
Sedang Ayu masih menunggu Revano pulang dari kantor nya, mereka akan makan malam bersama di restoran. Mereka akan membicarakan kelanjutan rumah tangga nya. Revano juga harus menjelaskan, siapa sila sebenarnya.
Kenapa mereka bisa berc*um*n di kantor, Ayu butuh penjelasan itu. Tidak lama kemudian revano pulang dari kantornya, Iya segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi bersama Ayu. Ayah dan ibu Ayu yang tidak tahu mereka akan pergi pun menanyakan.
"Kalian berdua mau ke mana, sudah rapi begini?" tanya ayah Ridwan kepada anak dan menantunya.
"Kita mau pergi makan malam berdua, Yah sekali-kali." ujar Revano dengan tersenyum manis.
"Oh ya udah hati-hati di jalan yah, bicarain yang perlu dibicarain dan terbukalah kepada pasangan masing masing." ujar Ayah Ridwan menasehati.
Mereka berdua menganggukkan kepalanya, mereka pamit kepada orang tua Ayu. Kalvin yang baru tau, orang tua nya mau pergi pun memaksa ingin ikut. Namun tidak di perbolehkan oleh Revano, Kalvin sampai ngambek di buat nya.
Ayu menghampiri Kalvin ia memberi pelukan dan ketenangan pada Kalvin. Kemudian Ayu berbisik di telinga Kalvin, seketika Kalvin mengembangkan senyuman nya. Akhir nya Kalvin, mau di tinggal di rumah bersama orang tua Ayu.
Sesampai nya di restoran, mereka segera masuk ke ruang VVIP. Sebelum mulai pembicaraan nya, Ayu terlebih dahulu memesan makanan untuk mereka berdua. "Mas." Panggil Ayu melambai kan tangan.
"Iya bu ada yang bisa saya bantu?" Tanya pelayan restoran tersebut.
"Iya Mas saya mau memesan nasi putih 1 porsi, udang asam manis, tumis kangkung, dan untuk minum nya jus jeruk dan air mineral." ujar Ayu tersenyum ramah.
__ADS_1
"Bapak mau pesan apa?" Tanya pelayan restoran dengan tersenyum ramah
"Iya mas saya memesan nasi 1 porsi, ikan bakar, tumis capcay, dan minum nya sama dengan sang istri." Ujar Revano.
"Baik mohon di tunggu sebentar pak, bu." Ujar pelayan restoran. Setelah itu pelayan restoran undur diri.
Setelah pelayan pergi, Ayu tidak mau menunda waktu. Ia sangat penasaran, dengan siapa Sila sebenar nya menurut versi Suami nya. "Kata kan sekarang dengan jujur, siapa Sila? Kenapa kamu bisa berci*m*n dengan nya?" Tanya Ayu dengan suara rendah namun masih bisa di dengar oleh Revano.
Revano, menghela nafas lelah. "Sila adalah korban penculikan yang pernah aku selamat kan dulu, ia juga satu-satu nya yang selamat. Korban penculikan yang lain, tidak di ketahui di mana keberadaan nya sampai sekarang. Kejadian itu sekitar 15 tahun yang lalu, saat aku sedang main ke tempat teman ku. Aku melihat seorang gadis berlari dan menabrak ku, ia meminta tolong untuk menyelamat kan nya. Saat aku melihat gadis itu ternyata di kejar oleh beberapa orang preman, tanpa pikir panjang aku menarik tangan nya dan berlari dengan cepat. Kami bersembunyi di antara ilalang yang tinggi nya melampaui kami, preman tersebut tidak dapat menemukan kami berdua. Setelah preman-preman itu pergi kami keluar dan kembali berlari ke kantor polisi, untuk melaorkan penculikan yang di alami Sila dan teman-teman yang tidak bisa kabur. Namun naas saat petugas datang, mereka sudah pindah tempat. Sejak saat itu, Sila selalu mendekati ku di mana ada aku pasti selalu ada dia. Entah dari mana ia tau keberadaan ku, ia pernah mengungkapkan perasaan nya pada ku namun aku menolak nya. Aku cuma anggap dia sebagai adik, ia tidak terima itu. Ia mulai mencelakai orang di sekitar ku termasuk ayah dan ibu angkat ku, ia juga sering hampir mencelakai ibu dari Kalvin. Dan terakhir kemarin di kantor ia menunjukan foto Kalvin, sedang di ikuti oleh beberapa orang suruhan nya. Ia bilang akan mencelakai Kalvin, kalo aku tidak mau menuruti nya. Akhir nya demi keselamatan Kalvin, aku menuruti mau nya. Dan kemauan nya adalah apa yang kamu lihat kemarin." ucap Revano menyesal.
