Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 144 Pesanan


__ADS_3

Setelah mendapat nasehat dari orang tua angkat Revano, Ayu pamit pulang karena hari sudah mulai siang. Ayu tidak langsung pulang ke rumahnya, dia mampir dulu ke toko roti. hari ini Iya ada pertemuan, dengan perusahaan yang memesan roti manis sebanyak 3.000 pcs.


Pesanan itu akan diantar seminggu lagi ke perusahaan PT Arga Nusantara percaya, dengan Ceo-nya bernama Ali Farheat. Ia masih keturunan indonesia-Jerman, ia baru beberapa minggu pulang dari London setelah menempuh pendidikan di sana.


Pertemuan akan dilakukan Sekalian makan siang di restoran Jepang di jalan x, Ayu akan datang bersama Andre. Sedangkan Ali, akan datang bersama sekretarisnya. Sesampainya di Toko Roti, Ayu segera mencari Andre.


Mereka segera berangkat ke restoran Jepang di jalan X lebih baik mereka yang menunggu, daripada mereka yang ditunggu. Bagi mereka, pelanggan adalah raja. Mereka memesan tempat VIP, ruangan khusus yang digunakan untuk rapat dan sebagainya.


Mereka ingin fokus, dengan pertemuan yang akan di lakukan sebentar lagi. Tidak lama kemudian, Tuan Ali Farheat dan sekertaris nya datang. "Selamat datang Tuan Farheat." Ucap Ayu tersenyum tulus, sambil mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan.


"Terima kasih sambutan nya, nona Ayu puspita." Ujar Ali Farheat tersenyum tulus pula sambil menyambut tangan Ayu untuk berjabat tangan. Mereka berjabat tangan, dengan sekertaris masing-masing.


"Ayo Tuan, silahkan duduk. Kita mau makan lebih dahulu, atau mau ngebahas pertemuan ini." Tanya Ayu tersenyum tipis.


"Mungkin lebih baik kita makan dulu kali yah, hari juga sudah siang. Dan maf tolong jangan panggil saya Tuan, saya terlihat sangat tua kalau di panggil Tuan." Jawab Ali Farheat Tersenyum manis.


"Baik Tuan, terus kita harus panggil apa sama anda? Dan tolong jangan panggil saya, Nona!" Tegas Ayu.


''Baik lah kalo begitu, saya panggil ka saja yah.'' Ujar Ali Farheat. Ayu hanya menganggukan kepala nya saja.


Setelah perdebatan panggilan, mereka makan siang bersama dengan menu yang paling enak di restoran ini. Selang 30 menit makan siang selesai, mereka mulai membicarakan tentang kue ulang tahun yang akan di buat berapa tingkat. Juga membicarakan rasa apa saja yang di pesan, untuk acara ulang tahun perusahaan nya.


Kesepakatan selesai, kue ulang tahun yang di pesan sekitar 5 tingkat. Sedang untuk roti manis nya Ali memesan 500 pcs rasa coklat, 500 pcs keju, 500 pcs rasa kelapa, 500 pcs rasa coklat keju, 500 pcs rasa stroberi, 500 pcs rasa sirsak.

__ADS_1


Sedang untuk pembayaran nya, asisten nya Ali mentransfer 50% pembayaran di muka. Sedang sisa nya, setelah roti tersebut di antar kan. Pertemuan di lakukan sekitar 2 jam, setelah selesai Ayu dan Andre pamit lebih dulu.


"Baik lah, pak Ali kami permisi lebih dulu." ujar Andre berpamitan sambil tersenyum. Sedang Ayu hanya menganggukan kepala nya, tanda membenarkan apa yang di katakan oleh Andre.


Ali hanya menganggukan kepala nya, sedang asisten Ali yang menjawab. "baik pak, bu. Hati-hati di jalan." Ujar Asisten pak Ali sambil tersenyum ramah.


Andre pun mengucapkan terima kasih pada Ali Farheat dan asisten nya. Mereka berjalan menuju kasir, untuk membayar makanan yang di pesan tadi. Namun bill mereka, sudah ada yang membayar nya. Setelah dari Kasir Ayu dan Andre, melanjutkan perjalanan ke Grosir. Mereka membeli bahan-bahan, untuk membuat Roti manis dan kue ulang tahun.


