
Setelah kepergian Agnes, Gilang hanya menemukan selembar kertas di atas meja.
Gilang mengambil kertas itu dan menyimpan nya di kantong celana nya.
"Kenapa kamu begitu tega pada ku, Agnes!
Apa salah ku pada mu." ujar Gilang sendu.
Karena suasana hati tidak baik, akhir nya Gilang Izin tidak masuk kerja.
Sampai rumah Ibu kaget, karena Gilang sudah di rumah lagi.
Padahal tadi sudah pamit mau berangkat ke kantor.
"Lang, ko kamu sudah di rumah lagi, kamu tidak ke kantor?" tanya Ibu.
"Aku izin tidak masuk kantor, Bu" sahut Gilang lesu.
"Kamu, kenapa tidak masuk kerja, kamu sakit?" tanya Ibu lagi.
"Iya Bu, Gilang sedikit tidak enak badan" jawab Gilang lesu.
"Ya sudah istirahat di kamar sana!" ujar Ibu tegas.
"Baik Bu, Aku istirahat dulu yah." ujar Gilang.
Di kamar Gilang...
Gilang membuka kertas yang di tinggal kan Agnes untuk nya.
Yang Isi nya:
Gilang sayang maafin aku yah...
Sebenar nya aku terpaksa menikah sama kamu...
Aku tidak benar-benar mencintai mu, seperti engkau mencintai ku...
Dan lagi dari pertama Aku ketemu orang tua kamu, mereka tidak setuju hubungan kita...
__ADS_1
Jangan pernah cari Aku lagi...
Salam
Agnes
Kira-kira seperti itu isi surat yang di tulis Agnes untuk Gilang.
Gilang sedih, marah, dia membanting gelas yang ada di kamar untuk meluap kan emosi nya.
praaang...
"Suara apa itu?" ucap Ibu khawatir.
"Lang..Lang kamu kenapa? suara apa itu tadi." tanya Ibu khawatir.
"Maf Bu, Aku tidak sengaja memecah kan gelas di kamar." sahut Gilang.
Setelah lebih tenang Gilang berbincang dengan ibu, dan mengatakan bahwa 1 bulan yang lalu telah menikah siri.
"Menikah siri dengan siapa? Kenapa tidak meminta izin pada Ibu dan Bapak?." marah Ibu, karena merasa di bohongi oleh anak nya.
"Siapa perempuan yang kamu nikahi, jujur sama Ibu?" kesal Ibu.
"Agnes, Bu. Waktu itu Ayah Agnes kecelakaan dan kritis di rumah sakit, Beliau ingin melihat anak nya menikah sama aku." ujar Gilang sendu.
"Kenapa kamu tidak kasih kabar sama Bapak dan Ibu?" ujar Ibu kesal pada anak nya.
"Iya bu, maf waktu itu handpone Aku, ketinggalan di rumah." ucap Gilang menyesal.
"Sekarang di mana perempuan itu? kenapa kamu tidak ajak kemari." ujar Ibu.
"Dia sudah pergi bersama selingkuhan nya!" ujar Gilang.
"Berarti benar Bapak bilang kalo, Agnes perempuan tidak benar." ujar Ibu.
"Mafin aku, Bu! karna sudah tidak jujur sama ibu dan bapak." ucap Gilang.
"Sudah sekarang kamu rahasia kan ini, jangan sampai bapak tau." ucap Ibu.
__ADS_1
Sebelum Agnes pergi..
Setelah mendapat kan uang, Agnes menelfon selingkuhan nya.
Mereka janjian ketemu di rumah kontrakan yang di sewa Gilang.
Di hotel Apus...
Ayu baru sampai di restoran hotel Apus, untuk makan malam bersama dengan Bagas dan adik perempuan nya bernama Vira.
"Gas, mana adik kamu?" tanya Ayu.
"Ada, mungkin sebentar lagi datang bersama teman nya." ujar Bagas santai.
Tidak lama kemudian Vira datang bersama teman nya.
"Maf Ka, Vira telat jalanan macet." ucap Vira kikuk.
"Iya tidak apa-apa, ayo duduk sini. Ajak sekalian teman kamu." ujar Bagas.
"Baik Ka." ujar Vira.
Di dalam Kamar...
Agnes masih berusaha meminta maf pada Gilang.
"Ayo lah sayang, maafin Aku kita balikan yah" mohon Agnes tidak tau malu.
"Maf, kita tidak bisa balikan! Aku sudah menikah." tegas Gilang.
"Kamu bohong kan sayang, Kamu cuma ingin aku tidak dekati kamu lagi kan" ucap Agnes tidak percaya.
untuk membuat Agnes percaya Gilang nenunjukan cin cin kawin di jari manis nya.
Bersambung...
Maf gaes baru up date dari kemarin tidak enak badan.
Mohon dukung terus karya ini...
__ADS_1
Terima kasih...