
Senang ku rasa, melihat Karina cemburu pada mantan ku yang iseng. Artinya dia benar suka sama aku itu pikir ku. Namun ternyata tidak seperti itu pemikiran nya.
Dia cuma tidak ingin aku memperhati kan wanita yang lain, dia cuma ingin aku memperhati kan nya saja. Egois memang tapi mau bagaimana lagi, aku sudah terlanjur berjanji pada orang tua karina untuk menjaga nya di sekolah.
Setiap kita bertemu yang di ceritain pasti pembahasan tentang Gilang yang baik, yang inti nya bagi Karina adalah super hero. Pada saat sekolah SMA kami pacaran selama 6 bulan, Karina saat pindah sekolah dia kelas 2 sedang aku kelas 3SMA.
Setelah lulus SMA aku melanjut kan kuliah di daerah J. Walau mungkin keluarga aku bukan orang yang kaya tapi alhamdulilah otak ku sedikit Encer dan aku dapat beasiswa selama 3 tahun.
Dan selama itu pula kami tidak ada komunikasi sama sekali, Karena handpone aku hilang di jamberet orang. Selama beberapa bulan, tidak punya handpone untuk menghubungi orang terdekat. Yang di hafal hanya no telpon orang tua nya saja.
Setelah lulus kuliah, aku kembali ke rumah untuk bertemu orang tua. Setelah beberapa bulan, aku melamar kerja ke sebuah perusahaan yang bergerak di bidang kontruksi.
Setelah hampir 6bulan, aku bekerja tidak sengaja kami bertemu di sebuah mini market. Dan yang pertama mengenali ku adalah Karina. Dia memeluk ku dan mengatakan kangen sama aku, sampai dia menangis sesenggukan.
"Hei.. Kenapa menangis?" tanya ku.
"Kamu jahat hiks..., kenapa tidak pernah menghubungi ku?" tanya Karina sedih campur kesal.
"Maf-maf bukan tak mau menghubungi mu, tapi saat aku di kota J handpone ku hilang di jambret orang. Dan berapa bulan kemudian baru bisa ke beli handpone, naas nya aku lupa no handpon kamu." ucap ku menjelaskan.
"Oh begitu, tapi bukan karna kamu mau menjauhiku kan." tanya Karin curiga.
"Ya tidak lah, memang benar handpone ku hilang. waktu itu aku juga bingung, bagaimana menghubungi mu dan orang tua ku. Karna handpon itu satu-satu nya yang ku punya." ujar Aji.
"Sekarang aku minta nomer telpon mu" ujar Karina.
"Nich tulis 08569xxxx, coba kau miscol Aku biar nomer handpon mu ke save." ujar ku. Setelah bertukar nomer, setiap malam kami saling bertukar kabar dan menceritakan apa saja yang di lakukan seharian ini.
Setelah Karin lulus kuliah, aku coba melamar nya tapi di tolak oleh Bapak nya. Tapi aku pantang menyerah, beberapa bulan lagi saya coba lagi melamar nya dan alhamdulilah di terima.
Sebulan setelah lamaran kami menikah dengan acara sederhana yang penting Sah. Resepesi akan di ada kan 1tahun Setelah menikah. Karena orangtua Karin ingin pesta yang besar. Kami harus mengumpul kan uang terlebih dahulu.
Kami tinggal di rumah ku di kota S. Memang sih masih nyicil tapi sudah punya sendiri.
Semenjak menikah Karina, tidak pernah ngebahas tentang Gilang, Tapi saat Gilang menikah dengan Mba Ayu, Karina jadi sering marah tidak jelas. Seakan takut perhatian Mas Gilang tidak lagi tertuju padanya. Aku bingung, kenapa bisa sampai segitu nya.
__ADS_1
Apa lagi saat dengar Gilang di rumah kan, Karin ingin sekali menemui nya. sampai tidak mau makan, karna aku tidak menuruti kemauan nya.
"Mas, aku mau pulang. Mau menemui Mas Gilang kasian dia, butuh dukungan dari keluarga." ujar nya beralasan.
Karena kasihan, akhir nya aku pun menuruti kemauan nya. Yang penting dia mau makan banyak. Entah lah aku juga tidak tau apa yang di pikirkan.
