
Di Apartemen kembali ramai lagi, sekarang Kalvin adalah sumber kebahagian di keluarga Ayu. Semua tingkah dan kepolosan Kalvin, menjadi hiburan tersendiri bagi orang tua Ayu. Danis dan istri nya juga, sering berkunjung ke Apartemen yang di tempati orang tua Danis.
Baby Agesta, sekarang sudah berusia 1 tahun lebih. Dia sedang aktif-aktif nya, Ages sedang belajar berjalan dan belajar bicara. Baby Ages juga ikut-ikutan memanggil Ayu, dengan sebutan Mommy. Sedang untuk Revano, baby Ages memanggil Papi.
Sedang baby Ages memanggil Arina Mama, dan memanggil Danis dengan sebutan Papa. Kadang Arina suka cemburu pada Ayu, karena Baby Ages terlihat lebih dekat dengan Ayu dari pada diri nya.
Baby Agesta juga lebih betah tidur di Apartemen milik Ayu, dari pada di apartemen nya sendiri. Setiap hari Baby Ages merengek kalo belum di antar kan ke Aparemen Ayu dan orang tua nya, untuk bertemu Babang Kalvin.
"Ma au ain ama ang epin." Rengek manja Baby Agesta. Arina yang tidak tau, apa yang di bicarakan oleh anak nya hanya diam.
Tidak lama Papa Danis datang, dia mendengar apa permintaan putri nya. "Mah, itu loh anak nya minta ketemu abang Kalvin. Ko kamu diam saja, tidak menjawab." Ujar Danis tersenyum pada Anak nya.
Oh baby, mau ketemu Abang Kalvin. Ujar Arina menepuk dahi nya, "Maaf yah sayang mama dari tadi berfikir, kamu itu ngomong apa." Lanjut nya tersenyum. Sedang Baby Agesta, hanya menganggukan kepala nya.
Sekarang Kalvin sudah berusia 9 tahun, dia makin tampan dan sudah bisa tidur sendiri. Dia juga sudah tidak mengigau lagi, saat malam hari. Makan juga sudah tidak di suapin lagi, cuma kalo lagi manja nya datang ya minta di suapin.
Paling senang kalau meledek Baby Agesta yang sedang makan, pasti di gangguin. Kalvin akan pura-pura merengek minta di suapain, oleh Ayu. Kalau sudah begitu, pasti Baby Agesta akan merengek dan menangis karena di gangguin oleh Kalvin.
Ayu menggeleng kan kepala nya, dan berkata "Abang sudah dong, jangan gangguin ade nya terus." mohon Ayu. "Maf Mom habis baby lucu jadi seneng gangguin deh." ujar Kalvin tersenyum.
Ayu menghela nafas dan tersenyum, "Sayang, sudah makan belum? Mom, sudah masak makanan kesukaan mu loh." Ujar Ayu tersenyum.
"Belum Mom, aku makan dulu yah." Ujar Kalvin tersenyum. Sebelum pergi ke dapur, Kalvin mengusili Baby Agesta. "Baby, Mom aku ambil yah." Ujar Kalvin sambil menarik tangan Ayu. Sedang Baby Agesta reflek memeluk Ayu dengan erat, sambil memanyun kan bibir nya.
"Abang, sudah sih jangan iseng ah sama ade nya." Ujar Ayu agak kesal. "Iya Mam maf habis lucu ekspresi Baby kalo lagi kesal." Ujar Kalvin tertawa. Sedang Arina yang mendengar itu, hanya menggeleng kepala nya.
************
__ADS_1
Semakin lama Diva, semakin tidak perduli pada keluarga nya. Seperti sekarang Baby Elang sedang di rumah sakit, tapi Diva tidak menunggu nya sama sekali. Dia tetap asik bekerja sebagai pelayan Diskotik, dan sebagai pemuas hasrat lelaki hidung belang di atas ranjang.
Jadi pagi Gilang bekerja dan sepulang Kerja, dia menjaga baby Elang di rumah sakit. Begitu seterus nya, dan itu berjalan sampai 2 minggu. Sekarang malah sangat sulit menemui Diva, kadang dia malah tidak pulang sama sekali.
