
Gilang yang merasa handpon nya bergetar, segera mengambil ponsel nya yang di taro di kantong celana nya. Dan setelah itu, Gilang membuka aplikasi telpon berwarna hijau. Ternyata yang memberi pesan adalah Rani, ia menanyakan Gilang sudah makan apa belum?
Namun Gilang tidak membalas pesan tersebut, ia kembali memasukan handpone nya ke kantung celana nya. Ia kembali berbincang dengan rekan kerja nya, tidak lama kemudian mereka pergi menuju kasir untuk membayar makanan nya.
Setelah itu mereka kembali ketempat kerjaan nya, pekerjaan mereka masih sangat banyak. Sesampai nya di kantor, Gilang segera menuju ke ruangan nya. Ia masih harus mempelajari beberapa berkas lagi. Hari ini Gilang akan lembur, mungkin ia baru pulang sekitar pukul 8 malam.
Sesampai nya dirumah, Gilang mendapati Baby Elang sudah terlelap. Iya pun segera mandi dan berganti baju, setelah itu ia berlalu ke dapur untuk mencari makan malam dan ternyata ada di meja makan. Sedangkan Rani, sedang berada di ruang televisi.
Setelah makan malam Gilang pun menuju ke ruang televisi, untuk menonton televisi bersama Rani. Tidak berapa lama, baby Elang bangun ia mengeluh lapar dan ingin makan. "Mah aku lapar, boleh tolong bikinin mie tidak yah?" tanya Baby Elang, setengah memohon pada Rani.
"Baik lah mama bikinin tapi makan nya pake nasi yah." Ujar Rani tersenyum manis.
"Tidak mau pake nasi, mah. Aku cuma mau makan mie nya saja." Rengek manja baby Elang.
"Kalo mau makan mie, harus pake nasi biar kenyang. Kalo tidak pake nasi, tidak mama buat kan mie nya yah." Ancam Rani secara halus.
Baby Elang sedikit berpikir dan akhir nya ia pun menganggukan kepala nya. 'Biar lah pake nasi yang penting bisa makan mie.' Ucap Baby Elang dalam hati.
Rani berlalu kedapur, untuk membuatkan mie instan. Sekitar 10 menit, mi instan telah siap di hidang kan dengan nasi putih. "Silahkan anak ganteng nya mama! Mau makan sendiri apa di suapin?" Tanya Rani tersenyum manis.
"Aku mau makan sendiri saja, aku kan sudah besar mah!" Tegas baby Elang.
"Ya sudah ini mie dan nasi nya, makan nya jangan berantakan yah sayang. Jangan lupa sebelum makan, berdoa dulu." Ujar Rani menasehati. Baby Elang hanya menganggukan kepala nya, tanda mengerti dengan ucapan sang ibu.
Sedang Gilang dari tadi hanya memperhatikan interaksi antara Baby Elang dan Rani. Selesai makan, Elang mengucap kan hamdalah.
Sekitar pukul 9.30 malam, Rani mengajak Baby Elang untuk tidur kembali. Namun baby Elang tidak mau, ia masih belum mengantuk. Rani hanya menghela nafas, karena ia sendiri sudah ngantuk dari tadi. Tiba-tiba Gilang berucap. "Ran, kalo kamu ngantuk mending kamu tidur dulu sana. Biar Elang, nanti tidur sama saya."
__ADS_1
Setelah di izinin untuk tidur terlebih dulu, Rani beranjak dari sofa ke kamar nya. Setelah kepergian Rani, Gilang dan Elang berbincang tentang apa yang di lakukan seharian ini. Sekitar pukul 11 malam, baby Elang akhir nya tertidur pulas di sofa ruang televisi. Gilang segera memindahkan nya anak nya ke kamar nya. Setelah memindahkan Elang, Gilang juga ikut merebahkan diri nya di atas kasur.
...*****************...
Sementara Ayu setelah bertemu dengan Nita, ia menjemput Kalvin dari sekolahan untuk pulang ke rumah. Sesampai nya di rumah, Ayu segera mandi dan berganti baju. Baru setelah itu, ia berlalu ke dapur untuk memasak makan malam.
