Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 141 Bertemu Nita.


__ADS_3

Makan malam selesai, orang tua Ayu dan Kalvin masih ada di ruang televisi, mereka sedang menonton acara kesukaan Kalvin. Sedang Revano berada di kamar nya ia sedang menunggu Ayu, untuk masuk kamar kemudian menjelaskan semua nya.


Namun Ayu tak kunjung datang ke kamar, karena lelah dan hati nya belum membaik. Ayu memutuskan, untuk malam ini ia akan tidur dengan Kalvin di kamar nya. Tentu saja Kalvin sangat senang kalo ia bisa tidur dengan ibu sambung nya.


Sekitar pukul 9 malam, Kalvin masuk ke kamar nya dan mendapati ibu sambung nya tertidur cukup pulas. Namun Kalvin, menemukan ada sedikit jejak air mata di pipi Ayu. "Ada apa dengan, Mom? Kenapa ada jejak air mata di pipi nya? apa Mom sakit dan tidak mau bilang pada kami?" Tanya Kalvin pada diri nya sendiri.


Sekitar pukul 11 malam, Revano mulai gusar. "Kira-kira, Ayu tidur di mana yah? Apa mungkin untuk menghindari nya, Ayu tidur bersama dengan Kalvin atau orang tua yah?" tanya Revano dalam hati nya.


'Tapi kayak nya kalo tidur dengan orang tua nya terlalu tidak mungkin, yang paling memungkin kan ialah tidur bersama Kalvin.' Pikir Revano.


Revano bergegas menuju kamar Kalvin, untuk membuktikan dugaan. Dan benar saja di sana ada Ayu yang sedang tertidur pulas, seranjang dengan anak semata wayang nya.


Revano kembali ke kamar nya, di kamar Revano memikirkan hanya menghela nafas berat, ia harus memikirkan cara supaya Ayu memaaf kan nya. Namun ia buntu tidak bisa memikirkan apa-apa, karena lelah Revano akhir nya tertidur di kamar nya.


Pagi hari nya Ayu bertindak seperti biasa, seakan kemarin ia tidak melihat apa-apa di kantor suami nya. Pagi ia memasak sarapan, menyiapkan pakaian suami nya, mengambil kan nasi dan lauk untuk sarapan suami nya, dan mengantarkan sekolah Kalvin anak sambung nya.


Sedang Revano salah tingkah sendiri dengan sikap Ayu, yang seperti tidak terjadi apa-apa. Yang menurut dia hati Ayu pasti hancur melihat nya, berc*mb* mesr* dengan wanita lain. Namun ia masih, bisa berpura-pura tidak terjadi apa-apa.


Selesai sarapan Revano berangkat ke kantor nya, namun Ayu seakan memghindar saat suami nya hendak pamit pergi bekerja. Dengan cara, ia berpura-pura sedang mencuci piring dan tangan nya penuh sabun. Dan pada saat Revano hendak mencium kening nya ayu juga, menghindar dengan tiba-tiba menengok ke arah samping.


Di perjalanan menuju Kantor nya, Revano hanya menghela nafas kasar. Memang ini salah nya tidak bilang pada sekertaris nya, untuk tidak mengizinkan siapa pun masuk ke ruangan nya termasuk istri nya.


Sedang Ayu setelah mengantar Kalvin, ia pergi ke toko roti. Untuk sekedar, melihat pemasukan dan pengeluaran uang bulan ini. Setelah hampir 1 jam di toko roti, Ayu pergi lagi ke restoran untuk menjumpai Bagas. Sesampai nya di restoran, Ayu segera menghampiri ke kantor nya Bagas.

__ADS_1


Di depan pintu ruangan bagas, Ayu mengetok nya.


Tok...


Tok...


Tok...


"Asalamu'alaikum." ucap Ayu memberi salam.


"Walaikum salam, masuk." Teriak Bagas dari dalam ruangan.


Ayu masuk ke dalam ruangan, dan duduk di sofa. Bagas yang masih menunduk kan kepala nya, tidak lama kemudian mengangkat kepala nya dan menjumpai Ayu.


