Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 147 Melamar


__ADS_3

Pagi nya Ayu bangun sedikit terlambat, ia sangat lelah sekali. Semalam suami nya menggempur nya tanpa henti, mereka selesai berhubungan sampai pukul 2 pagi. Wajah Ayu terlihat lelah, tapi tidak bagi Revano ia sangat segar pagi ini.


Selesai memasak dan sarapan, Ayu kembali merebahkan diri lagi. Sedang Kalvin berangkat sekolah dengan di antarkan, oleh Revano. Sesampai nya di sekolah, Kalvin segera memasuki kelas nya. Tidak lama kemudian, bel masuk sekolah berbunyi sangat nyaring sekali.


Setelah mengantar kan Kalvin, Revano segera menuju ke kantor. Di meja nya sudah terdapat, banyak berkas-berkas yang harus di pelajari dan di tanda tangani nya. Hampir ada 15 berkas yang ada di meja itu. Nanti sekitar pukul 3 sore, Revano akan mengadakan rapat dengan infestor asing.


Mereka akan bertemu di restoran Nusantara, yang menyajikan masakan khas indonesia. Seperti misal nya ada sate, rendang, opor ayam dan lain sebagai nya. Sesampai nya di restoran, sudah di tunggu oleh pak Richar dan asisten nya. Revano juga datang bersama asisten nya.


Sebelum mulai perbincangan mereka memesan makan terlebih dahulu, baru setelah itu mereka berbincang ringan. Mereka memesan masakan yang paling enak, di restoran tersebut. Setelah menunggu sekitar 20 menit, makanan siap di antarkan ke meja mereka.


Selesai makan, mereka baru membicarakan kelanjutan kerjasama yang akan mereka jalin. Dan Rapat tersebut berlangsung sekitar 2 jam, tepat pukul 5.30 sore rapat selesai. Mereka sangat puas dengan hasil rapat tersebut, kerja sama ini sangat menguntungkan kedua belah pihak.


Sedang Ayu, bangun tidur sudah cukup siang sekitar pukul 11 siang. Ia segera mandi dan berganti baju, baru setelah itu pergi kedapur untuk memasak makan siang. Sekitar 1 jam Ayu baru selesai memasak, ia menyiapkan di meja makan.


Setelah memasak Ayu beranjak ke kamar, untuk berganti baju. Ia akan pergi ke toko roti sebentar, baru setelah itu menjemput Kalvin di sekolah. Sesampai nya di toko, ayu menanyakan perkembangan toko nya beberapa hari sebelum nya.


Sekitar 2 jam Ayu di toko, setelah itu ia menjemput Kalvin di sekolah nya. Sesampai nya di sekolahan, anak-anak belum pulang sekolah. Mereka masih ada di dalam kelas, mungkin sekitar 10 menitan mereka baru keluar kelas.


Ayu menunggu Kalvin di depan gerbang sekolah, karena memang tidak di perbolehkan masuk oleh pihak sekolah. Tidak lama kemudian, anak-anak sudah banyak yang keluar kelas termasuk Kalvin.


"Mommy... Mommy." Panggil Kalvin sambil melambaikan tangan nya.


Ayu yang merasa di panggil oleh anak sambung nya, menoleh tersenyum dan melambaikan tangan balik.


"Sayang kita makan dulu yah, Baru kita pulang kerumah." Ajak Ayu.


"Baik lah, kita mau makan di mana Mom?" tanya Kalvin.


"Bagaimana kalo kita ke restoran om Bagas?" Tanya Ayu sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baik lah, lagian aku sudah lama tidak bertemu om Bagas." Ujar Kalvin dengan tersenyum manis. Ayu menganggukan kepala nya dan balas tersenyum.


Setelah di putuskan mereka akan makan di mana. Mereka segera menuju, ke tempat restoran yang di kelola oleh Bagas dan Ayu. Sesampai nya di sana, Ayu dan Kalvin di sambut oleh Bagas. "Hai Om, sudah lama tidak bertemu." Sapa Kalvin pada Bagas sambil tersenyum tipis.


"Hai juga anak ganteng, apa kabar nih? Sudah lama tidak bertemu." Tanya Bagas tersenyum ramah.


"Kabar aku baik, Om. Iya sudah lama." ujar Kalvin.


"Ayo duduk, mau makan apa nih?" Tanya Bagas pada Kalvin.


