
1 bulan telah berlalu..
Tangan Ayu sekarang sudah sembuh, ia juga sudah bisa melayani kebutuhan biologis nya. Kehidupan rumah tangga Ayu, sekarang lebih bahagia. Apa lagi dengan ada nya Kalvin, sungguh lengkap hidup ini.
Seperti saat ini, Ayu akan mengantarkan makan siang untuk Revano. Ia sudah memasak makanan spesial untuk makan siang suami nya, berupa rengang ayam, capcay dan tahu, tempe goreng beserta sambal dan lalapan.
Ayu ingin memberi surprize untuk Revano, dengan ia hadir membawa bekal makan siang. Namun apa yang di lihat oleh Ayu, begitu menyakit kan. Ayu melihat Revano sedang bermesraan dengan seorang perempuan.
Perempuan itu sudah hampir telanjang, hanya menyisakan pakaian bagian bawah nya saja. Ayu sangat terkejut, ia tidak percaya. Suami nya sampai berbuat seperti itu, di ruang kerja nya. Sejauh ini Ayu masih, memperhatikan mereka dari balik lobang pintu kecil.
Setelah cukup lama memperhatikan Revano dengan wanita lain,Ayu masuk dan bertepuk tangan.
Prok...
Prok...
Prok...
Revano yang meresa ada bertepuk tangan ia menoleh dan terkejut, saat melihat Ayu berdiri di depan nya sambil bertepuk tangan.
"Jadi begini kelakuan kamu di belakang aku, Mas?'' Tanya Ayu mengintimidasi.
"Aku bisa jelasin, Yu. Ini semua gara-gara j*l*ng itu, ia yang berusaha menggodaku." Ujar Revano membela diri.
Ayu menggelengkan kepala nya. "Kalo kamu tidak kasih kesempatan untuk perempuan itu masuk rumah tangga kita, mereka tidak akan bisa masuk, Mas." ujar Ayu masih dengan menggelengkan kepala.
"Bukan begitu cerita nya, Yu. Dia tadi merayu ku, dia juga yang membuka baju nya sendiri di depan ku." Ujar Revano beralibi.
__ADS_1
"Dia yang merayu, tapi kamu juga menikmati nya kan. Kalo kamu tidak menikmati nya, harus nya kamu dorong wanita itu. Saya di balik pintu sudah lebih dari 10 menit, dan tidak ada tanda-tanda kamu akan melepas nya." Sarkas Ayu dengan menunjuk, wanita yang tadi bercumbu dengan suami nya.
Revano terkejut, dengan apa yang di bicarakan oleh Ayu. 'Jadi Ayu melihat semuanya dari pertama aku bercumb* dengan ****** itu.' Ucap Revano dalam hati.
Wanita yang di tunjuk oleh Ayu, baru saja pergi dari ruangan ini. Ayu, duduk sambil menyilang kan tangan di dada nya. Hati nya masih panas, melihat kelakuan suami kedua nya begitu.
Ayu menarik nafas dalam, dan membuang nya secara perlahan. Setelah itu ia menghadap wajah Revano, Ayu tidak bicara apa-apa ia hanya diam. Ia juga memperhatikan, apa yang akan di lakukan oleh Revano.
Tapi nyata nya, Revano hanya diam. Ia juga bingung, harus mengatakan apa pada istri nya. Setelah lama saling diam, Ayu beranjak dari sofa dan pergi dari ruangan tersebut. Revano yang terdiam tidak memperhatikan Ayu sudah pergi dari ruangan nya, ia segera bangun dan mengejar nya.
Sedang Ayu sekarang, sudah sampai lobi kantor menuju parkiran. Lebih baik Ayu menenang diri dan pikiran, nanti baru ia bicarakan lagi dengan kepala dingin. Revano segera menyusul Ayu, namun ia kehilangan jejak nya.
Ayu pergi ke sebuah pantai, untuk menenangkan pikirannya. Setelah itu Ayu menangis, untuk menghilangkan rasa sesak di dadanya. Ayu juga berteriak sekencang-kencang nya. Setelah hampir 1 jam menangis Ayu lelah dan lapar. Ayu mencari restoran untuk makan siang, ia harus mengisi energi nya.