Tidak lama kemudian, pelayan datang membawa pesanan mereka. "Silah kan ka selamat menikmati." Ucap pelayan restoran ramah.
"Sama-sama kami permisi, jika masih ada yang di butuh kan panggil kami." Ujar pelayan tersebut.
"Sekarang makan dulu, untuk berbicara perlu energi yang banyak." Ucap Ayu datar. Revano menelan ludah nya kasar dan menganggukan kepala nya.
Mereka makan dalam diam, tidak ada obrolan sama sekali. Sekitar 20 menit, makanan mereka sudah habis di makan. Ayu memanggil pelayan di luar, untuk membereskan meja. Sekitar 15 menit, meja selesai di bereskan, pelayan telah pergi meninggal kan ruangan tersebut.
Ayu kembali mengintrogasi suami nya, ia menanyakan bukti foto yang tadi ada dalam penjelasan yang di ungkapkan nya. Revano buru-buru menunjukan bukti foto itu. Ayu memperhatikan foto tersebut, dan ada yang janggal menurut nya. Ayu mencari kejanggalan itu, namun ia belum menemukan nya.
__ADS_1
"Baik lah aku percaya sama kamu, tapi kalo aku sampai melihat kamu selingkuh lagi. Aku akan bawa Kalvin pergi dan kamu tidak akan menemukan keberadaan kami!" Ucap tegas Ayu. Revano hanya menganggukan kepala nya.
"Jadi sekarang, kamu sudah tidak marah kan sama aku?" Tanya Revano tersenyum. Sedang Ayu, hanya memutar bola mata nya malas. Setelah berbaikan mereka pulang, tapi sebelum itu mereka pergi ke kasir untuk membayar pesanan mereka.
Mereka ke luar dari restoran dan Ayu meminta, untuk mampir ke toko mainan. Sesampai nya di sana Ayu memilih beberapa mainan untuk di beri kan kepada Kalvin. Setelah membeli, beberapa mainan mereka pulang ke rumah nya.
Dan benar saja sesampai nya di rumah, Kalvin sudah menunggu di ruang tamu. Kalvin menagih janji pada ibu sambung nya, yang akan membelikan mainan yang ia mau. Mainan itu ialah lato-lato dan mobil remot keluaran terbaru yang harga nya lumayan mahal.
Selain itu Ayu juga membelikan beberapa mainan lain nya, seperti mobil dan motor balap mini. Setelah mendapat kan mainan yang di ingin kan nya, Kalvin segera pergi ke kamar nya. Sedang ayah dan ibu, masih berada di ruang keluarga.
Ayu dan Revano, menuju kamar nya untuk mandi dan ganti baju. Setelah itu mereka kembali keruang keluarga, dengan membawa martabak manis dan martabak telor yang di beli tadi di depan toko mainan.
Sekitar pukul 10 malam semua anggota keluarga, sudah masuk ke kamar masing-masing untuk beristirahst malam. Begitu juga dengan Ayu dan revano, mereka memasuki kamar nya. Sesampai nya di kamar Revano segera memeluk istri nya, mereka saling melepas rindu. Mereka juga melakukan hubungan suami istri, sampai beberapa kali.
Bersambung...
Maf teman-teman semua mungkin beberapa bab lagi akan selesai novel ini. Mohon maf jika ada kata-kata yang kurang berkenan.
Terima kasih atas semua dukungan nya, untuk karya receh ini. Semoga sahabat semua suka dengan alur ceritanya.
__ADS_1
Mohon dukungannya untuk karya ini dengan cara like, comment, share, saran, kritik, vote, dan gif berupa bunga bermekaran atau secangkir kopi manis.