Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 125 Pengajian


__ADS_3

Diva masih saja, merayu Gilang dengan kata-kata manis nya. Gilang menghirup nafas dalam, dan mengeluarkan nya dari mulut nya. Itu semua di lakukan, untuk sedikit meredam emosi nya.


Gilang menghela nafas, dan duduk di hadapan Diva. demi tau dimana baby Elang , Gilang menuruti apa mau Diva. Dan tanpa Diva tau, sebenar nya Gilang sudah lapor polisi. Mereka membaur menjadi masyarakat biasa, tapi secara diam-diam memperhatikan meja yang diduduki oleh Gilang dan Diva.


Setelah selesai makan, Gilang mencoba untuk bernegoisasi dengan Diva. Gilang mencoba merayu Diva, supaya mau melepas kan baby Elang tanpa harus rujuk dengan nya.


"Diva sayang, beneran kamu mau rujuk sama aku. Sekarang ibu sudah tinggal bareng Aku, apa kamu mau ngurusi beliau." Tanya Gilang mencoba meyakin kan.


Diva terdiam seakan berfikir, kemudian berkata, "ha...ha...ha kamu bohong kan, Itu cuma alasan kamu saja kan. Supaya aku tidak jadi balik sama kamu kan, lagu lama itu sudah tidak mempan lagi."


Sejak menikah dengan Gilang, memang Diva paling tidak suka dengan ibu Nur entah apa alasan nya. Sampai setiap kali lebaran, Diva tidak pernah mau di ajak berkunjung ke rumah ibu. Sampai sekarang Gilang juga tidak tau, apa alasan Diva begitu tidak menyukai ibu nya.


"Aku tidak bercanda, ibu memang sekarang tinggal di bersama ku!" Ucap Gilang tegas. "Aah... Sudah jangan bahas yang itu, sekarang bagaimana kamu mau kan rujuk dengan ku." Ujar Diva tegas.


"Baik lah, tapi sebelum itu aku ingin bertemu lebih dulu dengan anak ku. Apa dia baik-baik saja atau tidak?" Tanya Gilang serius.


Tidak berapa lama terlihat Diva mengotak-atik ponsel nya, setelah itu Diva memperlihatkan sebuah vidio. Isi vidio tersebut ialah: di vidio tersebut, terlihat Elang sedang di ikat di kursi. Dia menangis sambil memanggil, "Papah... Hiks... Papa hiks, Aku takut hiks... Tolong aku pah hiks." Ujar Baby Elang ketakutan.


Setelah melihat vidio tersebut Gilang meradang, tapi dalam pikiran nya dia tidak boleh bertindak gegabah. Gilang berpikir, untuk berpura-pura menuruti kemauan Diva.


"Baik lah sayang, mari kita jemput anak kita. Kasihan dia, sampai menangis begitu." Ujar Gilang merayu. Diva menganggukan kepala nya, dan tersenyum manis. Diva merasa kalo Gilang, sudah mau rujuk. Diva yang terbujuk oleh rayuan Gilang, menuruti kemauan Gilang untuk menjemput anak nya.


Sesampai nya di sana, Gilang langsung masuk kerumah tersebut. Namun di sana tidak ada apa-apa, rumah itu kosong. "Div, dimana kamu sembunyiin Elang?" Ujar Gilang emosi.

__ADS_1


"Ada, dia di dalam bersama teman ku. Coba kau cari lagi, mungkin mereka ada di kamar nya." Ujar Diva ikut khawatir, takut di bawa lari sama teman nya.


"Bagaimana Mas, ada tidak di kamar nya?" Teriak Diva dari luar rumah.


"Kamu berbohong, di dalam tidak ada siapa-siapa. Di mana kamu, sembunyikan Elang?" Tanya Gilang dengan emosi yang memuncak.


Diva mengotak atik handpon nya, dia mencoba menelpon teman nya. Namun handpone, teman Diva tidak Aktif. Diva mencoba beberapa kali, menghubungi teman nya sebut saja Reni.


