
Setelah mendengar informasi itu, Revano mengepal kan kedua tangan nya. Dia merasa kasihan, orang sebaik Ayu di sia-siain kaya gitu demi sampah yang tidak berguna. Di kalangan pengusaha siapa sih yang tidak mengenal Tuan Brata kusuma pemilik perusahaan Mega Jaya Properti, sebelum di gantikan oleh anak nya Bagus kusuma.
Dan Adik dari Bagas, yang bernama Diva kusuma sudah sering ditawar kan pada pengusaha muda untuk menjalin kerjasama bisnis. Memang Diva cantik tapi kelakuan nya buruk.
Setelah mengompres pipinya, Ayu segera makan malam bersama Kalvin yang manja minta di suapin. Jadi lah mereka makan malam sepiring berdua sudah seperti ibu dan anak. Selesai makan Ayu menyuruh Kalvin untuk cuci muka, cuci kaki dan gosok gigi, setelah itu tidur. Di kasur, Kalvin masih berceloteh menceritakan keseharian nya.
Hari sudah semakin malam Ayu menyuruh Kalvin tidur. "Anak ganteng tidur yah, sudah malam besok di lanjutin lagi cerita nya." ujar Ayu sambil tersenyum.
"Baik, Mommy. Mommy juga tidur yah." ucap Kalvin sambil tersenyum. Ayu hanya menganggukan kepala nya, dan segera merebah kan diri di sebelah Kalvin.
Dalam hitungan menit mereka berdua tidur terlelap, Ayu bangun sudah dari sebelum subuh. Dia sedang merenungi, kira-kira langkah apa yang akan di ambil kedepan nya. 'Ah lebih baik aku sholat istikhoroh dululah, aku tidak mau ambil keputusan di saat aku sedang emosi.' monolog Ayu.
Tidak lama pintu di ketok.
Tok...
Tok...
Tok...
"Permisi room servis." ucap karyawan hotel.
Ceklek...
Ceklek...
"Iya, ada apa yah." ucap Ayu.
Room servis, bu. ujar karyawan hotel sembari membawa sarapan untuk tamu hotel.
"Oh silah kan, taro saja di meja ya mba. terima kasih, mba." ujar Ayu tersenyum lembut.
"Sama sama bu, permisi." pamit karyawan tersebut.
"Mommy.. Mommy." panggil Kalvin. Ayu yang sedari karyawan hotel pergi, duduk melamun tidak mendengar kalo Kalvin memanggil nya. "Mommy." panggil Kalvin sekali lagi. Tapi kali ini Kalvin sambil memegang bahu Ayu.
"Astaghfirullahhal'azhim, Kalvin ko ngagetin sih." kaget Ayu sambil memegang dada nya. "Maaf Mommy, bukan maksud Kalvin kagetin Mommy. Dari tadi Mommy, Kalvin panggil-panggil tapi diam saja." ucap Kalvin cemberut.
"Ah.. masa ibu tidak mendengar nya, kalo anak ganteng nya ibu panggil tad." ujar Ayu tersenyum sambil menghampiri Kalvin dan menggelitik perut Kalvin.
__ADS_1
Kalvin yang kegelian pun tertawa lepas sampai minta ampun.
Ha...
Ha....
"Ampun My, ampun geli My geli." teriak Kalvin.
"Ya sudah, ayo bangun sekarang mandi setelah itu kita sarapan." ujar Ayu sembari menggandeng Kalvin ke kamar mandi.
Revano yang sedari tadi berada di balik pintu hanya tersenyum, mendengar anak nya tertawa lepas begitu. Karena penasaran, Revano masuk tanpa mengetuk pintu kamar Ayu. Tadi sebelum nya Revano sudah memberi pesan kalo diri nya akan masuk ke dalam tanpa mengetok pintu dulu.
Sedang orang tua Ayu dari beberapa hari yang lalu perasaan nya selalu gelisah, kayak ada yang ngeganjal di dalam hati nya.
"Yah, perasaan ibu ko tidak enak yah dari beberapa hari ini." ujar ibu khawatir.
"Iya Bu, Ayah malah dari beberapa minggu yang lalu bu. Ayah sudah hubungi Ayu, katanya baik-baik saja, kaka nya juga begitu." ujar Ayah.
"Coba yah, kamu hubungin Ayu. Ibu lebih khawatir anak itu, Ayah tau sendiri bagaimana perlakuan suami dan mertua nya." ujar ibu.
"Iya bu. Ayah akan menelpon nya sekarang." ujar Ayah.
Ayah menekan nomer kontak Ayu, untuk melakukan panggilan vidio call dan tersambung.
