Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 132 Gangguan


__ADS_3

Saat menjelang sore, Ayu buru-buru pulang dari restoran. Karena sebentar lagi, suami nya akan pulang dari kantor nya. Sesampai nya di rumah, Ayu segera mandi dan meganti baju nya. Setelah itu, ia menghampiri Kalvin yang masih tertidur pulas.


Ayu memeluk dan mencium kening Kalvin, setelah itu ia berlalu ke dapur untuk memasak makanan kesukaan Kalvin. Selesai memasak, Ayu membangun kan Kalvin. Untuk mandi, karena hari sudah sore dan sebentar lagi papi nya pulang.


Tepat pukul 6 sore, Revano baru pulang dari kantor nya. Wajah Revano terlihat sangat lelah sekali, di kantor sedang banyak kerjaan. Sesampai nya di rumah Revano di sambut oleh istri, anak mertua nya yang sedang duduk di ruang tamu.


Tok...


Tok...


Tok...


"Asalamu'alaikum." Ucap Revano memberi salam.


Ceklek... Ceklek...


"Wa'alaikum salam." Jawab mereka serempak.


"Papih." panggil Kalvin segera memeluk Revano. Setelah memeluk sang anak, revano pergi menghampiri istri dan mertua nya.


"Ayah, ibu." Panggil Revano sambil mengulur kan tangan nya untuk bersalaman dengan mertua nya.


Ayah dan ibu tersenyum sambil menyambut uluran tangan dari menantu nya. Setelah itu, Revano menghampiri istri nya. Ia mengulurkan tangan nya pada Ayu, untuk bersalaman dan Ayu menyambut uluran tangan suami nya untuk di cium.


Setelah itu Revano pergi ke kamar nya, dan di ikuti oleh Ayu. Sementara Revano mandi, Ayu akan menyiap kan baju untuk Revano. Selesai mandi, Revano dan Ayu keluar kamar menuju meja makan. Di sana Kalvin dan orang tua Ayu sudah menunggu, untuk makan malam bersama.


Selesai makan, mereka saling berbincang bersama di ruang keluarga. Sekitar pukul 9 malam, Kalvin sudah menguap dari tadi. "Mam, Pap, aku bobo yah." Ujar Kalvin sambil menguap lebar.

__ADS_1


"Iya sayang, mau Mom temani." Ujar Ayu menawarkan diri nya.


"Tidak usah Mom. Aku bisa sendiri." Ujar nya sambil berlalu pergi ke kamar nya sendiri. Setelah ke pergian Kalvin, Ayu dan Revano juga masuk kekamar mereka.


Sesampai nya di kamar, mereka berdua berpelukan dan berc*mbu. Dari yang mulai lembut sampai menuntut, tanpa sadar mereka sudah tidak memakai sehelai benang pun. Revano sedikit menjauh dari tubuh Ayu, ia memperhatikan setiap lekuk tubuh nya.


Ayu yang di perhatikan sedemikian rupa oleh suami nya, menjadi salah tingkah sendiri. Wajah nya memerah, karena malu. "Mas jangan memandang aku, seperti itu aku malu." Cicit Ayu sambil menunduk kan kepala nya.


"Memang kenapa, aku memandang istri aku sendiri. Yang ternyata wow, benar-benar di luar ekspetasi ku." Goda Revano sambil tersenyum manis.


Setelah itu mereka saling berc*mb* kembali, tangan Revano sudah berlari kesana kemari tidak terkontrol sama sekali. Ayu juga hanya bisa pasrah, dengan apa yang akan di lakukan oleh suami nya. Setiap s*ntuh*n yang Revano lakukan, membuat Ayu semakin melayang.


Sekarang h*sr*t Revano dan Ayu sudah terbakar, namun tiba-tiba ada yang mengetok pintu kamar nya. "Mih, pih." Panggil seseorang dari luar kamar.


"Mas.. Mas.. Seperti nya itu Kalvin, buru pake baju nya terus bukain pintu. Aku ke kamar mandi dulu." Bisik Ayu pada suami nya.


Revano hanya menghela nafas, hasrat yang tadi nya sudah sampai ubun-ubun. Sekarang lenyap sudah, karna ada yang mengganggu nya. Revano segera bangkit dari atas tubuh Ayu, ia segera memakai celana dan kaus nya dan ia membuka pintu kamar.