Selesai berbelanja, Ayu mengantar Andre ke toko roti. Setelah itu baru, Ayu menjemput Kalvin anak sambung nya. Sesampai nya Ayu di depan sekolahan Kalvin, ia baru saja keluar kelas dan baru akan menuju gerbang sekolah.


Kalvin yang melihat ibu sambung nya terlebih dahulu berlari, menghampiri Ayu yang sedang duduk diam menunggu di depan gerbang.


"Mom.. Mommy." Panggil Kalvin dengan mengembangkan senyum nya.


Ayu yang mendengar suara sang anak sambung nya, segera menoleh dan tersenyum manis.


"Aku mau langsung pulang saja, Mom. Aku cape mau istirahat dan makan di rumah saja." Ujar Kalvin tersenyum senang. Ayu menganggukan kepala nya dan tersenyum.


"Baik lah kalo begitu, ayo kita pulang." Ajak Ayu sambil tersenyum. Kalvin menganggukan kepala nya dan tersenyum. Semenjak Ayu kecelakaan tempo hari, Ayu sudak tidak di perbolehkan menaiki motor nya. Sekarang ia kemana-mana, harus menaiki mobil.


Sesampai nya di rumah, Kalvin segera berganti baju dan makan siang. Hari ini Yang uti masak Opor Ayam, sambel goreng ati dan kentang, capcai, tahu dan tempe. Kalvin makan dengan lahap nya, sampai menghabiskan 1 piring penuh.


Tiba-tiba dari belakang Ayu berbicara. "Makan nya pelan-pelan, sayang. Nanti kamu keselek loh, kalo makan nya cepat begitu." Ujar Ayu memperingat kan.

__ADS_1


"Maf Mam, aku lapar sekali. Tadi uang saku ku hilang, jadi dari istirahat jam ke dua aku tidak beli makan di kantin." Ujar Kalvin menjelaskan.


"Kenapa tidak telfon Momy, untuk di antarkan makanan atau tambahan uang saku?" Tanya Ayu lembut.


"Maf, Mom. Aku lupa, tidak membawa handpone ke sekolahan." Ujar Kalvin menyesal karena keteledoran nya.


"Ya sudah lain kali besok-besok kalo kemana-mana, sebelum pergi di periksa dulu barang-barang yang mau di bawa yah." Ujar Ayu kembali menasehati anak sambung nya.


Kalvin, hanya mengangukan kepala nya. Setelah makan Kalvin pergi ke ruang keluarga, untuk menonton televisi bersama Eyang uti nya. Sekitar 30 menit Kalvin mengantuk, ia beranjak pergi ke tempat tidur nya.


Sedang Ayu berada di dalam kamar nya, ia juga sedang istirahat. Sore hari nya, sekitar pukul 5 sore Ayu baru bangun dari tidur nya. Ia segera bangun dan membersihkan diri nya, setelah itu berganti baju. Sekitar pukul 6 sore Revano, baru pulang dari kantor nya.


Ia terlihat sangat lelah sekali, banyak rapat penting yang harus ia sendiri yang menghadiri nya. Sedang berkas kantor juga banyak harus di pelajari, kemudian di tanda tangani nya.


Sesampai nya di rumah, Revano di sambut oleh anak semata wayang nya. Seketika rasa lelah nya sirna sudah, dan berganti senyum. Sedang Ayu masih memasak di dapur, untuk makan malam bersama. Selesai masak Ayu kembali ke kamar nya, untuk membersihkan kembali badan nya.


Sesampai nya di kamar, Ayu melihat Revano yang sedang duduk termenung di dekat jendela. "Mas... Bisa bicara sebentar." Ucap Ayu kikuk.


Revano menoleh dan menganggukan kepala nya. "Mau bicara, apa Sayang?" Tanya Revano tersenyum.


"Aku ingin nanti, setelah makan malam kita bicara mengenai wanita itu. Aku ingin kamu menjelas kan semua, jangan ada yang di tutupi lagi." Ujar Ayu. Revano menganggukan kepala nya, ia menyetujui usulan Ayu. Ia juga sudah cape kalo harus saling mendiam kan.


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas semua dukungannya untuk, karya receh ini. Semoga sahabat semua suka dengan alur cerita ini.


Mohon dukungannya untuk karya ini dengan cara like, comment, saran, kritik, share, dan give berupa bunga bermekaran dan secangkir kopi manis.


__ADS_2