Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 111 Menyusul


__ADS_3

Dari sejak sampai di Singapura, perasaan Ayu sudah tidak tenang. "Ada apa ini kenapa perasaan aku tidak tenang begini?" Tanya nya dalam hati.


"Kira-kira anak ganteng lagi, apa yah? Telpon Ah, kangen aku sama dia." gumam Ayu. Ayu memencet nomer handpone Revano, tersambung tapi tak di angkat. Ayu masih memcoba beberapa kali, tapi sama saja tidak di angkat.


Ayu jadi makin khawatir pada Kalvin, biasa nya kalo telpon dua kali panggilan sudah di angkat. Tapi ini sampai sepuluh kali, tidak juga di angkat oleh Revano. Beruntung kemaren, sebelum terbang ke Singapura Ayu bertemu Bobi.


Ayu sempet meminta nomer hanpon nya, Ayu menghubungi Bobi untuk mengetahui keadaan Kalvin.


"Halo selamat malam pak Bobi, ini Ayu." Ujar Ayu tersenyum.


"Halo iya bu Ayu, selamat malam. Apa kabar, bu?" tanya Bobi pengawal kepercayaan Revano.


"Saya baik, pak. Maf pak, bagaimana keadaan Kalvin. Saya tadi menghubungi pak Revano, tapi tidak di angkat pak." Ujar Ayu menjelaskan.


"Ini Bu, tadi sore Tuan muda di temukan di gudang dalam keadaan pingsan. Tuan muda, di kurung oleh teman wanita Tuan." Ujar Bobi menjelaskan.


Ayu yang mendengar penuturan Bobi, hati nya mencelos, kaki nya lemas bagai tak memiliki tulang sama sekali. Seketika air mata nya luruh, membasahi pipi nya.


"Bu... Ibu Ayu, apa anda baik-baik saja?" Tanya Bobi sedikit khawatir.


"Iya pak, aaku baik. Cuma kaki saya sedikit lemas. Maf pak Bobi, bisa saya bicara sama Kalvin?" Tanya Ayu, khawatir dengan keadaan Kalvin.


"Baik bu, akan segera saya bicara kan dengan Tuan!" Tegas Bobi.


"Tolong jangan lama-lama pak, saya khawatir sekali dengan Kalvin." Ujar Ayu sedih.


"Baik bu saya tutup telpon nya." ujar Bobi.


Setelah menutup telpon nya, Bobi segera melapor pada Revano.


"Permisi tuan, saya bisa bicara sebentar. Ini soal, Tuan muda." Ujar Bobi meminta izin.


"Apa maksud kamu Bob, ini menganai Tuan muda?" Tanya Revano bingung.


"Iya Tuan, tadi barusan ibu Ayu telpon saya. Beliau ingin sekali berbicara dengan kalvin, apakah anda mengizinkan nya?" Tanya Bobi memohon.


"Kenapa Ayu menelpon mu, bukan menelpon ku?" Tanya Revano gelisah.

__ADS_1


"Tadi beliau sudah menelpon anda, namun tidak di angkat. Coba anda cek hanpon anda tuan!" Tegas Bobi.


Revano mengecek handpon nya dan ternyata benar, di handpon itu banyak panggilan tidak terjawab dari no baru.


"Mana tidak ada, hanya no baru dan itu no luar negri. Kamu bohong ya bob, sama saya?" Tanya Revano bingung.


Bobi memperlihatkan nomer handpon yang menghubungi tadi, dan di samakan dengan nomer handpon yang menghubungi tuan nya. Dan ternyata sama, nomer nya.


"Ya itu tuan nomer yang menghubungi saya, itu nomer handpon ibu Ayu." Ujar Bobi memberitau.


Karena ingin membuktikan omongan Bobi, Revano menghubungi nomer yang baru menghubungi nya. Apakah benar itu nomer baru, Ayu?


Panggilan tersambung, namun belum di angkat oleh yang punya handpon. Setelah dering ke 5, baru panggilan di angkat sama Ayu.


"Halo Mas, bagaimana keadaan Kalvin? Perasaan saya dari tadi gelisah sekali?" Tanya Ayu beruntun.


"Sekarang keadaan Kalvin sudah mendingan, tapi masih terus memanggil kamu. Memang sekarang kamu lagi di mana Yu?" Tanya Revano.


"Tidak penting aku di mana, Mas. Sekarang boleh aku melihat Kalvin, aku sangat mengkhawatirkan nya." Ujar Ayu khawatir.


Revano tidak berkata apa-apa lagi, dia mengarahkan panggilan vidio call kearah wajah Kalvin. Di wajah itu masih terlihat pucat sekali, masih terlihat gurat ketakutan di wajah Kalvin.