Selang 1 jam masakan selesai, Ayu segera mandi dan ganti baju. Tiba-tiba dari belakang Kalvin masuk ke kamar Orang tua nya, ia menanyakan sesuatu pada ibu sambung nya. "Mam, semalam kamu menangis yah. sebelum aku tidur aku melihat jejek air mata di pipi. Kenapa, apa ada yang menyakitimu?" tanya Kalvin khawatir.
Ayu terdiam mendapatkan pertanyaan sepertu itu dari Kalvin. "Ah.. Tidak sayang, Mam tidak apa-apa. Mungkin kelilipan atau sehabis menguap, karena nengantuk." Jawab Kartik sambil tersenyum kikuk.
Kalvin menganggukan kepala, kemudian ia bertanya kembali. "Tapi kenapa mata mam sembab, kalo tidak habis menangis?"
Ayu terdiam ia harus memikirkan jawaban yang tepat supaya Kalvin tidak bertanya lagi. "Ah... Tidak, mungkin kamu salah lihat. Mom, tidak menangis." ucap nya sambil tersenyum.
Tidak lama kemudian, Revano pulang dari kantor nya. Ayu segera bangkit dari tempat duduk, dan berlalu ke dapur untuk menghindari suami nya. Revano hanya menghela nafas berat, Ayu masih marah ternyata.
Ayah Ridwan yang memperhatikan mereka berdua ia mempunyai firasat, seperti nya ada yang tidak beres dengan mereka berdua. Makan malam tiba, mereka makan malam bersama. Ayah Ridwan terus memperhatikan Revano dan Ayu, yang saling diam tidak seperti biasa nya.
Ayu dan Revano terdiam, mereka saling pandang. Ayu langsung, membuang muka nya. "Kami tidak ada apa-apa, Yah." jawab Revano. Ayah Ridwan, hanya menganggukan kepala nya tanda mengerti.
Makan malam selesai, Ayu masuk ke kamar nya untuk mengambil baju tidur nya. Ia akan tidur bersama Kalvin lagi, namun Revano mengikuti Ayu ke kamar. Ia ingin, menyelesaikan masalah nya dengan Ayu.
Sebelum berbicara sama Ayu, Revano terlebih dahulu menyiap kan hadiah, untuk membujuk istri nya. Hadiah itu berupa bunga kesukaan Ayu dan perhiasan emas.
"Yu, aku mau bicara. Aku bisa, jelaskan masalah tempo hari pada mu." Ujar Revano memelas agar Ayu mendengar kan penjelasan nya. Ia juga memberi kan hadiah tadi.
Ayu hanya diam, mendengarkan apa yang Revano bicarakan. "Yu, jangan diam saja dong." Jawab aku. Mohon Revano lagi.
__ADS_1
"Apa yang harus, aku jawab. Aku sudah lihat dengan mata kepala ku sendiri, kamu berc*mb* mesr* dengan wanita lain." Sarkas Ayu.
"Tapi kejadian nya tidak seperti itu, sayang. Sebenar nya wanita itu adalah sepupu aku, ia sudah tergila-gila pada ku sejak dulu. Ia menghalalkan, segala cara agar bisa memilikiku." Ujar Revano menjelaskan.
Ayu mendengarkan, penjelasan Revano. "Maf, tolong beri aku waktu, untuk berfikir dan menenang kan hati ku." Ujar Ayu meminta pengertian Revano, ayu beranjak dari kamar menuju kamar Kalvin.
Tok...
To...
Tok...
"Sayang boleh mom, masuk?" Tanya Ayu sedikit berteriak.
"Iya Mom, masuk lah tidak di kunci." Ujar Kalvin sedikit berteriak.
Ayu masuk, ke dalam kamar Kalvin dan duduk di ranjang. "Sayang, boleh tidak Mom tidur di sini sama kamu?" tanya Ayu.
"Boleh, Mom. Kalo mau tidur duluan silahkan, aku masih mengerjakan PR dari sekolah." Ujar Kalvin. Ayu, menganggukan kepala nya.
Ayu merebahkan diri nya di ranjang Kalvin, masih banyak yang harus di fikirin oleh nya. Di antara nya harus percaya dengan ucapan suami nya, atau perlu cari tau tentang kejujuran suami nya.
Bersambung...
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya Receh ini. Semoga sahabat semua suka dengan alur nya.
Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini dengan cara like, komen, saran, kritik dan gif dengan memberi bunga bermekaran atau secangkir kopi manis.
__ADS_1
Dukung juga karya ini. Terima kasih