Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 137 Penyesalan


__ADS_3

Sebelum mengatakan keadaan ibu nya, Gilang menarik nafas dalam. Baru setelah itu ia mengatakan, apa yang terjadi pada ibu mereka. "Angga, Ibu sudah meninggal kamu harus Cepat pulang kita kebumikan ibu sama-sama." ujar Gilang dengan menahan sesak di dadanya.


Angga yang mendengar kabar berita tersebut, dia langsung lemas tubuhnya merosot ke lantai. Di dalam hati ada penyesalan, Kenapa tidak dari kemarin-kemarin dia pulang untuk menjenguk ibunya.


"Andai saja istriku tidak egois, andai saja istriku tidak mencoba bunuh diri. Mungkin aku pulang menemui ibuku, mungkin kejadiannya tidak seperti ini Aku menyesal. kenapa, aku harus menuruti perkataan istriku?" ucap Angga dalam hati, sekarang dia menangis dalam penyesalan kenapa, kenapa, kenapa dan kenapa harus jadi seperti ini.


Setelah mengetahui bahwa Ibunya sudah meninggal, Angga izin cuti beberapa hari kepada bosnya. Setelah mendapatkan izin cuti, Angga segera pulang ke rumahnya. Dia pamit kepada istrinya, untuk pulang ke rumah ibunya.


"Dek sekarang aku mau pulang, Ibu meninggal." ujar Angga dengan wajah yang sendu.


"Aku sudah pernah bilang Mas, kamu jangan pulang. kalau kamu pulang, kamu bakalan kehilangan aku dan anakmu." ujar istri Angga dengan raut wajah yang kesal.


"Sekarang semua terserah kamu, dek. Aku sudah tidak peduli lagi, mau kamu bunuh diri. Mau kamu apa, terserah. Sekarang yang aku pikir kan, aku ingin melihat wajah terakhir ibuku. Ibu yang telah melahirkanku, ibu yang telah membesarkanku." ujar Angga dengan berderai air mata.


"Mas emang kamu sudah tidak sayang lagi sama aku, udah nggak sayang lagi sama anak kita. kamu tega, ninggalin aku dan anak kita." ujar istri Angga dengan berderai air mata pula.


"Maaf Dek, bukan Mas nggak sayang sama kamu. Tapi Harusnya, kamu mengerti dong keadaanku. Ibuku sedang meninggal, aku sedang kena musibah. Kamu Tolong ngertiin aku sedikit, tolong kamu jangan egois. Jangan memikirkan diri sendiri kalau kamu begini terus, bukan tidak mungkin aku akan meninggalkanmu." Ujar Angga dengan perasaan sedih kesal campur aduk.


"Mas kamu kok ngomongnya begitu sih, aku kecewa sama kamu. ujar istri Angga.


"Sekarang keputusan ada di tangan kamu, kalau kamu masih ingin sama saya. Ayo kita pulang ke rumah ibu, tapi kalau kamu emang sudah nggak mau. Lebih baik, kita sudahan saja." ujar Angga sedih.


"Mas jangan begitu dong, emang Kamu nggak kasihan sama anak kamu." ujar istri Angga dengan berderai air mata.


"Sekarang saya tanya sama kamu bagaimana kalau keadaannya di balik, di saat kamu meninggal tapi anak kamu tidak hadir. Bagaimana perasaan kamu, di alam sana." tanya Angga kepada istrinya.

__ADS_1


Istri Angga hanya terdiam, dia tidak bisa membayangkan nya. Bagaimana kalau di saat ajal tiba, tetapi tidak ada sang anak. Tidak lama kemudian istri Angga menangis, karena membayangkan hal tersebut.


Akhirnya dengan kerendahan hati, istri Angga pun mengalah. Ia mau diajak pulang oleh suaminya, paling tidak ini untuk yang terakhir kalinya. Mereka melihat, raut wajah ibu nya, sebelum dikebumikan. Angga ingin memohon ampun kepada ibunya, karena pada waktu dia sakit, Angga tidak bisa pulang. sungguh, ia sangat menyesal.


Setelah menghubungi Angga, Gilang segera menghubungi sanak saudara yang lainnya. Biar bisa berkumpul untuk melakukan takziah, di rumah paman Marno. Gilang juga menghubungi Ayu dan mantan mertuanya, dia mengabarkan bahwa sang Ibu telah tiada.


