Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 36 Paman iri


__ADS_3

Beberapa bulan setelah kematian Bapak, aku sudah beraktifitas seperti biasa kembali.


Aku sudah ikhlas dengan kepergian bapak. Walau kadang masih suka keingat dengan bapak.


Tidak lelah Ayu menghibur ibu dan Gilang, dan alhamdulilah lambat laun mereka bisa mengikhlas kan semua takdir Tuhan.


Warung juga sudah buka seperti biasa, sekarang yang harus belanja adalah gilang dan Ayu.


Marno juga kadang berkunjung ke rumah untuk menghibur ku.


Beberapa hari kemudian aku kepleset dikamar mandi, mungkin karna lantai licin sehabis mandi.


Aku di bawa ke rumah sakit tempat Ayu konsultasi.


Dokter mendiagnosa aku terkena struk ringan, aku di rawat selama beberapa hari dan di boleh kan pulang ketika keadaan sudah stabil.


Dokter menganjur kan terapi seminggu sekali supaya pemulihan lebih cepat.


Setiap hari Ayu merawat ku dengan baik, aku sering lihat Ayu kelelahan, sampai kadang tertidur di kursi ruang tamu.


Aku gembira Gilang sudah dapat pekerjaan sekarang, walau aku tidak bisa mengungkap kan dengan kata yang jelas.


sekarang di rumah sakit...


"Bu ko diam saja? ibu melamunin apa sih?" ucap Gilang dengan sendu.


Ibu cuma menggeleng kan kepalanya.


"Bu terapi nya sudah selesai, Ibu pulang Bareng Paman sama Bibi yah, Gilang masih antri nebus obat di apotik" ujar Gilang.


Ibu menganggukan kepala nya.


Paman dan bibi mengantarkan ibu pulang ke rumah, perjalanan menuju ke rumah lumayan cepat karna tidak macet.

__ADS_1


Sampai di rumah paman memarkirkan mobil nya, segera menurunkan ibu, dan memapah nya sampai masuk kedalam rumah.


"Ada mobil siapa di dekat rumah mba Nur mana mobil nya lebih bagus dari mobil ku lagi" ucap paman dalam hati.


'Tumben-tumbenan ada mobil mentereng di rumah ku, mobil siapa yah?' apa mobil tetangga numpang parkir pikir Ibu.


'Eh...eh tapi kulihat Ayu kayak nya tidak sendiri seperti berbincang dengan seorang lelaki dan perempuan tapi siapa?' pikir ibu kembali tak mau ambil pusing.


Di dalam rumah sedang ada teman Ayu yang lagi main.


Tok... tok...


"Assalamu'alaikum" ucap orang di depan pintu.


"Walaikum salam" sahut Ayu dan teman nya.


"Eh sedang ada tamu" ujar Bibi


Sedang paman dan ibu hanya berlalu begitu saja.


"Oh iya saya Bibi nya Gilang suami Ayu" ucap Bibi.


mereka berjabat tangan tanda perkenalan.


"Ada keperluan apa sampai datang jauh-jauh menemui Ayu" ujar Bibi dengan tersenyum.


"Ini Bi mereka sedang mengantar undangan pernikahan" ucap Ayu dengan perasaan yang tidak enak kepada teman nya.


Teman Ayu hanya tersenyum canggung melihat sikap Bibi nya Ayu.


Tidak lama kemudian mereka pamit pulang.


"Ya sudah Yu, kita pamit pulang yah, hari sudah malam." ucap Dito.

__ADS_1


"Ya terima kasih yah sudah jauh jauh mengantar undangan kemari dan maf atas perlakuan Bibi suami ku" ujar Ayu dengan perasaan tidak enak.


"it's oke Yu, bukan salah kamu juga"


ucap Risa


"tapi aku jadi tidak enak sama kalian berdua" ujar Ayu.


"Tidak apa-apa kami ngerti ko" ujar Dito bijak.


"Terima kasih" ujar ayu dengan senyum tulus.


mereka berdua sudah pergi dengan menggunakan mobil.


Ayu kembali masuk kerumah dan mendapati Paman dan Bibi sedang duduk di ruang tamu.


"Ayu duduk" panggil Paman dengan tegas.


Ayu menengok dan berlalu duduk menuruti keinginan sang Paman.


"Ya ada apa paman menyuruh Ayu duduk" ujar Ayu dengan wajah datar nya.


Tadi siapa yang bertamu malam-malam begini ujar paman.


"Oh tadi teman Ayu, mereka datang untuk mengantar undangan pernikahan" ujar Ayu sambil menunjukan undangan yang tadi di berikan.


Mereka Anak orang kaya apa mobil nya bagus banget puji paman pada teman Ayu.


Maf paman Ayu permisi mau nengokin ibu, siapa tau lagi ada yang di butuhin sekarang.


Bersambung...


Mohon dukungan nya untuk karya ini dengan like, saran, kritik, komen, vote dan tambah favorit cerita ini.

__ADS_1


semoga suka yah gaes...


__ADS_2