Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 11 Bayar sewa


__ADS_3

"Yu...Ayu...Ayu...ihh dimana sih nie orang dipanggilin juga ngga ngejawab" marah Gilang


Gilang mencoba mencari Ayu di kamar dan dengan tergesa Gilang membuka pintu.


Ceklek....kriet....


Gilang membangun kan Ayu secara kasar.


Yu, bangun.....bangun.... ujar Gilang.


Ayu pun terbangun.


"Kamu keterlaluan! suami pulang kerja bukan nya di sambut malah kamu enak-enakan tidur." marah Gilang kepada Ayu.


Ayu yang baru membuka mata nya merasa sangat kaget mendengar teriakan suami nya.


"Apa sih Mas, Ayu baru saja istirahat tau" sahut Ayu dengan menahan emosi


"Baru istirahat, memang dari tadi kamu ngapain aja di rumah" saut Gilang tersulut emosi.


"Ayu dari pagi beberes rumah nyapu, ngepel, masak menyikat kamar mandi aja sampai dua kali tau ngga?" itu pun masih kena omel ibu." omel Ayu mulai tersulut emosi.


"Kamu bohong yah Yu, Ibu bilang kamu malas malasan di rumah." ucap Gilang dengan nada yang tinggi.


"E..ngga mas, Ayu ngga begitu" jawab Ayu yang membela diri nya.


'Ibu ko begitu sih selalu menyudut kan aku' monolog Ayu.


"Mas, Ibu nyuruh kita pindah, dan mencari kontrakan" ucap Ayu berusaha memelan kan suara nya.

__ADS_1


"Masa sih ibu bicara begitu, saya tidak percaya dengan omongan kamu Yu!" ujar Gilang.


Sambil berlalu pergi meninggal kan Ayu sendiri di kamar yang sedang menangis manahan sakit hati nya.


Gilang pergi menemui ibu nya di warung.


"Bu memang benar ibu nyuruh kita pindah dari rumah ini?" ucap Gilang.


"Iya kenapa kalo ibu nyuruh kamu pindah dari rumah ini. biar kamu mandiri ngga selalu ngerepotin orang tua." ucap ibu lagi.


"Tapi ibu kan tau kalo aku baru aja ikut jadi tukang ojek on line (ojol ) Bu." ucap Gilang


"Ya dah kamu ngga usah pindah, tapi kamu bayar uang sewa kamar ke ibu sebesar empat ratus ribu rupiah perbulan itung itung kamu ikut bayar listrik" ujar ibu.


Gilang hanya menggeleng kan kepala melihat kelakuan ibu nya.


"Iya Lang" sahut ibu.


"Bu, Gilang keluar sebentar ya.nanti kalo Ayu tanya bilang saja lagi ketemu temen." ucap Gilang.


"Ketemu temen siapa Lang?" tanya Ibu.


"Ada dech,bu" jawab Gilang.


Gilang pun pergi dengan mengendarai sepeda motor nya.


Gilang pergi tak tentu arah, sampai di perempatan jalan, Gilang melihat segerombol preman yang sedang menghadang seorang perempuan.


"Awas jangan deket-deket sama saya" teriak perempuan itu.

__ADS_1


"Ayo lah manis temani abang-abang di sini?."ujar sang pemuda yang kelihatan lebih garang.


"Tidak....jangan....tolong....tolong...." teriak perempuan itu.


"Diam lah manis" ucap sang pemuda dengan menggrayangi tubuh perempuan itu.


"Tolong....lepas kan saya bang, hik...hik... kasihani saya bang" ucap perempuan itu.


Gilang mencari sumber suara yang meminta tolong setelah ketemu, Gilang mencoba untuk menolong nya.


"Lepas kan perempuan itu" teriak Gilang


"Apa urusan nya dengan mu, jangan sok jadi pahlawan kamu" ujar preman dengan penuh tato di tangan nya.


Bersambung.....


****************************


Apakah Gilang bisa menolong perempuan itu?


Apa yang akan di perbuat Gilang demi menolong perempuan itu?


******************************


Buat besty semua mohon dukungan nya buat karya ku ini dengan cara LIKE,VOTE dan TAMBAH KAN BUKU INI KE FAVORIT.


*****Terima kasih semua*****


***SALAM SEMANGAT PEJUANG RECEH***

__ADS_1


__ADS_2