Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 12 Menolong Lisa


__ADS_3

Sebelum menghentikan para preman itu, Gilang menelpon kantor polisi.


Untuk melapor kan terjadi nya pelecehan se*sual terhadap seorang perempuan di dekat jalan xxx.


"Hentikan... lepas kan perempuan itu" teriak Gilang.


"Engga usah ikut campur kamu" teriak preman itu.


"Ka....tolooooong.....saya ka" teriak Perempuan itu.


Gilang belari menyelamat kan perempuan itu, maka terjadi lah baku hantam antara Gilang dan para preman tersebut yang jumlah mereka sekitar 3 orang.


hya.....bruk....gedebuk (kira-kira bunyi orang di pukul)preman 1 pun tak sadar kan diri.


Tapi naas preman 2 membawa senjata tajam dia menusukan ke arah Gilang.


Gilang pun menghindar dan berhasil memukul orang tersebut.


tak lama kemudian polisi datang dan meringkus semua tersangka dan menyelamat kan korban.


Gilang mendapat beberapa kali pukulan di bagian wajah dan perut nya, Gilang di minta menjadi saksi oleh pak polisi.


"Apakah saudara yang tadi menelfon kantor polisi?" tanya seorang petugas kepolisian.


"Iya pak saya Gilang yang melapor tadi." jawab Gilang.


"Apakah saudara bisa ikut kami kekantor polisi sebagai saksi?" tanya petugas kepolisian.


"Baik saya akan ikut sebagai saksi di kantor polisi."jawab Gilang.


Di rumah...


"Bu, Mas Gilang kemana sih?" tanya Ayu.

__ADS_1


"Tidak tau Yu, tadi tidak bilang mau kemana" jawab ibu dengan nada ketus.


Ayu mencoba menelfon Gilang tapi tidak di angkat.


Ayu ber jalan mondar mandir di dalam kamar menunggu Gilang tak kunjung kembali.


Satu jam, dua jam, tiga jam sampai dia ketiduran.


Gilang baru pulang sekitar jam tiga dini hari.


Gilang pulang tidak sendiri karna perempuan itu ikut pulang bersama Gilang.


Perempuan itu bernama Lisa dia janda tanpa anak, dia baru ber umur 25 tahun. 2 tahun lebih muda dari Gilang.


Dia tinggal sendiri tanpa sanak saudara.


Dia sedang mencari pekerjaan.


'Ini pagi pagi bau harum masakan dari mana yah?' tanya ibu dalam hati.


Ibu berjalan ke dapur mau buat sarapan pagi.


Tapi tiba tiba berhenti di tengah jalan, Ibu melihat selulit seseorang yang tidak di kenal. Ibu menghampiri orang tersebut.


"Heh siapa itu?, sedang apa kamu di dapur saya? tanya Ibu dengan nada tidak bersahabat.


Orang tersebut berbalik dan memperkenal kan diri.


"Nama saya Lisa bu, saya kesini bersama dengan Mas Gilang, tadi pagi." ujar Lisa memperkenal kan diri.


"Gilang....Gilang...." panggil ibu dengan nada yang tinggi.


"Iyyaa bu, sebentar saya lagi pake baju dulu." ucap Gilang.

__ADS_1


Gilang keluar kamar bersama dengan Ayu.


"Apa sih pagi pagi sudah teriak -teriak aja kaya toa masjid" ucap Gilang.


"Itu siapa yang kamu bawa pulang kerumah tadi pagi" tanya ibu.


"Kamu bawa pulang siapa Mas." tanya Ayu dengan nada curiga.


"Oh...itu sini Lisa" panggil Gilang.


Lisa pun mendekat dan memperkenalkan diri nya kembali di hadapan ibu juga.


"Nama saya Lisa, saya seorang janda tanpa anak." ujar Lisa.


"Gilang kenapa kamu bawa kesini dia" ucap ibu.


"Kamu kenal di mana mas sama mba Lisa." ucap Ayu dengan nada lembut.


"Semalam Gilang ketemu di jalan, Lisa lagi di lec*hin sama 3 orang preman. ucap Gilang.


"Lisa sedang butuh pekerjaan bu, kemaren paman Marno tanya sama Gilang punya kenalan ngga buat kerja jadi Art (asisten rumah tangga) di rumah paman" ucap Gilang.


Bersambung....


************************************


Apa kah benar paman Marno membutuh kan ART?


Bagai mana sikap Ayu terhadap Lisa?


************************************


****SALAM PEJUANG RECEH****

__ADS_1


__ADS_2