
"Alhamdulilah ya Alloh, terima kasih atas semua rezekimu yang melimpah untuk hamba yang kecil ini." ujar Ayu bersyukur kepada Alloh. Setelah dari Ruko, Ayu pulang ke rumah mertuanya. Di sana sedang ada tamu, seorang perempuan yang sedang hamil besar.
Dari jauh sayup-sayup Ayu mendengar bahwa perempuan tersebut sedang meminta pertanggung jawaban, pada seorang laki-laki yang Ayu tidak bisa mengenali siapa dia. Ayu hanya melihat dari belakang, jadi tidak begitu jelas.
Setelah mendekat, Ayu baru mengenali lelaki tersebut. Dan ternyata orang tersebut Adalah Angga. Ku lihat juga ibu sudah ada di ruang tamu, ibu terlihat sangat terpukul dengan kejadian ini. Dia menangis sedih, bila memang benar apa yang di lakukan Angga. Ku hampiri Angga dan Ibu, ku tanya kan sebenar nya apa yang terjadi.
Ayu menarik Angga untuk meminta penjelasan, sebenar nya apa yang terjadi.
"Angga katakan siapa wanita hamil itu? apa dia kekasih mu? tolong jelas kan biar keluarga bisa ambil keputusan yang terbaik."
ucap Ayu bingung.
"Maf kan aku Yu, dia bernama Desi. Dia mantan ku 1tahun yang lalu, kami memang pernah sekali berhubungan suami-istri. Lalu tadi siang, tiba-tiba Ibu telpon suruh aku pulang. Dan sesampai nya di rumah sudah ada Dia dirumah." jelas Angga lesu, sambil menunjuk Desi.
Ayu hanya menganggukan kepala dan berpikir 'mungkin tidak kalo anak itu bukan anak Angga tapi anak orang lain.' Tiba-tiba Ayu mempunyai ide, "Ngga kamu yakin tidak, kalo itu anak kamu." tanya Ayu penasaran. Angga hanya menggelengkan kepala nya.
"Kalo itu anak aku, kenapa baru meminta pertanggung jawaban sekarang. Kenapa tidak dari dulu saja, saat baru pertama di vonis hamil oleh Dokter." ujar Angga."
"Bagai mana kalo kamu, minta tes DNA dulu anak itu nanti setelah lahir, bila memang itu terbukti anak kamu kamu harus tanggung jawab. Tapi kalo terbukti anak itu bukan anak kamu kita bisa tuntut wanita itu." saran Ayu. "Baik lah, terima kasih saran nya." ucap Angga tersenyum.
Sesuai saran Ayu, Angga mengatakan keinginan nya untuk melakukan tes DNA setelah bayi itu lahir. Kalo terbukti bayi itu anak ku, aku akan menikahi nya dan bertanggung jawab. Tapi jika terbukti bayi itu bukan anak ku, aku akan menuntut kamu atas dakwaan pencemaran nama baik ancam Angga.
Ayu terus memperhatikan ekspresi wanita itu. Setelah Angga, mengucap kan ancaman nya wajah wanita itu berubah pucat pasi. Wanita itu pergi begitu saja, tanpa sepatah kata pun. Sedang Ayu hanya tersenyum samar.
"Ayu terima kasih yah, kamu masih bisa berpikiran jernih. Padahal aku tidak berpikir sejauh itu loh, Yu. Kalau kamu tidak pulang tepat waktu, mungkin aku bisa terjebak dengan tipu daya nya." ujar Angga tersenyum.
__ADS_1
"Sama-sama Ngga, itu lah guna nya keluarga saling bantu dan saling memberi dukungan bukan malah saling menjatuh kan." ucap Ayu sambil tersenyum ramah.
Saat Ayu berkata begitu ibu hanya diam dan pergi begitu saja, tanpa mengucap kan sepatah kata pun. Ayu tidak mau ambil pusing dengan sikap Ibu. Untuk sementara masalah selesai, Ayu pergi ke kamar nya untuk membersih kan diri dan ganti baju.
Setelah selesai membersihkan diri, Ayu pergi ke dapur untuk menemui bu Sumi. "Bu Sumi punya kenalan orang, yang bisa bikin lontong isi yang enak dan orang nya jujur tidak?" tanya Ayu.
