Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 123 pengasuh Baby Elang


__ADS_3

Acara lamaran selesai, semua keluarga beristirahat di di hotel tempat acara lamaran dan pertunangan. Semua keluarga bersyukur acara berjalan lancar, dan tanpa ada kendala sama sekali.


Malam ini Kalvin ingin tidur satu kamar, bersama Papi dan Mami. Ayu dan Revano menuruti nya, jadi nya Ayu yang tidur di ranjang dan Revano tidur di sofa. Itu semua, demi membahagia kan anak semata wayang nya.


Pagi hari pun tiba, Ayu bangun pagi sekali. Dia ingin pergi jalan pagi di sekitar hotel, tempat menginap semalam. Sebelum berangkat lari pagi, Ayu membangun kan Revano untuk pindah ke ranjang.


"Mas, bangun pindah ke ranjang gih." Ucap Ayu sambil menggoyang kan pelan lengan nya.


"Eemm kenapa, Yu? Kamu mau kemana, sudah rapi jam segini?" Tanya Revano, sambil menguap lebar mulut nya.


"Kamu pindah ke ranjang tidur nya, aku mau jalan-jalan di sekitar hotel sini. Kamu, temenin Kalvin di ranjang." Ujar Ayu, sambil meninggal kan Revano di kamar hotel.


Revano bergegas pindah ke ranjang, untuk menemani Kalvin yang masih tertidur pulas. Sekitar pukul 7 pagi Kalvin sudah rapi dengan pakaian nya, Kalvin sedang menunggu sarapan datang. Tidak lama berselang, Ayu sudah kembali ke kamar hotel.


Sesampai nya di kamar hotel Ayu sudah melihat anak ganteng nya sudah rapi. Begitu juga dengan papi nya, dia juga sudah rapi. "Ayu kamu mandi dulu sana, sebentar lagi makanan untuk sarapan akan di antar kan." ujar Revano tersenyum.


Ayu mengangguk kan kepala nya dan berlalu pergi ke kamar mandi, untuk membersih kan diri dan berganti baju. Selesai mandi dan ganti baju, Ayu keluar dari kamar mandi. Bertepatan, dengan makanan yang di pesan datang.


Mereka bertiga memakan makanan bersama-sama layak nya, sebuah keluarga yang utuh. Selesai makan semua keluarga cek out dari hotel tersebut, Mereka pulang ke Apartemen. Ayu juga sudah membeli Apartemen, yang pertama di tempati oleh nya dengan harga yang wow.


Waktu itu Ayu sampai menguras tebungan nya, untuk membeli Apartemen itu. Dia tidak mau merepot kan Revano dan juga semua nya. Untuk sementara Ayu tinggal di Apartemen nya, sedang kan Revano dan orang tua angkat nya tinggal di Apartemen yang tadi nya di tempati oleh Ayu dan orang tua nya.


Tentu saja, Kalvin juga ikut tinggal bersama dengan Ayu. Kalvin sudah di rayu oleh Revano dan orang tua angkat nya, untuk tidur di Apartemen bersama Revano. Namun sia-sia, Kalvin tetap dengan pendirian nya.


Orang tua angkat Revano tinggal di Apartemen selama 1 minggu, setelah itu baru kembali ke Indonesia untuk mempersiap kan acara pernikahan Revano dan Ayu. Memang acara pernikahan itu akan di adakan, di sebuah hotel di indonesia.

__ADS_1


Untuk ijab qobul nanti Akan memakai adat jawa, sedang untuk resepsi pernikahan mereka memakai gaun bergaya Eropa. Ayu ingin mewujudkan pernikahan impian nya, yang pada pernikahan pertama tidak terwujud.


Revano juga tau dan ingin mewujudkan pernikahan yang di impikan oleh calon ibu dari anak-anak nya kelak. Ayu sangat bahagia, setelah tau konsep pernikahan nya. Saat meting Ayu terus saja tersenyum, dia sudah membayangkan sebagai mana meriah nya pehelatan nanti.


Satu minggu setelah acara lamaran, Kalvin dan orang tua Angkat Revano pulang ke indonesia. Beliau akan mempersiap kan pakaian seragam, yang akan di pakai semua anggota keluarga nanti.