"Aku mau makan Ayam bakar, sama sayur asam serta sambel terasi. Dan minum nya es jeruk." Ujar Kalvin tersenyum.


"Baik lah nanti om suruh pelayan ambil kan untuk mu." Ujar Bagas tersenyum. Kalvin menganggukan kepala nya dan balik tersenyum.


Tidak lama kemudian, pelayan sudah membawakan pesanan Kalvin lengkap ada tahu dan tempe nya juga. Kalvin memakan makanan nya dengan lahap, dalam waktu singkat hampir semua yang ada di meja makan habis.


Sekitar pukul 4.30 sore Ayu dan Kalvin pulang dari restoran, Ayu juga sekalian membawa lauk untuk makan malam berupa pecel lele. Sesampai nya di rumah, bertepatan dengan Revano yang baru pulang dari kantor.


"Kalian, dari mana? Ko baru pulang juga sih?" Tanya Revano tersenyum tipis.


"Kita dari restoran, Kalvin juga tadi ikut kesana." Ujar Ayu balas tersenyum.


"Ya sudah Ayo masuk ke dalam ini sudah sore, kalian harus mandi dan ganti baju." Ajak Revano untuk segera masuk ke rumah nya.


Mereka masuk rumah bersama-sama, Kalvin masuk ke kamar nya sedang Ayu dan Revano bersama-sama masuk ke kamar nya. Mereka mandi bersama dalam artian mandi yang sebenar nya.


...*******************...


Sementara Gilang baru pulang dari tempat kerja nya, sesampai nya di rumah ia memikirkan tentang kelakuan rekan kerja nya. Ia tak habis pikir, kenapa Alya berusaha mendekati nya, apa tujuan nya. Di kantor banyak desas desus tentang, Alya and the gang yang sering mengadalan taruhan untuk mendapat kan simpati orang.

__ADS_1


Malam ini, Gilang akan mencoba menyatakan perasaan nya pada Rani. Semoga saja, Rani mau menerima perasaan nya. Malam ini onsangaja, Gilang tidak mengizin kan Rani memasak makan malam. Mereka akan makan malam di luar, Gilang sudah menyiapkan semua nya.


Sesampai nya di Restotan Gilang segera masuk ke dalam, ia menanyakan ruangan nya di pesan nya sudah siap apa belum. Dan ternyata memang semua sudah siap, sebelum menyatakan perasaan nya mereka makan malam terlebih dahulu.


Makan malam selesai, setelah pelayan membereskan piring di meja makan. Gilang segera menyatakan perasaan nya. "Ran..." Panggil Gilang dengan tersenyum.


"Ya pak, ada apa?" Tanya Rani penasaran.


"Ran... Kamu mau tidak, jadi ibu dari anak-anak aku?" Tanya Gilang dengan nada lirih, tapi masih bisa di dengar oleh Rani.


Belum sempat Rani menjawab, dari depan ruangan yang di pesan oleh nya ada keributan yang sangat mengganggu. Dan Gilang yang penasaran, siapa kira nya yang membuat keributan. Ia keluar dari ruangan, dan mendapati Diva berteriak dengan kencang.


"Gilang... Elang.. Mama di sini nak. Ayo ikut mama sayang." Teriak Diva di depan ruangan Gilang.


"Mau apa lagi kamu, mencari Anakku. Belum puas, kamu menyakiti aku dan anaku." Ucap Gilang dengan nada rendah.


"Apa maksud kamu, Mas. Aku, sayang sama kamu dan anak kita." Ujar Diva mendrama untuk menarik perhatian orang sekitar. Ia seakan, menjadi orang yang tertindas di sana. Gilang hanya menghela nafas berat, ia sudah lelah menghadapi Diva.


"Katakan, apa mau kamu sekarang?" Tanya Gilang dengan nada rendah dan mengintimidasi.


"Aku mau kita balikan, aku masih sayang sama kamu dan anak kita." Ujar nya lantang. Gilang hanya menggeleng kan kepala nya dan tersenyum mengejek.


"Maf, aku tidak bisa. Aku sudah mau menikah, dengan orang yang tulus sayang sama aku dan anakku." Ujar Gilang to the poin.


Bersambung...


Terima kasih atas semua dukungannya, untuk karya receh ini. Semoga teman-teman semua suka dengan alur ceritanya.


Dan mohon dukungannya untuk karya receh ini dengan cara like, komen, share, vote, dan gif berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis.

__ADS_1


__ADS_2