
Setelah Diva di tangkap oleh pihak kepolisian, Gilang berencana untuk pindah dari rumah yang di tempati sekarang. Gilang ingin mengubur dalam-dalam, pengalaman pahit itu.
Gilang dan baby Elang tinggal di kota B, sedang ibu tidak mau di ajak pindah. Beliau ingin tetap tinggal di rumah itu, walau pun sendirian. Sebenar nya berat, Gilang meninggal kan ibu nya tinggal sendirian.
Beliau ingin dekat, dengan kubur almarhum sang suami. Ibu tidak mau, jauh-jauh dari makam sang suami. Akhir nya Gilang menitip kan ibu nya, pada paman Marno.
"Paman aku titip ibu ya, mungkin minggu depan aku akan pindah ke kota B bersama Baby Elang dan juga Reni." Ujar Gilang pasrah karna sang ibu tetep tidak mau ikut ke kota B.
"Iya, Lang. Tapi walau kamu tinggal di tempat lain tetap sering-sering jenguk ibu kamu. Kasihan kalo harus lama-lama menahan rindu." Ujar paman Marno menasehati.
"Baik, paman. Nanti setiap satu bulan sekali, Gilang akan kemari menjenguk ibu." ujar Gilang sendu. Sedang paman hanya menganggukan kepala nya.
Setelah berbincang dengan paman, Gilang pamit pulang. Kasihan Reni dan baby Elang, hanya berdua saja. Sesampai nya di rumah, Gilang di sambut oleh Baby Elang. Yang begitu bahagia menyambut sang Papa yang baru pulang.
"Papa, jalan-jalan yuk." Ajak Baby Elang penuh harap.
"Mau jalan-jalan, kemana sayang?" Tanya Gilang tersenyum lembut.
"Aku mau keragunan, pah. Mumpung papah libur kerja." Ucap Elang setengah memohon.
"Baik lah sayang nanti kita ke ragunan, sekarang kamu sudah makan apa belum?" Tanya Gilang pada sang anak. Elang hanya menganggukan kepala nya tanda ia sudah makan.
"Sana pergi, beri tau tante Rani untuk bersiap-siap. Bilang kita mau ke ragunan, besok minggu." Ujar Gilang kembali.
"Baik lah, Papah." ujar Baby Elang terus berlari, untuk memberi tau tante Rani, kalau besok akan ke Ragunan.
Keesokan harinya...
Pagi buta, Baby Elang sudah merengek ingin segera pergi ke Ragulan. "Papa, ayo berangkat ini sudah pagi loh." Ujar Baby Elang mulai merengek. Padahal waktu baru menunjukan, pukul 5 pagi.
"Nanti ya sayang ini masih gelap, Ragunan nya masih tutup. Lagian tante Rani juga baru nyiapin makanan dan minuman nya, untuk di sana nanti." Ujar Gilang, menasehati sang anak.
__ADS_1
"Benar ya pah, jangan bohong. Aku mau lihat tante Rani dulu, sedang masak apa untuk di bawa ke Ragunan nanti." ujar Elang sedikit kesal pada sang Papah.
Baby Elang berlalu ke dapur, untuk menemui tante Rani. "Tante, masak apa? untuk di bawa keragunan nanti?" Tanya Elang penasaran.
Rani yang di panggil menengok kan kepala nya, "Kenapa, sayang? Tante masak nasi, sayur, ayam goreng kesukaan baby, dan bikin teh manis untuk di jalan nanti. Oh iya tante juga kemaren beli cemilan nanti bawa yah, untuk di makan di sana." Ujar Rani menjelas kan.
"Beneran, Tante." ujar Baby Elang dengan binar bahagia. Tante Rani menganggukan kepala nya.
"Kalau tidak percaya tuh, makanan nya sudah ada di meja tinggal menyusun saja." Ujar Rani, sambil menunjuk makanan di atas meja.
Baby Elang menghampiri meja makan, dan bersorak kegirangan. Karena mereka, beneran akan ke Ragunan. Waktu sudah menunjukan pukul 7 pagi, baby Elang sudah siap dan rapih. Namun papah nya, belum juga bangun.
Baby Elang menghampiri papah nya, juga membangun kan nya. "Pah... Pah... Papah bangun sudah siang, ayo bangun." Panggil sang anak. Sedang kan, Gilang hanya menggerakan sedikit badan nya.
