Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 66 Pembantu baru


__ADS_3

Setelah Ibu lebih tenang, Ayah dan Ibu kembali kepikiran tentang Ayu di sana.


Masih kasar kah, sikap mertua nya pada Ayu? Syarat itu di terima tidak oleh ibu Gilang yang keras kepala itu.


"Sudah lah pasrah saja, saya tidak mau ambil pusing." ucap batin Ibu.


Di kantor Gilang...


Sesampai nya di meja kerja, berkas-berkas menumpuk minta di selesai kan.


"Wah... Ngalamat lembur ini mah." ucap Gilang dalam hati.


Di tengah kesibukan nya, Gilang di panggil oleh Rudi.


"Lang." panggil Rudi.


"Ya, ada apa Rud." ucap Gilang tanpa melihat orang yang memanggil.


"Eh... Lang, Sebelah sini yang manggil malah di cueki." kesal Rudi.


"Maf Rud, kerjaan ku masih banyak banget. Jadi harus fokus pada kerjaan biar tidak salah menghitung." ucap Gilang.


"Lang, ke kantin yuk. sudah jam makan siang nih." ajak Rudi.


"Kamu duluan saja lah, nanti aku nyusul. Nanggung sedikit lagi 1 berkas kelar." ujar Gilang menjelaskan.


"Oke, Aku tunggu di sana yah. Jangan lama-lama." ucap Rudi.


Di rumah Gilang...


Terjadi perdebatan antara Ayu dan Ibu tentang Syarat yang di ajukan oleh Ayah.


"Ayu, Ayah kamu ko begitu sih, masih mending Gilang mau jemput kamu. Malah kasih syarat begitu." kesal Ibu.


"Maf Bu, itu yang kasih syarat Ayah aku. Kalo Ibu tidak setuju, Ibu bilang saja sendiri ke Ayah." ucap Ayu dengan nada rendah.

__ADS_1


"Terus kenapa kamu setuju dengan syarat itu?" tanya Ibu.


"Ya karna syarat itu menguntungkan ku, Bu!" ucap Ayu.


"Siapa nanti yang bayar pembantu itu? Ibu tidak mau yah pake uang, Ibu." ucap Ibu lantang.


"Ibu tenang saja, yang gaji pembantu itu saya." ucap Ayu.


"Memang kamu punya uang?" pancing Ibu.


"Ada kenapa, Bu?"


"Palingan juga pake gaji Gilang anaku yang untuk bayar." cibir Ibu.


"Terserah Ibu lah, cape berdebat sama ibu. Tidak akan pernah selesai." ujar Ayu.


Ayu sudah pasang lowongan pekerjaan untuk perempuan lajang di depan rumah dan sudah ada beberapa calon pelamar.


- Pelamar 1.


- Pelamar 2.


Dia bernama Dewi, masih lajang berusia 20 tahun.


- Pelamar 3.


Dia bernama Susi, seorang janda anak 1 usia sekolah. Yang di tinggal meninggal. berusia 35 tahun.


"Baik lah Ibu, dan Mba, Saya akan menerima Ibu Sumi dan Bu Siti. Sedang mb dewi nanti akan di tempat kan di restoran temen saya, yang kebetulan juga membutuh kan karyawan." ucap Ayu.


"Baik, Bu." jawab mereka serempak.


"Maf untuk ibu Sumi dan ibu Susi, siapa yang pandai masak?" tanya Ayu.


"Saya." tunjuk ibu Sumi.

__ADS_1


"Baik lah ibu Sumi dan ibu Susi, kalian berdua kerja dari pagi sampai sore. Saya, gajih masing-masing 1 juta rupiah untuk 1 bulan percobaan. Kalo kerja kalian bagus, bulan depan nya saya naikin. Apa kalian bersedia." ujar Ayu.


Mereka berdua menganggukan kepala nya.


"Kalian mulai kerja besok yah." ucap Ayu.


"Baik, Bu." ucap mereka berdua serentak.


"Sedang Dewi kamu siap-siap nanti, aku antar ke restoran yang saya bilang tadi." ucap Ayu.


"Baik, bu. Saya izin pulang dulu, mau ganti baju sebentar." ucap Dewi.


"Baik silahkan jangan lama-lama yah." ujar Ayu.


"Bu, aku tinggal sebentar yah. Aku mau ke restoran dekat pasar, apa ada yang mau di beli?" tanya Ayu.


"Tolong, beliin kebutuhan warung yang habis. Sama beliin pecel lele di tempat biasa kamu beli. pake uang kamu yah." ujar Ibu.


"Baik, bu." ujar Ayu.


15 menit kemudian...


Ayu, mengantar kan Dewi ke restoran dekat pasar.


"Wi, kamu tunggu di sini sebentar yah! aku mau menemui yang punya restoran sebentar." ucap Ayu.


"Baik bu, jangan lama-lama." ujar Dewi.


"Iya sebentar ko." ucap Ayu.


Bersambung...


Dukung terus karya ini...


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2