
Pagi hari nya, Ayu bangun pagi sekali. Ia membersihkan badan dan berganti baju. Setelah itu ia beranjak ke dapur, untuk membuat sarapan pagi. Selesai membuat sarapan, Ayu membangun kan suami dan anak nya.
Mas.. Mas, bangun sudah pagi. Ayo buruan mandi, nanti telat ke kantor nya. Ujar Ayu menggoyangkan lengan Revano suami nya.
"Emmm sebentar lagi sayang, aku masih rada mengantuk nih." Ucap nya serak khas bangun tidur.
Ayu menghela nafas, kemudian ia beralih untuk membangun kan anak sambung nya Kalvin. "Sayang bungun yuk, sudah siang. Kamu harus sekolah, nanti telat loh." Ujar Ayu tersenyum lembut.
"Emmm Mom, masih ngantuk. Mau peluk, nanti anterin sekolah ya Mom." Ucap Kalvin bangun sambil mengerjap kan mata nya.
"Iya nanti Momy anterin, sekarang mandi. Kamu bau acem tau." Ujar Ayu memeluk Kalvin sambil menggoda dan tersenyum tipis. Sedang yang di goda, hanya menggaruk kepala nya yang sedikit gatal.
Kalvin keluar dari kamar orang tua nya, ia pergi kekamar nya untuk mandi dan memakai seragam sekolah nya. Sedang Ayu kembali membangun kan suami nya, ia tidak lagi menggoyang kan lengan nya. Tapi dengan cara menci*m dan menggoda nya cara itu berhasil, Revano benar-benar bangun dari tidur nya.
"Sayang kau mengg*da ku?" Ujar Revano tersenyum tipis. Ayu hanya menggeleng kan kepala nya dan tersenyum nakal pada Revano. Ia segera berlari keluar kamar.
'Tunggu pembalasan ku, nanti malam. Akan ku buat kau mend*s*h dan mengiginkan lebih.' Ucap Revano dalam hati. Setelah mandi dan berpakaian, Revano segera menyusul Ayu ke ruang makan.
Di sana sudah ada orang tua Ayu, Kalvin dan Ayu. Mereka sedang bersenda gurau, dan menggoda Kalvin anak ku. "Eh nak Revano sini sarapan dulu sebelum beraktivitas." Ujar pak Ridwan mertua nya. sedang Revano hanya menganggukan kepala nya.
Mereka sarapan bersama, setelah sarapan Revano berangkat ke kantor nya. Sedang Kalvin pergi ke sekolahan, dengan di antar kan oleh Ayu. Setelah mengantar kan Kalvin, Ayu pulang kembali ke rumah orang tua nya.
Di saat perjalanan pulang, di jalan ada kecelakaan beruntun. Ada mobil yang rem nya bloong, mobil tersebut menabrak beberapa kendaraan di depan nya termasuk mobil Ayu.
Banyak korban yang meninggal di tempat, banyak juga yang terluka parah. Beruntung Ayu hanya luka ringan, ia di bawa ke rumah sakit terdekat. Walau Ayu luka ringan, tapi tetap harus di rawat.
__ADS_1
Selang 1 jam, keluarga korban kecelakaan baru di hubungi oleh pihak berwajib. Banyak keluarga korban yang menangis histeris, karena kehilangan keluarga nya. Sedang keluarga Ayu, selang 2 jam baru di hubungi.
Pihak berwajib mengurut dari kecelakaan paling berat ke yang paling ringan. Ayu termasuk ringan, ia hanya lecet di beberapa bagian tubuh nya dan ada sedikit retak pada lengan nya.
Polisi menghubungi Revano beberapa kali namun tidak di angkat, tidak lama polisi menghubungi orang tua Ayu dan beliau langsung pergi ke rumah sakit. Pak Ridwan tetap mencoba memghubungi Revano namun nihil, ia tidak mengangkat telpon tersebut.
Pak Ridwan tidak menyerah begitu saja, ia menghubungi kantor Revano. Tapi bagian Recepsionis mengatakan, kalo Revano sedang tidak ada di tempat. Dengan berat hati Pak Ridwan memberi pesan WA pada Revano yang isi nya.