Beruntung Ayu membawa kacamata, ia pakai kacamata itu untuk menutupi Sembab di matanya. Setelah mendapat tempat duduk, Ayu memesan makanam yang lumayan banyak untuk nya sendiri.
Hampir semua pengunjung memperhatikan nya, karena ia memesan makanan yang cukup banyak untuk di makan sendiri. Jarak beberapa meja, ada seorang pemuda yang memperhatikan Ayu. Dari Ayu duduk sampai selesai makan, pandangan nya tidak lepas bareng sedetik pun.
Ia adalah pengusaha muda yang berasal dari Brunai, namanya Ali Natakusuma Farheat atau lebih di kenal Ali Farheat. Tinggi badan sekitar 180 cm, hidung mancung, kulit putih, warna mata kebiruan.
Selesai makan, Ayu masih duduk saja di restoran itu. Dia merasa lelah hati dan pikiran. "Baru nikah 2 bulan masa iya mau bercerai lagi." ujar nya dalam hati. Ayu memejam kan mata nya sebentar, untuk sedikit menghilangkan kepenatan di badan Ayu.
Setelah 10 menit, memejamkan mata Ayu pun membuka mata nya. Dia melihat wajah tampan, orang yang tidak di kenal nya. "Maaf siapa yah, anda duduk di meja saya." Ujar Ayu terkejut.
"Maf ka semua meja penuh, jadi aku ikut duduk di sini untuk makan siang. Aku sudah kelaparan." Ujar pemuda tampan di depan nya.
"Oh baik lah silahkan. Lagian saya sudah selesai." ujar Ayu sambil beranjak dari tempat duduk nya.
__ADS_1
Maf ka, boleh temani saya makan sebentar tidak? Sebagai ganti nya, makanan kaka aku yang bayar. Ujar Ali tersenyum manis.
Ayu sedikit berpikir, setelah itu Ayu menganggukan kepala nya. "Baik lah beneran yah di bayarin, pesanan ku banyak loh tadi. Nanti, bayar tagihan nya banyak loh." Ujar Ayu memperingat kan.
"Iya kak, tidak apa-apa. Oh iya nama aku Ali, kalo nama kakak siapa?" Tanya Ali memperkenal kan diri nya.
Ayu mengangguk kan kepala nya dan memperkenalkan diri nya juga. "Nama ku Ayu, panggil saja Ayu."
"Kak Ayu, sendirian di sini?" Ujar Ali tersenyum manis.
Ayu menganggukan kepala nya dan menjawab. "Iya aku sendirian kesini, lagi suntuk dan banyak pikiran." ujar Ayu balik tersenyum.
10 menit kemudian, Ali selesai makan siang nya. "Sudah selesai kan makan nya, Mas Ali?" Ujar Ayu berlalu pergi ke kasir, untuk membayar makanan nya sekalian yang Ali makan.
Setelah membayar Ayu pergi ke parkiran, untuk pulang kerumah nya. Hari sudah mulai sore, dan sebentar lagi Kalvin dan Revano pulang.
Sedang Revano masih mencari keberadaan Ayu, yang pergi begitu saja dari kantor nya. Setelah Ayu, memergoki Revano bermesraan dengan wanita lain. Revano bimbang ia harus apa sekarang, setelah keboborokan nya terbongkar.
Sedampai nya di rumah Ayu hanya mendapati Kalvin, sedang duduk di temani oleh pak Ridwan. "Yah, ibu mana?" Tanya Ayu tersenyum.
Ada tuh di dapur, sedang membuat kopi dan teh manis untuk Ayah dan Kalvin. Setelah mengetahui Ibu di mana? Ayu segera pergi ke kamar nya, untuk membersih kan diri dan berganti baju. Setelah itu Ayu berlalu ke dapur, untuk membuat makan malam.
Tidak lama kemudian, Revano pulang ke rumah. Ia merasa lega, melihat Ayu sudah ada di rumah. Selang 1 jam, semua makanan sudah siap di meja maka. Ayu sangat berusaha, untuk bisa menahan emosi nya di hadapan Revano suami nya
Bersambung...
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini. Semoga para pembaca suka dengan alur cerisa ini.
__ADS_1
Mohon tinggalkan jejak di karya ini dengan cara like, komen, saran, Kritik, shere dan Gif berupa bunga bermekaran dan secangkir Kopi manis biar Author makin semangat nulis nya.