"Aduh kemana sih, nie anak suruh dirumah saja. Malah entah kemana." Gerutu Diva.


"Bagaimana kamu tau, di mana keberadaan anak ku sekarang." Ujar Gilang kesal karena sudah 1 rumah dia cari, dari di lantai 1 sampai lantai 2 tapi kosong tidak berpenghuni.


Diva yang mengetahui anak dan teman nya tidak ada menjadi khawatir, tidak lama kemudian Reni datang dengan baby Elang. "Kamu dari mana, Ren?" Tanya Diva kesal. "Aku dari warung, anak kamu dari tadi rewel minta jajan." Ujar Reni tersenyum.


...***********************...


Anggota keluarga yang meminta nya, supaya cape-cape sekalian. Ayu dan Revano hanya menurut saja, dengan semua yang di putuskan oleh anggota keluarga. Kalvin sangat bahagia dengan keputusan ini, dia sudah tidak sabar untuk tinggal bersama dengan Momy dan Papi nya.


"Sayang, apa kamu bahagia, Momy dan Papi akan menikah." Tanya Revano sambil tersenyum.


"Kalvin sangat senang sekali, Pih. Aku sudah tak sabar, untuk tinggal bersama." Ucap Kalvin sambil mata nya berkaca-kaca.


"Sabar yah sayang, kurang dari 1 minggu kita akan tinggal bersama dalam 1 rumah." Ujar Revano terharu. Setelah selesai ber bincang, Kalvin pergi kekamar nya.

__ADS_1


Untuk sementara waktu, Ayu dan Revano tidak boleh bertemu. Mereka berdua sedang di pingit, oleh keluarga masing-masing. Tiga hari sebelum pernikahan, kedua mempelai mengadakan pengajian di rumah masing-masing.


Pengajian di hadiri oleh seluruh anggota keluarga dan sahabat terdekat mempelai. Begitu juga, dengan pengajian di tempat Revano. Dan Alhamdulilah, semua berjalan dengan lancar. Tadi pada saat sungkeman, Ayah dan ibu sampai menangis untuk melepas putri nya untuk orang yang di cintai nya.


Ayu mengundang ibu-ibu pengajian setempat, dan Ayu juga mengundang hampir 100 anak yatim. Untuk pengajian Ayu meregoh kocek yang lumayan dalam, untuk membeli sofenir dan amplop untuk anak yatim tersebut.


Setelah pengajian semua tamu undangan, di arahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum pulang kerumah. Pengajian di mulai dari pukul 8 pagi, dan selesai pukul 12 siang. Sedang pengajian di tempat Revano di mulai dari siang menjelang sore, ia juga mengundang ibu-ibu pengajian dan 50 anak yatim.


Baby Agesta, sangat senang dengan kehadiran kakak-kakak dari panti asuhan. Dia sampai ikutan duduk bersama dan ikut mendoakan, untuk semua kelancaran acara yang akan di laksanakan beberapa hari kedepan.


Rumah kembali lengang, sedang Baby Agesta kembali rewel. Dia terus mencari dimana babang nya. "Mama babang mana, aku kangen sama babang." Ujar baby Agesta sendu.


"Babang lagi di rumah papih, besok juga kemari sayang." ujar sang mama tersenyum gemas dengan tingkah baby Agesta.


"Baby kenapa sih kamu lucu amat, udah gitu bikin orang gemes tau." Ujar Mama nya sendiri.


Dari luar rumah, Kalvin berteriak. "baby, babang datang. Ayo kita maen ke wahana bermain di mall." Ajak Kalvin pada baby Agesta.


Baby Agesta yang mendengar suara Kalvin langsung berlari kecil, untuk menghampiri Kalvin di depan. "Babang, mau ajak aku kemana? Sama siapa, papih mana?" Tanya baby Agesta bawel.


"Maf sayang papi tidak ikut bisa ikut kesini, papi nya sedang sibuk. Ayo kita pergi bersama dengan, omah dan opah." Ujar Kalvin tersenyum riang.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya ini. Semoga suka dengan karya Autor yang lain juga.


Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini.


__ADS_2