Ayu dan keluarga nya akan kembali ke indonesia, satu minggu sebelum acara ijab qobul di laksanakan.


****************


Sementara Gilang masih di rumah sakit, bu Nur masih sekitar 3 harian di sana. Setiap sepulang kerja, Gilang menunggu ibu nya di rumah sakit. Sedang baby Elang, tinggal di rumah bersama orang yang memomong nya. Yang momong baby Elang, masih muda dan belum bersuami. Elang di asuh oleh mba Rani (nama pengasuh baby Elang) sudah hampir 1 tahun.


Sedang Diva seakan lupa, kalau dia sudah punya anak. Sejak pengucapan talak beberapa bulan yang lalu, Diva tidak pernah sekali pun datang. Pernah sekali baby Elang menanyakan di mana ibu nya berada.


Gilang sejenak berpikir, dia berusaha merangkai kata untuk di ucap kan ke baby Elang. "Mama ada, dia sedang kerja dan tidak bisa pulang setiap hari." Ujar Gilang. Baby Elang menganggukan kepala nya, dia masih bisa di bohongi.


Sejak di asuh mbak Rani, baby Elang mendingan sudah tidak begitu sering menanyakan ibu nya. Tapi justru, baby Elang menganggap mba Rani sebagai mama nya sendiri.


Tiga hari kemudian, ibu Nur sudah di izin kan pulang oleh Dokter. Namun semua makanan nya harus di jaga, Dokter juga menyaran kan supaya bu Nur tidak boleh cape dan strez.


Sesampai nya di rumah, Gilang dan bu Nur di kejutkan dengan kedatangan Diva.


"Lang kamu bilang, sudah tidak tinggal bersama dengan wanita ini. Kenapa dia sekarang ada di sini?" Tanya ibu Nur ketus.


"Aku juga tidak tau, Bu. Kenapa dia kemari lagi, dan apa yang di ingin kan nya?" Tanya balik Gilang.

__ADS_1


Ibu di antar kan ke kamar nya, dan menyuruh untuk istirahat. Kemudian Gilang memanggil Rani, supaya menggendong baby Elang dan membawa nya ke kamar ibu. Sementara Gilang, menghampiri Diva di ruang tamu.


"Apa mau kamu lagi? Aku sudah menalak kamu, aku juga, sudah mengurus anak kamu!" Ucap tegas Gilang.


"Aku, cuma mau ketemu anak aku. Dan, aku juga meridukan kamu sayang." Ujar Diva tersenyum manja meraba dada bidang Gilang.


"Maf, kita sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi! Sekarang kamu pergi dari sini, jangan pernah kamu balik lagi kesini. Dan aku harap ini pertemuan kita yang terakhir!" Ujar tegas Gilang sambil menepis kasar tangan Diva.


"Tidak bisa begitu dong, bagaimana pun juga Elang anak ku. Aku, yang melahir kan nya." ucap Diva penuh emosi.


Gilang hanya tersenyum miring, menanggapi omongan Diva. "Kenapa baru sekarang kamu mengakui Elang sebagai anak mu? Kemana kamu, disaat Elang membutuh kan mu?" Tanya Gilang emosi.


Diva hanya diam, dia tidak bisa berucap apa-apa. Karena memang benar begitu lah, yang sebenar nya. Di saat anak sakit, malah ia pergi mencari pria lain nya.


"Kenapa diam, kamu tidak bisa menjawab kan. Karena memang begitu lah keadaan nya." Ujar Gilang emosi.


"Maaf kan aku, Mas. Aku memang salah, aku sudah bertobat dan meninggal kan laki-laki itu. Aku ingin kita rujuk mas, tolong terima aku." Ujar nya memelas.


"Maf aku tidak bisa, sebentar lagi aku menikah. Dengan orang yang tulus menerima keadaan ku, juga menerima putra ku secara tulus." Ujar Gilang berbohong.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan nya untuk Karya ini. Semoga suka dengan isi karya Author ini.


Mohon tinggal kan jejak untuk karya ini...

__ADS_1


__ADS_2