"Ada bu, tapi dia rumah nya agak jauh dari sini." ujar Bu Sumi.
"Bisa tidak besok suruh temui saya, lagi ada pesanan lumayan banyak nih. Bu Sumi juga harus siap-siap cape, bikin kue pisang dan kue lapis masing-masing sebanyak 500 pcs untuk 2 minggu lagi di ambil jam 11 pagi." ucap Ayu.
"Baik Bu, nanti saya coba telpon dia. Bu bener pesanan 500 pcs kue pisang dan kue Lapis." ucap Bu Sumi antusias.
"Iya Bu benar sekali. ibu sanggup tidak, kalo tidak sanggup ibu cari teman untuk membantu membuat nya." ujar Ayu memberi saran.
Sesudah menemui Sumi, Ayu menemui Angga untuk menanyakan kelanjutan masalah nya. Wanita itu mau di laporkan kekantor polisi, apa mau di biar kan saja. Angga juga bingung disatu sisi kasihan di sedang hamil di sisi lain dia juga kesal di fitnah begitu.
Sedang Gilang baru pulang dari cafe bersama Rudi, Mereka menggunakan kendaraan masing-masing. Di tengah jalan Gilang hampir menabrak seseorang, karena tidak fokus dalam mengendarai nya.Gilang berhenti untuk melihat kondisi orang yang hampir di tabrak nya.
Gilang mengenali orang itu, dia adalah Nita mantan Gilang sekaligus sahabat Ayu. Nita sedang hamil sekitar 5 bulan. Nit..Nita kamu tidak apa-apa, maf yah aku tidak sengaja. Ayo aku antar ke rumah sakit, takut ada luka dalam. ucap Gilang khawatir karna dari tadi Nita diam saja.
Gilang mengantar Nita ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan nya dan bayi nya. Sampai di rumah sakit Nita masuk ke ruang UGD (unit gawat darurat), dan Gilang sebagai penanggung jawab nya. Setelah hampir 1jam di periksa, Dokter keluar dari ruangan tersebut.
"Keluarga Anita rahayu." panggil Dokter.
"Saya penanggung jawab nya, Dok. Bagaimana keadaan pasien Dok?" tanya Gilang.
__ADS_1
Pasien tidak apa-apa, dia cuma shock saja, sebentar lagi juga pasien bisa pulang ke rumah nya.
"Apa anda suami nya?" tanya Dokter.
Belum sempat Gilang menjawab sudah di potong oleh Nita. "Iya Dok, dia suami saya."
Gilang tidak mau ambil pusing ucapan Nita. Gilang mengantar Nita pulang sebagai bentuk pertanggung jawaban nya. Setelah mengantar Nita, Gilang pulang ke kos-an nya.
2 minggu kemudian...
Pagi-pagi sekali di ruko sudah mulai sibuk menyiap kan 1000 pcs roti manis, kue pisang dan kue lapis juga belum di antar ke ruko oleh Bu Sumi. Jam sudah menunjukan pukul 10 pagi, roti manis masih kurang 50 pcs lagi. Semoga selesai tepat waktu, doa semua karyawan. Jam 10.30 pagi, bu Sumi dan teman nya mengantar kan kue pisang dan kue lapis nya. Sedang lontong isi nya, sudah di antar dari jam 10.45 pagi.
Jam 11 tepat roti manis selesai di bungkus, dan langsung di antar kan ke tempat perusahaan yang memesan nya. Pembayaran sudah di bayar lunas, 2 hari sebelum pesanan di antarkan. Ayu juga sudah membayar bonus di luar gaji karyawan, dan juga bonus untuk bu Sumi dan teman nya.
Untuk 5 hari mendatang juga sudah ada pesanan lagi sebanyak 150 roti manis, 1 pasang roti buaya, 100 pcs kue lapis. Ayu sudah memberi tau kan pada karyawan nya, dan pesanan akan di antar pukul 9 pagi.
Pesanan di toko roti setiap hari ada saja yang bikin kue ulang taun, bolu pisang, bolu pandan dan lain sebagai nya.
Bersambung...
Terima kasih yang sudah dukung karya ini.
Mampir juga yuk di karya chat story ku yang berjudul (Dia sahabat ku).
Ayo like, komen, saran dan kritik nya terima kasih.
__ADS_1