Aku Selalu Salah

Aku Selalu Salah
Bab 79 Istri Muda


__ADS_3

Semakin hari Toko roti milik Ayu, makin berkembang pesat. Walau pun, baru buka hitungan bulan. Di Restoran Bagas juga kualahan, banyak nya permintaan roti manis Ayu. Padahal setiap hari Ayu mengirim 100 pcs roti manis, dan selalu saja ada pengunjung yang tidak kebagian roti tersebut.


Bagas meminta Ayu menambah jumlah roti manis yang di kirim kan ke restoran, yang harus nya di kirim 100 pcs menjadi 120 pcs. Ayu tidak bisa mengambil keputusan sendiri, dia pun meminta pendapat pada karyawan nya. Apakah akan di tambah atau tidak untuk di kirim ke restoran. Dan suara terbanyak adalah menambah sebanyak 20 pcs.


Semenjak kedatangan wanita hamil itu, Ibu jadi sering murung. Entah apa yang di pikir kan oleh Ibu, Mas Gilang juga sudah 3 minggu tidak pulang ke rumah Ibu. Banyak alasan yang di lontar kan kepada Ayu dan Ibu, dari yang bilang cape sampe harus lembur di kantor. Ayu tidak mau ambil pusing, dengan tingkah Gilang itu.


Untuk sekarang lebih baik Ayu fokus pada usaha nya saja, dari pada mikirin yang tidak-tidak. Dari kemarin Ibu mau nyusulin Gilang Di kos-an, dengan alasan kangen pada nya.


Karena kasihan melihat Ibu mertua nya sakit, akhir nya Ayu mengantar kan Ibu ke kosan Gilang yang dekat kantor itu. Sesampai nya di sana Ibu dan Ayu dibuat terkejut, dengan seorang wanita hamil yang keluar dari kamar Gilang.


"Siapa kamu, kenapa kamu keluar dari kamar anak saya?" tanya Ibu. Tidak lama keluar lah seorang laki-laki yang sangat di kenali oleh Ayu dan Ibu.


"Sayang siapa yang da--." ucapan nya terputus ketika melihat Ayu dan ibu di depan pintu. "Siapa wanita hamil ini, Mas. Kenapa dia ada di kamar kos-an kamu?" ucap Ayu meminta penjelasan pada Gilang.


Belum sempat Gilang menjawab, wanita itu menjawab duluan dan mengaku istri nya.


Mendengar kabar itu Ibu kembali terkena serangan jantung. Sedang Ayu bagai mendengar petir di siang hari, dia terkejut dengan pengakuan wanita tersebut. Tidak terasa air mata nya mengalir, dan buru-buru dia hapus.


"Mas bisa tolong jelasin tentang perkataan wanita itu yang mengaku istri kamu!" ucap tegas Ayu. Gilang hanya menunduk dan diam membisu. Pada saat Ayu menoleh kesamping, Ayu mendapati ibu sudah pingsan.Dan kita tidak ada yang menyadari nya.


"I-buuu." teriak Ayu.


Gilang hanya diam mematung melihat ibu nya pingsan, Dia sadar saat Ayu telah mem*k*l dan membent*k nya. Setelah sadar Gilang, membawa ibu nya kerumah sakit terdekat. Untuk menjalani pemeriksaan, Ayu hanya melirik Gilang yang seolah ingin menjelaskan sesuatu pada nya.


"Urusan kita belum selesai." ucap Ayu dengan suara rendah dan muka datar nya.

__ADS_1


"Yu, aku bisa jelasin semua, ini tidak seperti yang kami pikirkan." ucap Gilang mencoba menjelaskan. Tapi Ayu hanya mengangkat tangan nya, tanda dia tidak mau mendengar apa pun dari mulut suami nya.


Wanita itu terus mengekori Gilang sampai di rumah sakit. Tanpa mereka sadari wanita itu tersenyum miring ke arah Ayu. "Ayo Mas, kita pulang. Aku sudah lelah sekali ingin istirahat." ajak wanita tersebut dengan manja.


"Kamu pulang duluan yah, aku harus menunggui Ibu ku. Dan aku juga harus memberi penjelasan pada Ayu, tentang hubungan kita ini." ujar Gilang dengan senyum lembut.


"Jangan lama-lama yah, aku tunggu di kos-an." rengek nya pada Gilang. Tiba-tiba Gilang menarik tangan Ayu dan membawa nya ketaman untuk memberi penjelasan.