Sebenar nya aku cape dengan sikap nya yang posesif, kekanakan, ingin selalu di perhatiin, dan manja sekali. Bahkan Aku tidak boleh punya temen perempuan, alasan nya takut aku selingkuh. Padahal boro-boro mikirin selingkuh, mikirin dia saja sampai pusing kepala.
********
"Mas.. Mas.., ih di ajak ngobrol malah melamun sih Mas?" tanya Karin.
"Maf..maf sayang aku tidak melamun ko, memang kenapa? kan Mas Gilang sudah janji minggu depan nginep di sini." ujar Aji.
"Iya tapi kan aku masih ingin ngobrol sama Mas Gilang." ujar Karina.
"Begini saja, bagaimana nanti kapan-kapan kita main ke kosan Mas Gilang." usul Aji.
"Bener yah jangan bohong sama aku, Mas." ujar Karin.
Di rumah Gilang...
Gilang baru sampai rumah sudah pukul 7 lewat berapa menit.
"Lang, baru sampai kamu! sudah makan belum?" tanya Ibu.
"Belum Bu, Ayu di mana? ko tidak kelihatan sih, biasa nya lagi duduk di teras kalo masih jam segini?" ujar Gilang.
"Ayu lagi di kamar nya! mungkin dia cape seharian pergi." ujar Ibu mengompori.
"Aku ke kamar dulu ya Bu, mau mandi dan ganti baju. sudah gerah banget." ujar Gilang.
Setelah berbincang sebentar sama Ibu, Gilang masuk ke kamar menemui Ayu. "Kamu seharian kemana saja? kamu tidak izin sama aku? Ibu juga bilang, setelah pergi seharian kemu juga tidak bantu ibu. apa itu benar." marah Gilang.
"Ibu, bilang begitu sama kamu. Dan kamu percaya, saya tidak bantu ibu." tanya Ayu.
__ADS_1
"Percayalah kan, ibu aku yang bilang bukan orang lain." ujar Gilang emosi.
"Apa kamu mau mendengar penjelasan ku.
Aku memang pergi dari jam 10 pagi, untuk menemui yang punya ruko depan jalan sana. Aku menyewa ruko itu untuk usaha! mumpung aku masih pegang uang. Dan akan aku kembang kan uang itu dari pada habis tidak tau untuk apa. Dan aku memang tidak membantu ibu, karna aku telah memperkerjakan 2 orang untuk membantu ibu di warung dan di dapur." ujar Ayu menjelaskan.
"Oh begitu rupa nya, Maf yah aku sudah berprasangka buruk pada mu." ujar Gilang.
"Ya sudah lah, tidak penting juga di bahas." ujar ku.
Setelah Gilang mandi, mereka berdua keluar kamar untuk makan malam bersama.
Makan malam selesai, Gilang membantu ibu menutup warung. Setelah itu baru mereka istirahat.
Ke Esokan hari nya...
Pagi-pagi sekali Bu Sumi dan Bu Susi sudah datang, Bu Sumi memasuki dapur sedang Bi Susi membuka warung di temani Ibu.
Setelah sholat subuh, Ayu lari berkeliling kampung dan berhenti di depan ruko yang di sewa nya. Ayu membuka gem*ok kunci Ruko tersebut, untuk melihat kira-kira bagian mana saja yang perlu di renovasi.
Hari ini, keperluan untuk membuat kue datang. Ayu memesan peralatan nya dari toko langganan Ibu Ayu. Mungkin agak siangan datang dengan mobil, karna untuk oven nya saja yang besar, mixser nya 3 buah dan lain sebagai nya.
Di rumah, Bu Sumi Sudah selesai memasak. Beliau memasak tumis kangkung, ayam goreng, tahu, dan tempe goreng dan sambal serta lalapan nya. Bu Sumi menghidang kan makanan nya di meja makan. ibu melihat makanan sudah siap, duduk dan melihat apa yang di masak oleh Bu sumi.
"Silah kan Bu, di nikmati makanan nya." ujar Bu Sumi.
"Terima kasih, Bu Sumi. Saya coba yah." ujar Bu Nur.
"Sama-sama, Bu." ujar Bu Sumi tersenyum.
Bersambung....
Mohon dukungan nya untuk karya ini dan Chat story ku yang berjudul (Dia sahabat ku)
Terima kasih...
__ADS_1