Hasil tes DNA sudah keluar beberapa hari yang lalu, namun Gilang belum berani membuka segel amplop itu. Gilang masih takut, kalau hasil nya tidak sesuai ekspetasi nya. Amplop yang tertera nama rumah sakit tempat melakukan tes tersebut, masih tersimpan rapi di laci lemari di kamar nya.
Gilang perlu menguat kan mental nya, untuk kemungkinan terburuk. Tapi Gilang tetep berprasangka baik, dia tidak mau berprasangka buruk sebelum mengantongi bukti nya.
Hari yang di tunggu tiba, Baby Elang akhir nya di boleh kan pulang. Dengan catatan harus kontrol tepat waktu, dan obat nya harus di habis kan. Gilang juga menghubungi Diva, kalau Baby Elang sudah di boleh kan pulang.
*****************
Hari ini rencana nya, Revano akan berkunjung ke Apartemen untuk menemui Kalvin dan Orang tua Ayu. Revano akan melamar Ayu, pada orang tua nya.
Sesampai nya di Apartemen Revano cuma mampir sebentar, setelah itu menjemput Kalvin di sekolah. Kalvin yang melihat Papi nya ada di depan sekolahan, pun berteriak bahagia.
"Sayang, Ayo kita pulang. Mom sudah menunggu di rumah." Ujar Revano tersenyum.
"Ayo, Pih." Ujar Kalvin, sambil menggandeng tangan Revano.
Sesampai nya di Apartemen, Revano istirahat di kamar nya dan Kalvin. Di depan Kalvin sedang mengusili Baby Ages, yang di suapi oleh Ayu.
Sore hari nya Revano mengajak seluruh keluarga, untuk makan malam bersama di sebuah restoran bintang 5. Di situ, Revano mengungkap kan perasaan nya kepada Ayu.
"Yu... Ayu." Panggil Revano dengan senyum nya yang menawan.
Ayu yang kerasa di panggil nama nya, pun menoleh. "Iya Mas, ada apa?"
__ADS_1
"Ayu sebenar nya dari pertama bertemu, aku sudah suka sama kamu. Mau kah kamu, benar-benar menjadi Mommy dari Kalvin." Ujar Revano tersenyum.
Ayu yang mendengar pernyataan dari Revano pun bimbang, Ayu memandang orang tua dan kaka nya untuk meminta persetujuan. Kalvin yang mendengar ucapan papi nya pun, memohon pada Ayu untuk menerima Papi nya.
"Mom, tolong terima Kalvin jadi Anak Mommy." Ujar Kalvin memohon.
"Maf Mas, boleh tidak aku minta waktu untuk ber fikir." Ujar Ayu memohon.
"Baik lah aku beri waktu 1 minggu untuk berfikir, semoga kamu cepat dapat jawaban nya." Ujar Revano pasrah.
Sesudah itu mereka makan bersama, di restoran tersebut. Kalvin begitu bahagia, karena Papi nya mau menuruti nya untuk melamar Ayu. Ya walau belum di jawab oleh Ayu, paling tidak Revano sudah mengungkap kan perasaan nya.
Makan malam selesai, mereka pulang ke Apartemen bersama sama. Danis, istri nya dan kedua orang tuanya berada dalam 1 mobil. Sedang Revano, Ayu dan Kalvin berada dalam 1 mobil pula. Revano tidak tinggal di Apartemen, dia tinggal di hotel dekat Apartemen.
Setelah lamaran tadi, Ayah Ayu melarang mereka tinggal 1 rumah. Jadi mau tidak mau Revano harus tinggal di tempat lain, dan pilihan jatuh pada hotel dekat situ. Kalvin yang masih kangen pada Papih nya pun, ikut menginap di hotel itu
Pagi hari sekali Revano dan Kalvin, sudah sampai di Apartemen. Mereka masuk dan menuju kamar milik Revano, Kalvin tidur lagi di kamar itu.
Bersambung....
Apakah Ayu, menerima lamaran Revano?
Tunggu jawaban nya di bab-bab berikut nya.
Terima kasih atas dukungan nya untuk karya ini.
Mohon tinggal kan jejak di karya ini.
__ADS_1