"Tidak apa-apa sayang itu hanya mimpi, dan bunga tidur saja. Sekarang, ayo tidur lagi, papi temani." Ucap Revano menenangkan Kalvin. Tidak lama kemudian, Ayu keluar dari kamar mandi. Ia mendapati Kalvin dan Revano sudah merebah kan diri di kamar tersebut.


...******************...


Sementara hari ini Gilang berangkat kantor sudah pukul 7.30 pagi, jam masuk kantor sekitar pukul 8.30 pagi. Sebelum berangkat ke kantor Gilang menyempatkan untuk sarapan dan bermain sebentar dengan Baby Elang.


Baby Elang menceritakan, kalo di sini ia sudah mempunyai teman. "Pah, tau tidak. Aku di sini sudah punya teman 2 orang, nama nya Aska dan Aski mereka kembar loh pah. Ujar baby Elang semangat, mencerita kan kedua teman baru nya.


"Benar kah, rumah teman nya di mana? Nanti kalo main tidak boleh bertengkar yah, harus akur." Ucap Gilang sedikit menasehati, anak sata wayang nya.

__ADS_1


"Baik, pah." Ujar baby Elang menurut. Tidak lama kemudian Rani keluar dari dapur, untuk memanggil Gilang dan baby Elang untuk sarapan bersama. "Pak Gilang, sarapan dulu yuk. Makanan sudah ada, di atas meja makan." Ajak Rani pada Gilang.


Baby Elang mandi yuk, sama tante. Nanti baru sarapan. Ujar Rani kembali. Baby Elang menganggukan kepala nya, dan berlalu ke kamar mandi mengikuti Rani. Selesai mandi dan memakai baju, baby Elang memakan sarapan nya dengan di suapi oleh Rani.


Setelah selasai sarapan, Gilang berangkat ke kantor nya. Namun terlebih dahulu, ia pamit pada anak semata wayang nya. Sesudah pamit ia segera berangkat ke kantor, dengan menggunakan sepada motor.


Sesampai nya di kantor, Gilang menuju keruangan nya. Hari ini akan di adakan Rapat para staf penting, si bos akan memperkenal kan Gilang secara resmi. Walau sudah sebagian karyawan yang kenal, namun ada sebagian yang juga belum kenal dengan Gilang.


Setelah perkenalan itu Gilang, sekarang secara resmi sebagai manager yang baru. Banyak progres yang harus di buat di perusahaan ini, salah satu nya ialah dengan memberantas tikus-tikus kantor.


Sedang baby Elang, setelah sarapan ia meminta main ke rumah si kembar. "Tante, aku mau main sama Aska dan Aski yah." Ujar Baby Elang dengan senyum yang mengembang.


"Boleh tapi jangan sekarang yah, pekerjaan tante belum selesai." Ujar Rani meminta pengertian pada baby Elang.


Dengan perasaan yang kecewa, baby Elang pun menganggukan kepala nya. "Terus kapan kita main ke rumah si kembar." Ujar Baby Elang dengan raut wajah sedih.


Rani tersenyum lalu, "main ke rumah si kembar nya sebentar lagi yah, tante selesai kan pekerjaan tante yang tinggal sedikit." ucap Rani masih dengan senyum nya.


Setelah 1 jam pekerjaan Rani selesai, baby Elang sangat senang karema ia akan bermain dengan teman nya. "Ayo jadi main tidak ke tempat si kembar, pekerjaan tante sudah selesai." Ajak Rani tersenyum.


"Ayo, tante. Kita ke sana sekarang." Ujar baby Elang sambil menggandeng lengan tante Rani. Sesampai nya di sana Aska dan Aski sudah menunggu, mereka berdua tersenyum. Baby Elang melambai kan tangan nya, dan di sambut lambaian tangan dari si kembar.


"Tante, aku mau beli Es krim dong. Sekalian beliin untuk Aska dan Aski yah." Ujar baby Elang tersenyum polos.


"Oke, kalian tunggu sini yah." Ujar Rani pergi ke warung.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini. Semoga para pembaca suka sama tulisan saya.


Mohon tinggal kan jejak di karya ini.


__ADS_2