"Pah...papah bangun sudah siang" panggil Elang kembali, sambil menggoyang kan tangan nya lebih kencang lagi.
Gilang yang sebenar nya sudah bangun pun hanya tersenyum saja, Saat sang anak menggoyang kan lengan nya. Tidak berapa lama Gilang membuka mata nya, dan mendapati putra tampan nya yang cemberut.
"Papah lupa kalo kita mau ke Ragunan, buruan nanti kesiangan." Ucap Gilang kesal, dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Karena sudah puas menggoda sang anak, Gilang bersiap-siap untuk pergi ke Ragunan. Sesampai nya di sana, baru pukul 9.30 pagi. Gilang membeli tiket masuk untuk 3 orang, mereka masuk dan mencari tempat untuk istirahat nanti.
Kebun binatang Ragunan memiliki beragam satwa berjenis Mamalia, Reptilia, Aves, dan Pisces. Terdapat kelas ordo primata di antara nya Gorila, Siamang, Bekantan, Beruk, Lutung, Budeng, Monyet Kokah, Monyet Boti hingga Monyet Malmosot. Sumber google (mohon di koreksi jika da yang salah terima kasih).
Baby Elang sangat antusias dan penasaran, dengan berbagai bentuk hewan yang ada di kebun binatang. Tempat pertama yang ingin di kunjungi oleh baby Elang, adalah hewan tang bertubuh besar dan mempunyai belalai yang panjang itu adalah hewan Gajah.
Baby Elang sangat antusias ketika di tawari untuk menaiki binatang tersebut, dan berfoto bersama dengan binatang tersebut. Setelah melihat Gajah, baby Elang ingin melihat binatang jerapah yang mempunyai leher yang sangat panjang.
Setelah itu baby Elang juga ingin melihat si raja hutan, namun tempat itu sedang tidak buka. Habis itu baby Elang mengunjungi tempat binatang primata, Gilang nenunjuk satu persatu binatang tersebut.
Siang hari nya mereka istirahat, untuk makan siang di tempat yang di sediakan di sana. Setelah makan siang mereka berkeliling lagi, untuk melihat binatang yang tadi belum mereka lihat.
__ADS_1
Mereka menuju ketempat Binatang Reptil berada, di sana terdapar berbagai jenis ular dari yang kecil sampai yang besar. Dari yang beracun sampai yang tidak memiliki racun sama sekali.
Setelah dari sana, mereka menuju tempat para burung berada. Baby Elang sangat penasaran dengan yang nama nya burung Elang, dia ingin tau seberapa gagah nya burung tersebut. Di situ juga Baby Elang melihat burung Beo, burung Merah dengan bulu-bulu yang mengembang sempurna.
Setelah lelah berkeliling, baby Elang pun merengek minta pulang, karena sudah kelelahan dari pagi sampai sore. Gilang sampai di rumah sudah pukul 4 sore, sedang baby Elang sudah tertidur pulas di pangkuan Rani.
Setelah membersihkan diri Gilang yang kecapean, terlelap dalam tidur nya begitu juga Rani dan baby Elang. mereka bangun dari tidur nya karena kelaparan, Rani yang bangun lebih dahulu bergegas memasak makanan nya.
Sedang Gilang dan baby Elang, sudah menunggu di meja makan. Dengan segera Rani menghidang kan makanan tersebut, mereka makan bersama layak nya sebuah keluarga.
Selesai makan mereka kembali tidur kembali, begitu juga dengan Rani. pagi hari nya Gilang bangun agak kesiangan, mungkin karena kecapaian seharian kemarun jalan-jalan. Beruntung tempat kerja nya tidak begitu jauh, jadi dia tidak telat untuk masuk ke kantor nya.
Sesampai nya di kantor, Gilang di panggil oleh atasan nya untuk menghadap.
Tok...
Tok...
"Masuk." teriak orang yang ada di dalam ruangan.
"Permisi, apa bapak memanggil saya?" Tanya Gilang hati-hati.
"Oh iya pak Gilang silah kan duduk dulu, mohon tunggu sebentar yah, sedikit lagi ini kelar." Ucap pak Lukman sambil tetsrnyum ramah(atasan Gilang). Gilang duduk dan menunggu, pak lukman dengan berkas nya.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan nya untuk karya receh Autor. Semoga banyak yang suka dan memberi bunga bermekaran atau secangkir kopi.
Mohon tinggal kan jejak di karya Autor ini.
Baca juga karya yang lain nya.
__ADS_1