Setelah sampai taman, Ayu menyentak tangan Gilang dengan kasar. "Apa yang mau kamu jelaskan, kata kan sekarang atau tidak sama sekali!." tegas Ayu, dengan suara rendah menahan emosi nya.


"Wanita itu anak bos aku, dia juga teman kuliah aku. Dari dulu dia suka sama aku, tapi tak pernah aku tanggapi. Tapi berapa bulan yang lalu dia menyatakan cinta nya lagi, aku sudah menolak nya dan bilang sudah punya istri. Wanita itu mencoba membunuh diri nya sendiri, kalo aku tidak mau menikahi nya.


Bos ku memohon pada ku, untuk menikahi nya. Supaya anak nya tidak lagi mencoba bunuh diri lagi. Kami menikah di rumah sakit, saat dia baru siuman." ujar Gilang menjelas kan.


Kamu mau kan Yu, hidup rukun dengan madu kamu. Kita saling berbagi bersama. ucap Gilang gamblang tanpa tedeng aling-aling.


"Jangan bahas sekarang, Mas. Ini rumah sakit, kamu tidak kasihan pada Ibu kamu." ujar Ayu sambil menatap horor, pada Gilang dan berlalu pergi ke ruang UGD. Gilang mengikuti Ayu dari belakang, sampai di sana bertepatan dengan Dokter yang baru keluar dari ruangan tersebut.


"Keluarga Ibu Nur." teriak Dokter jaga.


Gilang dan Ayu mendekat pada dokter jaga. "Iya Dok saya keluarganya." jawab Gilang. Sedang Ayu hanya diam membisu disamping Gilang tanpa ada niat untuk berbicara.


"Bisa bicara sebentar di ruangan saya." ujar Dokter jaga.


"Baik Dok, saya akan segera menyusul anda." ujar Gilang.

__ADS_1


Setelah menitip kan Ibu pada Ayu, Gilang segera ke tempat Dokter yang tadi memeriksa Ibu. Gilang masuk ke ruang Dokter, dan mendengar penjelasan dari nya. Sedang Ayu, mencoba menghubungi Paman Marno selaku adik kandung dari ibu Nur. Sudah lebih dari 5x Ayu menghubungi paman Marno tapi tidak di angkat. Akhir nya Ayu cuma chat saja pada paman.


Isinya adalah...


*Maf paman, Ayu mau mengabari kalo Ibu terkena serangan jantung lagi. Sekarang lagi di rumah sakit di dekat kantor, Mas Gilang.


Ayu juga sudah berusaha, menelpon Angga ber kali-kali untuk mengabari hal tersebut. Isi nya tidak jauh berbeda dengan yang Ayu kirim pada Paman Marno.


Tidak lama kemudian, Gilang keluar dari ruangan Dokter. Dia mengabar kan kalo sekarang Ibu kritis, dan harus di rawat di rumah sakit ini. "Sekarang kamu puas Mas, melihat keadaan Ibu seperti itu." ujar Ayu marah.


Gilang tidak menjawab, dia hanya diam seperti biasa nya kalo dia bersalah. Aku sudah menghubungi Paman dan Angga, mungkin mereka sebentar lagi akan kemari.


"Aku mau pulang dulu, nyiapin baju untuk ibu di sini. Kamu panggil istri baru mu untuk jagain beliau, aku tidak bisa seterus nya jagain ibu mu. Aku sibuk, harus mengontrol toko roti ku." ujar Ayu panjang lebar.


Tidak lama Paman Marno dan Bibi Lina datang, mereka menanyakan apa yang terjadi sampai Ibu terkena serangan jantung. Gilang tidak menjawab jujur apa yang terjadi pada Ibu, Gilang malah balik menyalah kan Ayu. Karena Ayu yang mengajak Ibu kemari, Ibu kecapaian jadi jantung nya kambuh kembali.


Tidak lama kemudian, istri muda Gilang kembali menyusul ke rumah sakit. Dia kesal karena Gilang tak kunjung pulang kerumah nya. Angga datang bersamaan dengan istri muda Gilang, Angga melambai kan tangan pada Gilang dan paman nya.


Bersambung...


Terima kasih atas semua dukungan nya untuk karya ini..


Ayo ka mampir juga di karya chat story ku yang berjudul (Dia sahabat ku).


Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2