"Halo assalamu'alaikum, Yu." ucap Ayah.
"Halo wa'alaikum salam, Yah." ucap Ayu. sambil berbisik biar Kalvin tidak bersuara.
"Yu, apa kamu baik-baik saja? Dari beberapa minggu yang lalu perasaan Ayah tidak enak." tanya Ayah.
"Ayu tidak apa-apa Yah, aku baik-baik saja." ucap Ayu tersenyum.
"Yu, pipi kamu kenapa? ko terlihat lebam gitu? apa ada yang nyakitin kamu? bilang sama ayah siapa orang nya?" ucap Ayah geram.
"Aku tidak apa-apa Yah, kemaren kepentok meja." ucap Ayu berbohong. Revano yang di situ hanya geleng kepala.
"Yu, kamu lagi di mana? itu kayak bukan di rumah mertua mu." ujar Ibu penasaran.
"Ayu lagi di hotel Apus, Bu. Hotel yang di kelola Bagas dan Aku." ucap Ayu.
__ADS_1
Tiba-tiba Kalvin berceloteh, "My, hotel ini punya Mommy." cicit Kalvin penasaran.
Ayu menepok jidat nya, karna Tiba-tiba Kalvin berbicara.
"Yu, Ibu mendengar suara anak kecil itu siapa?" tanya ibu dan Ayah penasaran. Akhir nya Ayu menarik tangan Kalvin dengan pelan untuk berada di samping nya untuk di perkenal kan pada orang tua ku.
"Yah, Bu kenalin ini Kalvin anak temen aku." ucap Ayu memperkenal kan.
"Mom, ini siapa?" tanya Kalvin penasaran.
"Ini Orang tua ibu, Kalvin bisa panggil Yang putri sama Yang kakung." ucap Ayu pelan.
"Halo yang ti, yang kung. Nama Aku Kalvin anak Mommy." ucap Kalvin ceria. Setelah Kalvin berkenalan dengan orang tua Ayu, Ayu menyuruh Kalvin sarapan duluan.
"Yah, bu sudah dulu yah. Nanti Ayu telpon lagi. Assalamu'alaikum." ucap Ayu.
"Wa'alaikum salam." jawab Ayah dan ibu Ayu.
Ibu merasa gemas sekali sama Kalvin, anak itu lucu sekali. Sedang Ayah hanya menganggukan kepala nya, Ayah masih curiga tentang lebam di pipi Ayu seperti cap tangan bukan kepentok meja.
'Aku harus menyelidiki nya, separti nya ada yang Ayu sembunyikan dari ku.' ucap Ayah dalam hati.
"Yu, kamu masih tidak mau cerita kenapa pipi kamu lebam begitu. Aku siap ko jadi pendengar yang baik, dan bisa jaga rahasia juga." ujar Revano sambil menyuapi Kalvin.
Sementara Ayu hanya duduk diam, dia bingung mau mulai dari mana cerita nya.
"Maaf Mas, aku binggung mau mulai dari mana cerita nya." cicit Ayu.
"Ya sudah kamu cerita singkat saja biar lebih cepat selesai." ucap Revano lembut. Sesudah makan Revano membiarkan Kalvin bermain handpone nya, dan memasang kan handfree nya di telinga Kalvin biar dia tidak mendengar obrolan nya dengan Ayu.
"Sudah Yu, ceritakan masalah kamu siapa tau aku bisa kasih solusi." ujar Revano secara singkat dan padat.
"Aku menikah, dengan cara di jodoh kan. Orang itu anak teman Ayah, tadi nya aku tidak setuju untuk menikah dengan nya. Tapi Ayah terus memohon, aku pun tidak tega dan akhir nya aku menikah dengan pilihan Ayah. Sesudah menikah, keluarga suami ku selalu saja menyalahkan ku walau aku tidak bersalah. Pernah Ayah membawa aku pulang dari rumah mertua, karena suami ku hampir men*mpar ku dan Ayah melihat itu semua. Beberapa minggu yang lalu suami ku menikah kembali tanpa memberi tau Aku dan keluarganya. Sampai ibu nya terkena serangan jantung dan di rawat di rumah sakit. Dan kemarin malam, aku di tamp*r karna aku hampir menjambak rambut istri muda suamiku. Dan suami ku tidak terima, pada hal aku cuma ngebela ibu nya yang di pelakukan kurang baik oleh madu ku." curhat Ayu panjang lebar.
Bersambung...
Kira-kira solusi atau saran apa yang akan Revano berikan untuk Ayu?
Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini.
__ADS_1
Mampir juga ke karya Chat story ku.