
Ayu Akhir nya pulang kerumah orang tuanya.
Di perjalanan Ayah hanya diam membisu, tidak seperti biasa nya.
1 jam kemudian...
Kami sampai di rumah orang tua Ayu.
"Ayu, kamu istirahat dulu yah. Kamu mesti cape membersihkan rumah dan warung sendiri, tidak ada yang membantu" ujar ibu lembut.
"Baik Bu" ucap Ayu sambil menunduk.
"Nanti kalo kamu sudah tidak cape baru kita bicara lagi yah" ujar ibu bijak sana.
Ayu pergi kekamar nya di lantai 2 untuk istirahat.
"Ayah pasti kecewa sama aku" batin Ayu.
Di rumah Gilang...
"Lang ko kamu diam saja, Ayu di bawa pulang Ayah nya?" tanya Ibu
"Tidak tau lah bu, saya pusing" ucap Gilang sambil pergi meninggal kan ibu di warung.
Ayu bener-bener bukan nya sebelum pergi warung di beresin dulu, main tinggal saja. gerutu Ibu.
Gilang di kamar merenung kan ucapan Ayah.
"Apa benar aku keterlaluan yah pada Ayu?" pikir Gilang.
"Ah saya rasa tidak itu kan memang tugas dia sebagai istri" monolog Gilang.
Siang hari nya...
"Yu, aku lapar" teriak Gilang.
"Berisik, Ayu sudah tidak ada di rumah ini. teriak Ibu dari dapur.
__ADS_1
"Ah iya Ayu kan pulang tadi pagi sama Ayah nya." Gumam Gilang.
Gilang berjalan menuju dapur.
"Bu, aku lapar! ibu masak apa?" tanya Gilang.
"Ibu tidak masak, kamu beli saja di luar." ketus Ibu.
Gilang menghela nafas nya.
Di rumah Ayu...
Tok...
Tok...
Tok...
"Yu bangun makan siang dulu yuk" panggil Ibu dari luar kamar.
"Iya bu sebentar Ayu ke kamar mandi dulu." ujar Ayu.
"Ayu lagi di kamar mandi Yah, paling sebentar lagi keluar" ucap Ibu.
"Kasihan Ayu, bu. Dia pasti tersiksa dengan perlakuan suami dan Ibu nya" ujar Ayah sendu.
"Sudah Yah, jangan menampilkan wajah sedih di depan Ayu" ujar ibu sendu.
Sehabis dari kamar mandi, Ayu keluar kamar
menuruni anak tangga.
Belum sampai dapur Ayu berhenti dan mendengar percakapan Ayah dan ibu nya.
"Ayah menyesal Bu sudah menikah kan Ayu dan Gilang." ujar Ayah dengan menetes kan air mata nya.
"Sudah Yah, menyesal juga tidak ada artinya. Ibarat nasi sudah menjadi bubur." ujar ibu bijaksana.
__ADS_1
"Ayah, ibu maafin Ayu. hiks... hiks" ujar Ayu menghampiri mereka di dapur.
"Mafin Ayah, Yu. Ayah yang salah harus nya hiks dulu Ayah tidak Egois sama kamu hiks..." ujar Ayah.
"Tidak Yah, jangan menyalah kan diri sendiri. Ayu juga salah, kenapa Ayu di tindas tapi diam saja?" ujar Ayu dengan badan bergetar.
"sudah... sudah kita makan dulu yuk keburu dingin" ujar ibu mengalihkan pembicaraan.
"Ibu masak apa?" ujar Ayu berusaha tersenyum.
"Masak ke sukaan mu, ayo makan yang banyak" ujar ibu tersenyum lembut.
"Ayah mau makan apa? Ayu ambil kan yah" ujar Ayu lembut.
"Iya sayang, Ayah mau balado telor dan capcay saja sayang" ujar Ayah masih meneteskan air mata nya.
Di rumah Gilang...
Gilang membeli makan di luar, di tempat Ayu membeli pecel lele di restoran deket pasar.
"Pelayan" panggil Gilang.
"Ya ada yang bisa saya bantu ka" ucap pelayan.
"Saya pesen pecel lele 2 porsi Mas, di bungkus yah." ujar Gilang.
"Baik Ka mohon di tunggu sebentar yah." ucap pelayan restoran.
Sembari gilang menunggu pesenan nya, dia memain kan handphone nya hingga ada seseorang yang menepuk pundak nya.
"Gilang... aku kangen sama kamu" ucap wanita itu sambil memeluk tubuh Gilang dengan erat.
Gilang yang syok hanya diam membatu dengan perlakuan wanita itu, yang sudah mencium pipi dan bibir Gilang.
Bersambung...
Ayo tebak siapa wanita tersebut yang tiba-tiba memeluk dan mencium Gilang di depan umum?
__ADS_1
temukan jawaban nya di bab berikut nya yah.
Terima kasih untuk besty yang sudah mendukung karya ini.