"Ada apa, tumben kamu sampai di sini diam saja. Biasa nya kamu sudah rempong saja, ingin cepat-cepat mempelajari pemasukan dan pengeluaran bulanan resto ini." Ujar Bagas bingung dengan ke diaman Ayu.


"Sudah, kamu sabar saja. Kamu bicarain baik-baik masalah nya, dan sama-sama cari jalan keluar nya. Jangan biarkan, masalah berlarut-larut separti ini." Ujar Bagas menasehati Ayu.


Ayu menganggukan kepala nya dan berterima kasih, karna sahabat nya masih perduli. Tanpa harus, Ayu mengungkap kan masalah nya. Akhir nya Ayu tidak jadi, memeriksa uang pengeluaran dan pemasukan dari resto tersebut.


"Ya sudah Gas terima kasih yah untuk semua nya, aku pamit pulang yah." Pamit Ayu ke bagas. Ayu, beranjak dari sofa.


Saat jalan ke depan, tiba-tiba dari belakang ada yang memanggil nya. "Yu... Ayu, kamu Ayu kan." Panggil orang tersebut.

__ADS_1


Ayu yang merasa nama nya di panggil pun menoleh ke samping. "Ya benar saya Ayu, maaf anda siapa yah?" Tanya Ayu bingung.


"Ini aku Nita sahabat kamu, sewaktu kerja dulu. Kamu ingat tidak, sama aku?" Tanya Anita.


Ayu sedikit berpikir dan tidak lama kemudian, Ayu baru ingat. "Oh iya aku ingat. Nita, apa kabar kamu? Sekarang kamu beda, maka nya aku tidak mengenali mu." Ujar Ayu sedikit merasa bersalah.


"Oh tidak apa-apa. Ayo sini kita berbincang dulu sambil makan Siang di sini." Ajak Nita sambil tersenyum ramah. Ayu menganggukan kepala nya, dan mengikuti di mana Nita duduk.


Mereka berbincang sekitar 1 jam lama nya, setelah itu Ayu pamit untuk pulang terlebih dahulu. Sekarang jam sudah menunjikan pukul 2 siang, ia harus segera menjemput Kalvin. Sedang Nita juga pergi kembali kekantor nya, pekerjaan nya belum semua selesai.


...********************...


Sedang Gilang setelah kedatangan Diva, ke rumah tempo hari. Sekarang Gilang menjadi lebih berhati-hati, dalam menjaga baby Elang. Ia juga menyewa 1 pengawal, untuk menjaga Baby Elang. Selama beberapa hari ini, baby Elang sangat rewel ia tidak mau main bareng si kembar Aska dan Aski.


Baby Elang sekarang, sedang mode senggol bacok. Ia sedang ingin bermanja, dengan Rani dan ayah nya juga. Gilang seperti biasa, ia akan berangkat ke kantor pagi-pagi. Ia juga akan sarapan nya di kantin pagi ini, tadi Rani tidak sempat memasak untuk sarapan Gilang dan anaknya.


Hari ini pekerjaan Gilang sangat lah banyak, mungkin juga akan lembur sampai tengah malam. Saat jam makan siang, Gilang ada rapat dengan kepala bagian pemasaran di restoran padang.


Gilang dan kepala bagian memesan Ayam bakar, rendang, dan ikan bakar. Sedang untuk minum nya, mereka memesan Es teh manis. Setelah makan mereka baru membicarakan tentang bagai mana mempromosikan prodak baru.


Sekitar pukul 2 siang, mereka menyudahi pertemuan tersebut. Setelah itu mereka kembali ke kantor nya, karena ia masih harus menelesaikan berkas tersebut. Sekitar pukul 12 siang, Rani menghubungi Gilang untuk mengantakan sudah makan atau belum


Bersambung...

__ADS_1


Terima kasih atas semua dukungannya, untuk karya receh ini. Semoga sahabat semua suka dengan alur ceritanya.


Mohon untuk tinggalkan jejak di karya receh ini, dengan cara like, comment, kritik, saran, dan give berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis agar authornya lebih semangat menulisnya.


__ADS_2