"Mas, besok aku telpon lagi yah. Kalau Kalvin sudah bangun, sekarang biarkan dia istirahat. Mas kamu temenin dia tidur, aku takut malam nanti dia demam." Ujar Ayu memperhatikan.


"Iya Yu, terima kasih perhatian nya untuk Kalvin." Ujar Revano terharu.


Setelah itu panggilan itu, di tutup oleh Ayu dan Revano. "Bob, cari tau nomer handpon Ayu dari negara mana?" Ujar Revano.


"Baik tuan, saya permisi." Ujar Bobi. Bobi langsung mencari tau, nomer handpon yang di pakai oleh Ayu. Dalam waktu 2 jam, Bobi sudah dapat informasi tersebut.


Bobi segera melaporkan pada tuan nya, bahwa nomer handpon yang di pake berasal dari negara Singapura. Dan Bobi juga sudah melacak, tempat tinggal Ayu di sana. Ayu tinggal di apartemen, di gedung dekat kantor cabang Rewin Grup. Ayu tinggal, di lantai 5 di kamar 205. Begitu kurang lebih laporan Bobi pada, Tuan nya.


Setelah mengetahui semua info tentang Ayu, Revano memutus kan untuk menyusul Ayu kesana bersama Kalvin. Revano ingin senyum itu kembali ia yakin hanya dengan Ayu, kalvin dapat tersenyum kembali.


"Bob, siap kan jet pribadi sekarang. Kita akan ke negara Singapur sekarang." Perintah Revano.


"Siap tuan, laksanakan." Ujar Bobi.

__ADS_1


Bobi segara menghubungi pilot dan pramugari yang bekerja di jet pribadi, mereka siap dalam 2 jam kedepan. Revano meminta tolong Bibi, untuk menyiap kan keperluan nya selama beberapa hari di negeri Singa itu.


Setelah semua beres, Revano sudah siap. Kalvin di gendong oleh Dino untuk menuju jet nya. Surat izin terbang, di dapat sekitar pukul 1 dini hari tadi. Dan perkiraan sampai sana, hampir memasuki sholat shubuh.


Sesampai nya di bandara Changi, Revano langsung menuju ke apartemen nya di gedung yang sama dengan yang Ayu tempati. Kalau Ayu di lantai 5, sedang Revano di lantai 8. Sekitar pukul 6 pagi waktu setempat, Revano menelpon Ayu.


"Yu, tolong buka kan pintu apartemen kamu! Aku sudah ada di luar bersama Kalvin." Ucap tegas Revano.


Ayu yang belum lama bangun dari tidur nya, merasa bingung dengan ucapan Revano. "Maksud kamu, sekarang ada di depan kamar aku gitu. Jangan bercanda kamu, Mas." Ucap Ayu tidak percaya.


"Aku tidak bercanda, aku serius. Cepat tolong buka pintu nya, kasian Kalvin masih tidur." Ucap Revano tidak sabaran.


"Oke kamu tunggu sebentar, aku segera keluar dari kamar." Ujar Ayu sambil berjalan menuju pintu masuk Apartemen nya.


Ceklek... Ceklek... Terdengar pintu Rumah yang di buka dari dalam, dan benar saja ada Revano, dan Dino yang menggendong Kalvin. "Ayo buru masuk kasihan Kalvin." Ajak Ayu sambil membuka pintu lebar-lebar.


Biar Kalvin di tidur kan di kamar saya saja, ibu yang baru keluar dari kamar terkejut. Dengan kehadiran Revano dan Kalvin, di apartemen ini.


"Nak Revano, dari jam berapa sampai sini?" Tanya ibu.


"Tadi bu, sebelum subuh sampai sini." Ujar Revano.


1 jam setelah meletakan Kalvin di kamar, Kalvin terbangun dengan keringat yang membanjiri tubuh nya. Kalvin langsung berteriak memanggil, Mommy tolong Aku.


Ayu yang berada di luar kamar, segera berlari masuk kamar nya dan memeluk Kalvin erat seraya membisikan. "Tenang sayang, ada Mommy di sini. Jangan takut lagi." seraya menecup kening Kalvin.


Kalvin yang mendengar bisikan itu, segera memeluk erat dan menangis pilu. "Mom, jangan tinggalin Aku. Aku takut, di sana gelap." Ujar Kalvin sedih.


"Iya sayang Mom di sini, tidak akan kemana-mana." Ujar Ayu tersenyum lembut.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya, untuk karya ini.


Mohon tinggal kan jejak di karya ini.


__ADS_1


Mampir juga di karya autor yang lain...


Semoga suka😘😘😘.


__ADS_2