. itu semua belum yang di kirim ke restoran dan warung-warung dekat ruko.
Revano mengantar kan Kalvin, ke tempat les silat di dekat kantor nya. Nama perusahaan milik Revano bernama Revin grup, perusahaan ini bergerak di bidang garmen dan tekstil. Perusahaan Revano mempunyai 16 cabang di berbagai kota, dan sebentar lagi merambah ke Eropa.
Kalvin sangat semangat melakukan gerakan-gerakan silat, dari gerakan memukul sampai menendang. Kalvin tidak bersekolah umum dia bersekolah di rumah(home scohling), jadi jam belajar nya bisa di atur sendiri.
Sejak bertemu dengan Ayu, Kalvin jadi lebih semangat belajar silat dan taekondo. Dia bertekat akan melindungi Ayu yang dia tau nya adalah Mommy nya.
__ADS_1
Saat jam makan siang Ayah baru pulang, Ayu menyambut Ayah nya dengan senyum manis. "Yah, baru pulang. Ayo makan bareng Ayu dan Ibu." ajak Ayu dengan tersenyum manis. Sedang Ayah hanya menganggukan kepala nya dan tersenyum.
"Ayah dari mana?" tanya Ayu.
"Ngobrol nya nanti yah, kita makan dulu." ucap Ayah sambil tersenyum. Selesai makan, Ayu di ajak ngobrol sama Ayah di ruang tamu. "Ayu kamu jujur sama Ayah, kenapa pipi kamu lebam begitu. Ayah tidak percaya kalo itu terpentok meja, Ayah bukan anak kecil lagi yang bisa di bohongi!" ucap tegas Ayah.
"Maf kan Aku Yah, aku belum bisa cerita semua sekarang. Nanti kalo sudah saat nya, Ayu pasti akan cerita sama Ayah. Tolong izinin Aku sholat istikhroh dulu Yah, biar tidak ada lagi keraguan di dalam hati ku." ujar Ayu panjang lebar.
"Baik lah Ayah akan tunggu kamu bercerita, jangan lama-lama." ujar Ayah tersenyum. Ayu ikut tersenyum pada Ayah nya, Ayu pamit untuk mandi dan sholat dhuhur.
Sampai kamar Ayu menghela nafas, dia bingung bagaimana mulai bercerita. Selesai sholat handpone ayu berdering, dan yang menelpon adalah Revano. "Nona Ayu bisa kita ketemu untuk ngebahas solusi masalah kamu." ujar Revano.
"Baik lah kapan kita bisa ketemu?" tanya Ayu. "Bagaimana kalo nanti malam, sekalian makan malam di restoran di jalan Abimanyu no 5 di kota S." ajak Revano.
"Oke jam berapa makan malam yah?" ujar Ayu tersenyum manis.
"Pukul 7 malam kita ketemu di sana." ujar Revano. "Baik lah kalo begitu."
Ayu sampai di sana, sudah jam 6.50 sore. Tidak lama kemudian, Revano datang bersama asisten pribadi nya. Sebelum memulai pembicaraan, mereka memesan makan malam terlebih dahulu. Ayu memutuskan untuk memesan, Nasi dan Ayam geprek, minum nya Es teh manis. Sedang Revano memesan, spageti carbonara dan jus jeruk.
Bersambung...
Maf yah solusi nya Revano untuk bab selanjut nya.
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya ini.
Mampir juga di karya chat story saya.
__ADS_1