Gilang memohon kepada Ayu dan keluarganya, supaya mereka mau memaafkan Ibu dari hati yang paling dalam. Ayu dan keluarganya sudah memaafkan, Ibu Nur tulus dari hati yang paling dalam. mereka tidak pernah memendam dendam kepada Ibu Nur, walaupun dulu Ibu Nur sering menyakiti Ayu.


Setelah kematian ibu Nur disiarkan di mushola, banyak warga dan tetangga yang datang menghampiri untuk takziah, di rumah paman Marno. Tetangga juga saling membantu, untuk membuat lubang kubur, memandikan jenazah dan lain sebagainya.


Ibu Nur dikebumikan menunggu kedatangan Angga, Gilang ingin Iya dan Angga yang membawa keranda jenazah ibunya. Gilang juga ingin melihat wajah ibunya untuk terakhir kali sebelum dikuburkan.


Sekitar pukul 11.00 siang, Angga Baru saja datang bersama istri dan anaknya. Sesampainya di rumah paman Marno, Angga segera memeluk abangnya.


Gilang tidak mampu berucap apa-apa, dia hanya mampu mengelus punggung sang adik. Gilang juga sangat Terpukul dengan kejadian ini, Kenapa tidak dari kemarin-kemarin dia menjenguk ibunya?


Kenapa baru sekarang Gilang menjenguknya dan ini terakhir kali nya, ia akan bertemu cinta pertama nya.


...********************...


Ayu masih dalam masa pemulihan, iya tidak bisa berangkat bertakziah ke rumah paman Marno. Sebagai gantinya ayah dan ibu Ayu yang akan bertakziah ke sana, seburuk-buruknya, mereka tetap mantan besan mereka. Biarkan anak-anak tidak bersama, tapi silaturahmi tetap terjalin.


Ayah dan ibu pulang udah hampir sore, karena Ibu Nur baru akan dikebumikan sekitar pukul 2 siang. Ayah dan ibu Ayu membantu proses pemakaman, dari memandikan mengkafani menyolatkan dan menguburkan jenazah.


Ayah Ridwan juga memberi semangat untuk Gilang dan Angga, bagaimanapun juga Gilang pernah jadi menantu nya. "Terima kasih ya, pak sudah memberi suport untuk keluarga." Ujar Gilan tersenyum terpaksa.

__ADS_1


Sedang Ayu, di rumah sedang menunggu Kalvin pulang sekolah. Di rumah masih ada Kak Danis, istri nya dan Baby Agesta. Ayu memesan makanan online, karena Ayu belum bisa memasak makanan. Tangan Ayu masih sakit dan masih harus cek up, untuk memastikan keadaan tangan nya.


Sedang Revano sekarang berada di kantor nya, ia akan ada pertemuan dengan perusahaan asing di restoran berbintang. Revano, akan pulang sekitar pukul 04.00 sore. Sebelum pulang, biasanya Revano akan menanyakan kepada anak dan istrinya mau dibawain makanan apa.


"Sayang sebentar lagi aku kan pulang ke rumah kamu mau nitip dibeliin apa?" tanya Revano kepada istrinya.


"Mas aku nitip minta dibeliin martabak manis ya sama tolong beliin sayur capcay, rendang, ayam bakar, perkedel, untuk makan malam nanti Terima kasih ya." ujar Ayu dengan mengembangkan senyumnya.


"Iya sayang nanti Mas beliin, Kalvin sedang apa?" tanya revano tersenyum.


"Kalvin ada, dia habis mandi. Paling sebentar lagi keluar, ada apa kamu mau bicara sama Kalvin?" tanya Ayu tersenyum.


"Tidak usah sekarang, Mas mau jalan pulang. Nanti sekalian mampir, untuk beli pesanan kamu untuk makan malam kita bersama." ucap Revano tersenyum.


"Ya sudah kamu hati-hati di jalan ya" ujar Ayu tersenyum. Mereka pun menutup teleponnya bersama-sama.


Tidak lama kemudian, Kalvin keluar dari kamar nya dalam keadaan segar. Kalvin, memeluk ibu sambung nya dengan erat. Ayu yang di peluk dari belakang, hanya menggeleka kan kepala nya.


"Kenapa sayang tiba-tiba peluk Mommy?" Tanya Ayu sambil tersenyum. Kalvin hanya menggelengkan kepala nyabdan tersenyum sangat manis sekali. Tidak lama kemudian, Baby Agesta datang juga ke kamar Ayu. Ia ingin bermanja, pada Kalvin dan Ayu.


Bersambung....


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya receh ini. Semoga pembaca semua suka dengan alur cerita ini.


Mohon dukungan nya untuk Karya ini.

__ADS_1


__ADS_2