**Nak Kalo Kamu Sudah Baca Pesan Ini, Kamu Harus Segera Menyusul Ke Rumah Sakit Dekat Sekolahan Kalvin. Ayu Mengalamin Kecelakaan.**
Begitu kira-kira isi pesan yang dikirim oleh Pak Ridwan. Revano yang sedang sibuk tidak sadar, kalo handpon nya di mode Diam. Saat jam makan siang baru, Revano memeriksa handpon nya. Di situ terdapat banyak sekali panggilan tak terjawab dan ada beberapa pesan dari ayah mertua nya.
Revano membuka pesan tersebut, setelah membaca nya Revano segera meninggal kan kantor nya untuk menuju ke rumah sakit. Sesampai nya di sana, Ayu belum sadar kan diri. "Ayah bagaimana keadaan Ayu sekarang?" Tanya Revano khawatir.
"Ayu belum sadar, Nak. Tadi Dokter membius Ayu, ada luka yang harus di jahit. Dokter juga bilang, tangan Ayu retak." Ujar Ayah Ridwan sendu.
"Ya sudah mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi. Lain kali kalau kerja tetap bunyin handpon nya, biar kalau terjadi hal mendesak tidak terlambat." Ujar Ayah Ridwan menasehati.
"Baik, Yah. Terima kasih untuk pengertian nya." Ujar Revano menganggukan kepala nya.
Tidak lama kemudian, Ayu tersadar dari obat bius nya. "Yah, Mas, apa yang terjadi? Kenapa aku ada di sini." Ujar Ayu meringis menahan sakit.
"Kamu tadi, ikut dalam kecelakaan beruntun setelah pulang dari mengantar Kalvin ke sekolah." Ujar Ayah menjelaskan.
"Yah, Mas, Kalvin mana? Ini harus nya, sudah pulang sekolah loh." Ujar Ayu khawatir.
__ADS_1
"Sudah tidak perlu mengkhawatir kan Kalvin, ia sudah di jemput oleh Bobi." Ujar Revano lembut.
Ayu menganggukan kepala nya, dan segera beristirahat kembali. Ayu sudah di pindahkan ke ruang VVIP, supaya lebih nyaman dan leluasa tidak berdesakan dengan pasien yang lain.
Sedang Kalvin yang tadi di beritau kalau ibu sambung nya kecelakaan, ia menangis histeris. Dari tadi Kalvin minta di antar le rumah sakit, namun tidak di perboleh kan oleh ayah nya.
Kalvin merengek pada papi nya, supaya di izinin untuk menjenguk ibu sambung nya. Akhir nya usaha nya tidak sia-sia, sang papi mengizin kan untuk menjenguk mami nya besok sepulang sekolah.
Untuk sementara Kalvin tidur dengan Yang uti nya, karena papi dan Yang Kung nya menjaga Ayu di rumah sakit. Ke esokan hari nya ibu mengantar sarapan dan pakaian ganti, untuk Ayah dan juga Revano.
Hari ini Revano, ada pertemuan penting dengan klien dari jepang. Ia tidak bisa membatal kan begitu saja, karena pertemuan ini sudah di agendakan jauh-jauh hari. Revano meminta izin, untuk ke kantor pada Ayu. Tentu saja Ayu mengizinkan nya, karena ini urusan pekerjaan.
Sesampai nya di kantor, Revano segera mandi dan ganti baju di ruangan khusus milik nya. Pertemuan akan di adakan, di Resto hotel Horison pada pukul 10 pagi. Revano ke resto itu bersama asisten pribadi nya, dan beberapa pengawal.
Sesampai nya di Resto, Revano sudah di tunggu oleh Tuan Hiro Sima. Mereka akan membicarakan kerja sama, proyek yang akan di laksana kan di jepang beberapa bulan kedepan.
Pertemuan selesai sekitar pukul 12 siang, mereka menyempat kan untuk makan siang bersama. Setelah itu Revano kembali ke kantor untuk menandatangani beberapa berkas.
Setelah itu, Revano kembali ke rumah sakit untuk menunggui Ayu. Di ruangan itu sudah ada ibu dan Kalvin, sedari tadi Kalvin menangis setelah melihat keadaan ibu sambung nya. Ia merasa bersalah, karena Kalvin yang tadi pagi minta di antar kan kesekolah.
Seandainya tadi pagi aku tidak memaksa untuk Mom nya, mengantar kan nya mungkin kejadian nya tidak seperti ini. Ayu masih, memeluk Kalvin yang terus saja menangis.
Bersambung...
Terima kasih atas semua dukungan nya untuk katya receh ini. Semoga suka dengan alur cerita nya.
__ADS_1
Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini.